SRIPOKU.COM - Jalur vital yang menghubungkan Kota Palembang dengan Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA) benar-benar lumpuh total sejak Jumat (10/04) hingga Sabtu (11/04) pagi.
Bukan sekadar volume kendaraan, penyebab utama kuncian arus lalu lintas ini terungkap akibat adanya galian proyek sepanjang puluhan meter yang kini jadi "kolam" dan ditinggalkan tanpa pengawasan.
Baca juga: Breaking News: Jalan Palembang-TAA Banyuasin Macet Total, Kendaraan Mengular Hingga Simpang Bandara
Galian Tergenang dan Alat Berat "Parkir"
Berdasarkan pantauan dari unggahan akun @banyuasindaily, kondisi di titik pengerjaan jalan sangat memprihatinkan.
Proyek pengerasan jalan diduga terhenti sehingga menyisakan galian dalam yang tergenang air hujan hingga menyerupai kolam.
Akibatnya, akses jalan yang seharusnya bisa dilalui dua arah kini menyempit dan hanya menyisakan satu jalur fungsional.
Ironisnya, meski sebuah alat berat ekskavator terlihat berada di lokasi, tidak ada aktivitas pengerjaan maupun petugas proyek yang bersiaga untuk mengatur sistem buka-tutup jalan.
Kondisi ini membuat kendaraan logistik dan pengendara motor terjebak dalam antrean yang nyaris tidak bergerak selama berjam-jam.
Kekacauan Akibat Sopir Lawan Arus
Absennya petugas di lapangan memicu ketidaksabaran yang berujung pada kekacauan lebih besar.
Sejak Jumat, (10/04), sejumlah sopir nekat melawan arah untuk menerobos antrean, yang justru membuat arus dari arah berlawanan ikut terkunci mati.
Hingga Sabtu pagi, kemacetan dilaporkan telah merambat jauh hingga ke arah Simpang Bandara SMB II Palembang.
Melalui akun @sumsel.keras, warga melaporkan bahwa durasi kemacetan sudah melewati angka 24 jam.
"Macet total lagi seperti kemarin, dari pagi kemarin sampai pagi lagi," keluh salah seorang perekam video di lokasi.
Jeritan Warga dan Tuntutan Jalur Alternatif
Kondisi ini memicu gelombang protes dari masyarakat, terutama para pekerja dan pengguna jalan rutin.
Media sosial pun dibanjiri desakan agar pihak pengembang proyek tidak menutup mata atas penderitaan warga.
Tuntutan utama masyarakat kini adalah penyediaan jalur alternatif dan kehadiran petugas yang kompeten di lapangan.
"Yang punya pekerjaan galian seharusnya kasih solusi jalan alternatif, jangan dibiarkan seperti ini," tulis salah satu netizen.
Keluhan serupa datang dari para pekerja kantoran yang setiap hari harus bertaruh waktu di jalur tersebut.
Mereka mengeluhkan bahwa pengerjaan yang tidak kunjung selesai ini telah mengganggu produktivitas dan keselamatan mereka.
"Tolong Bapak-bapak, perbaikan jalan jangan sampai berminggu-minggu tanpa kejelasan. Kami cuma cari rezeki lewat jalan ini, sudah capek sekali kalau setiap hari harus seperti ini," ungkap salah satu warga.
Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan tindakan darurat, baik dengan menyedot genangan air di galian maupun mempercepat proses perkerasan jalan agar arus lalu lintas bisa kembali normal.***