Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Balita berinisial AZH (3) terlindas mobil boks yang mengangkut makan bergizi gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Jumat (10/4/2026).
Pemilik SPPG Yayasan Pondok Pesantren Salaf Annur, KH Farid Ashr, menyampaikan klarifikasi mengenai kejadian itu, dan menyebut bahwa korban tidak terlindas mobil operasional SPPG miliknya.
Saat itu, menurut dia, korban bermain di belakang ban mobil yang terparkir di halaman MI Al Itihad Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, untuk mengambil ompreng kotor setelah digunakan MBG.
Baca juga: Fakta 2 Pelajar Terluka di Depan SMP 8 Cirebon, Bukan Dibacok, Polisi Ungkap Penyebab Sebenarnya
"Keberadaan korban sama sekali tidak diketahui sopir mobil operasional MBG dari SPPG kami setelah mengambil ompreng," ujar Farid Ashr kepada Tribuncirebon.com, Sabtu (11/4/2026).
Ia mengatakan, korban sama sekali tidak terlindas, karena posisinya berada di belakang ban mobil meski pengemudinya sempat menginjak pedal gas, kemudian langsung menghentikannya.
Namun, warga sekitar tiba-tiba panik, dan menyebut adanya balita yang terlindas mobil pengangkut MBG hingga keluarga korban pun menangis sambil memegang bannya, dan rekaman videonya pun beredar di media sosial.
"Kami tetap memfasilitasi untuk memeriksakan balita tersebut ke rumah sakit, dan disaksikan polisi hingga camat juga, kemudian dokternya memastikan bahwa kondisinya baik-baik saja. Tidak ada patah (tulang) maupun luka, dan anaknya sehat," kata Farid Ashr.
Farid menyampaikan, kesalahpahaman itu pun telah diselesaikan secara kekeluargaan bersama keluarga balita tersebut, karena pada dasarnya orang tuanya hanya khawatir terjadi hal-hal tidak diinginkan pada buah hatinya.
Pihaknya juga memastikan, orang tua balita itu tidak mempermasalahkan apapun setelah mendapatkan kepastian dari hasil pemeriksaan tim dokter rumah sakit bahwa kondisi anaknya baik-baik saja.
Ia pun menjadikan kejadian kali ini sebagai catatan dan pengingat bagi seluruh petugas SPPG, khususnya pengemudi mobil operasional yang mengangkut MBG untuk lebih berhati-hati serta waspada.
"Insya Allah, kami selalu mengedepankan SOP, termasuk memilih para driver yang kompeten, dan senantiasa memerhatikan ketertiban lalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain saat bertugas," ujar Farid Ashr.
Kondisi korban
Ibu korban, Siti Maunah (40), memastikan, kondisi anaknya baik-baik saja meski sempat dilarikan ke RS Pertamina Klayan, Kabupaten Cirebon, untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun, menurut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, anaknya dinyatakan dalam keadaan baik, bahkan hasil CT Scan juga menunjukkan tidak ada cedera serius pada tubuhnya.
Baca juga: Mobil MBG Lindas Balita di Kecamatan Krangkeng Indramayu
"Kata dokter, tidak ada cedera serius di anggota tubuh maupun tulangnya. Semuanya baik, dan enggak ada masalah apapun," ujar Siti Maunah saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Jumat (10/4/2026) malam.
Pihaknya mengakui, setelah serangkaian proses pemeriksaan tersebut, tim dokter yang menangani anaknya mengizinkan pulang, dan kini buah hatinya kembali beraktivitas seperti biasanya.
Ia mengatakan, anaknya tergolong sangat aktif, bahkan saat baru tiba di rumah setelah pulang dari rumah sakit langsung bermain dan lari-larian seolah tak terjadi apa-apa.
"Anaknya tergolong sangat aktif, bahkan pulang dari rumah sakit sudah lari-lari lagi. Bagi saya, yang terpenting anak enggak kenapa-kenapa, alhamdulillah," kata Siti Maunah.
Maunah sendiri sempat menangis saat mengetahui anaknya yang masih balita terlindas mobil MBG berpelat nomor E 8799 RD yang baru saja mengambil ompreng kotor untuk dibawa ke SPPG.
Bahkan, rekaman video Maunah yang tampak mengenakan daster hijau dan meronta-ronta sambil memegangi ban kanan bagian depan mobil tersebut beredar di media sosial.
Sementara, Kapolsek Krangkeng, AKP Nandang Supriatna, mengatakan, peristiwa yang menimpa balita berinisial AZH (3) tersebut terjadi pada Jumat (10/4/2026) kira-kira pukul 10.30 WIB.
Saat itu, korban tengah bermain sendirian dan posisinya berjongkok di dekat mobil yang terparkir di halaman MI Al Itihad, Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.
Baca juga: Mobil MBG Lindas Balita di Kecamatan Krangkeng Indramayu
Nandang mengakui, berdasarkan hasil olah TKP, pengemudi mobil MBG diduga tidak mengetahui keberadaan korban yang tengah bermain di depannya, karena berada di areal titik buta atau blind spot.
"Dari olah TKP, posisi korban berada di areal blind spot, sehingga pengemudi mobil tersebut tidak menyadarinya, dan saat kejadian juga korban bermain sendirian," ujar Nandang Supriatna.