Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease menindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan dan perusakan yang terjadi di Coffee Pourvis, Jalan Pinang Putih Puncak, Negeri Hative Kecil, Kota Ambon, oleh sejumlah pemuda pada Rabu (1/4/2026) lalu.

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, IPDA Janete S Luhukay, mengatakan laporan terkait insiden tersebut telah diterima dan kini dalam proses penyelidikan. 

“Kejadian tersebut sudah diterima laporan polisi dan di tindak lanjuti oleh Polresta Ambon,” ujarnya kepada TribunAmbon.com pada Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Usai Dua Hari Pemeriksaan, Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan Hartini

Baca juga: Pemeriksaan Kedua Haji Hartini: Penyidik Dalami BAP Tambahan dalam Kasus Sianida Maluku

Ia menegaskan sebagai bentuk komitmen dalam mengusut kasus itu, pihak kepolisian telah mengambil langkah awal dengan melakukan penyelidikan terhadap pelaku. 

“sudah di tindak lanjuti oleh Polresta Ambon dan telah melakukan tindakan penyelidikan,” sambung IPDA Janete S Luhukay. 

Video tersebut kemudian disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial.

Dalam rekaman terlihat sekitar 10 pemuda mendatangi Coffee Pourvis dan menanyakan nama seseorang.

Namun, setalah salah satu karyawan menyampaikan bahwa orang yang dimaksud tidak berada di lokasi, para pelaku justru masuk ke dalam kafe. 

Tak berlangsung lama, para pemuda itu langsung masuk ke dalam kafe dan memukul beberapa orang yang saat itu tengah duduk bersantai serta beberapa lainnya yang masih sibuk bekerja di area kafe.

Aksi pengrusakan fasilitas kafe juga terekam jelas: kursi dan meja dibanting.

Atas kejadian itu, Owner Coffee Pourvis, Farhan Attamimy mengaku telah melaporkan kejadian itu ke SPKT Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease.

“Saya sudah melaporkan kejadian itu ke SPKT Polresta Ambon. Saya juga sudah dimintai keterangan,” kata Attamimy saat ditemui TribunAmbon.com di Coffee Pourvis, Selasa (7/4/2026).

Attamimy bahkan mengaku mengenali salah satu pelaku yang merupakan anak dari kerabatnya sendiri.

“Iya saya kenal, ada yang tinggal di Batu Merah, ada yang tinggal di bagian belakang kafe. Jadi awalnya saya buat pengaduan supaya mereka bikin pernyataan, tapi karena mereka tidak hadir jadi saya sudah buat laporan resmi,” tandasnya. (*)

Baca Lebih Lanjut
Peran AY Dalam Kasus Pembunuhan Wanita di Kafe di Lampung, Kini Diburu Polisi
Noval Andriansyah
Tersangka Penganiayaan Maut di Purwakarta Ternyata Residivis
Taryono
Berlangsung di Mapolres, Rekonstruksi Kasus Penganiayaan hingga Tewas di Desa Tontatele Minut
Ventrico Nonutu
Tiga Pelaku Penganiayaan Siswa di Benlutu TTS Divonis 4 Bulan Penjara
Gordy Donovan
Polisi Bongkar Rekam Jejak Pelaku Penganiayaan Ayah Pengantin di Purwakarta, Ternyata Residivis
Muhammad Zulfikar
Aksi Brutal di Siang Hari, Duel Parang Gegerkan Warga Solo
Untung SofaMaulana
SEMPAT BERONTAK! Kaki Pelaku Penganiayaan di Hajatan Didor Petugas, Berusaha Lawan saat Ditangkap
Ahmadshalsamalkhaponda
Sidang Kasus Penganiayaan Siswa di Benlutu, Putusan Hakim Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Sipri Seko
Polisi Buru Pria Ay, Rekan Pelaku Pembunuhan Wanita di Kafe Way Lunik
Kiki Novilia
Kantongi Identitas Pembunuhan di Kuin Cerucuk, Satreskrim Polresta Banjarmasin Buru Pelaku
Hari Widodo