TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Sejumlah pedagang mengaku trauma setelah lapak mereka rusak diterjang angin kencang disertai hujan deras saat kegiatan Car Free Day (CFD) di Alun-alun Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (9/4/2026) siang.

CFD berlangsung selama sepekan, mulai 5 hingga 11 April 2026, dalam rangka peringatan Paskah.

Saat peristiwa terjadi, sebagian pedagang tidak berada di lokasi karena barang dagangan ditinggalkan di lapak.

Akibatnya, banyak perlengkapan jualan tidak sempat diselamatkan.

Pemilik Kedai Kartika, Ibu Akmal, mengatakan karena cuaca tidak bersahabat, ia memutuskan berhenti sementara berjualan.

“Acara sebenarnya tetap berjalan, tapi karena cuaca seperti ini kami terpaksa berhenti dulu. Namun untuk Car Free Day selanjutnya kami tetap akan ikut,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebagian besar perlengkapan seperti tenda dan rangka besi mengalami kerusakan parah.

Hanya beberapa barang yang berada di tempat terlindung yang bisa diselamatkan.

“Yang lain sudah rusak, tenda dan rangka besinya patah semua,” katanya.

Kerugian yang dialami pedagang ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Selain kerugian materi, kejadian tersebut juga berdampak pada kondisi psikologis pedagang yang kini merasa khawatir berjualan saat cuaca buruk.

“Apalagi tenda yang kami gunakan masih baru dan modal juga belum kembali,” tambahnya.

Sementara itu, Official Car Free Day, Muriadi Suwedi, menyampaikan sedikitnya 70 lapak UMKM terdampak dalam kejadian tersebut.

“Anginnya memang tidak lama, tetapi cukup kuat hingga mengangkat tenda-tenda. Sekitar 70 lapak terdampak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peristiwa terjadi secara tiba-tiba saat hujan deras mengguyur kawasan alun-alun, sehingga pedagang tidak sempat menyelamatkan lapak mereka.

Meski demikian, panitia memastikan kegiatan Car Free Day tetap dilanjutkan sesuai jadwal dengan tetap memfasilitasi para pelaku UMKM.

“Kami akan tetap melanjutkan kegiatan ini dan membantu UMKM agar bisa kembali berjualan,” jelasnya.

Panitia juga tengah mengupayakan penggantian tenda yang rusak serta memastikan fasilitas pendukung, seperti kelistrikan, tetap tersedia.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.(*)

Baca Lebih Lanjut
BREAKING NEWS: Hujan Badai di Rantepao Toraja Utara, Tenda UMKM Porak-poranda
Imam Wahyudi
Atap Pasar Legi Blitar Ikut Lepas Diterjang Angin Kencang, Pedagang Tidak Nyaman Berjualan
Sri Wahyuni
Diterjang Angin Kencang, Atap Pasar Legi Kota Blitar Rusak, Pedagang Merasa Tidak Nyaman Berjualan
Eko Darmoko
Kota Bandung Dihantui Bencana akibat Angin Kencang, BPBD Siapkan Strategi Mitigasi
Seli Andina Miranti
Atap Pasar Legi di Kota Blitar Lepas Diterjang Angin, Disperindag Pasang Terpal Darurat di 10 Titik
Sudarma Adi
Sejumlah Rumah Rusak di Sukorejo Kota Blitar Akibat Angin Kencang
Sri Wahyuni
PDAM Putus Suplai Air ke Alun-alun Sinjai Bersatu Lantaran 9 Bulan Menunggak
Alfian
Atap Pasar Legi Kota Blitar Bolong Diterjang Angin, Disperindag Tutup 10 Titik Pakai Terpal
Cak Sur
Angin Kencang Menerjang Wilayah Sukorejo Kota Blitar, Sejumlah Rumah Warga Rusak
Eko Darmoko
Cuaca Ekstrem Terjang Kota Blitar: Angin Kencang Rusak Rumah Warga dan Musala di Sukorejo
Sudarma Adi