TRIBUNJABAR.ID - Ada momen menarik saat Dedi Mulyadi sedang menyusuri trotoar di jalanan Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Secara tak sengaja, Dedi Mulyadi bertemu warga lokal yang sehari-hari bekerja sebagai kuli pengangkut sampah.

Saat itu Dedi Mulyadi hendak melakukan sidak terhadap kebersihan trotoar di kawasan Setiabudi, Kota Bandung.

Dedi Mulyadi tampak menggerakkan anak buahnya untuk menggerakkan tenaga kebersihan untuk terjun membersihkan lingkungan kotor tersebut.

Ia meluapkan kekesalan lantaran memperhatikan trotoar yang dia datangi tampak tak tersentuh sejak dirinya menjabat menjadi Gubernur Jawa Barat.

Baca juga: Gebrakan Dedi Mulyadi Tentang Digitalisasi Pembayaran Pajak Kendaraan Pakai Sistem Perbankan

Sebelum tenaga kebersihan itu tiba di lokasi, Dedi Mulyadi sempat menegur warga yang memarkirkan mobilnya di jalan.

Warga tersebut berdalih mobilnya tersebut sedang rusak dan akan digunakan untuk mengangkut sampah warga setempat.

Dari pekerjaan mengangkut sampah, ia mendapatkan upah Rp1,5 juta per bulan.

Mirisnya ternyata upah tersebut belum termasuk biaya bensin untuk kebutuhan pengangkutan sampah tersebut.

Mendengar hal itu Dedi Mulyadi prihatin hingga akhirnya mengajak pengangkut sampah itu mengobrol.

Saat berdialog, Dedi Mulyadi mendapati kisah pilu di balik perjuangan kuli pengangkut sampah tersebut.

Gubernur Jabar itu dibuat terheran-heran dengan "logika keuangan" sang warga.

Pria tersebut mengaku memiliki cicilan mobil sebesar Rp4,8 juta per bulan, padahal upah yang ia terima dari mengangkut sampah di dua hingga tiga RT hanya berkisar Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per bulan. 

Tak hanya itu, biaya bahan bakar (BBM) pun harus ditanggungnya sendiri.

"Bapak cicilan mobil Rp4,8 juta, gaji Rp3 juta, nomboknya dari mana?" tanya Kang Dedi kebingungan.

Ternyata demi menutupi kekurangan tersebut dan menghidupi istri serta empat anaknya,  warga itu harus bekerja serabutan sebagai juru parkir di sebuah gerai mie populer pada malam hari.

Dari pekerjaan lain menjadi juru parkir itu, ia mendapat penghasilan tambahan sekitar Rp70 ribu hingga Rp100 ribu per malam. 

Baca juga: Kisah Tukang Tambal Ban di Cirebon Bahagia Saung Kumuhnya Dibongkar dan Disulap Dedi Mulyadi

Selain itu, ia juga menerima jasa pindahan rumah jika ada yang membutuhkan.

Perjuangan tidak berhenti di situ. Di rumah, mertua pria tersebut juga turut membantu dengan memilah sampah plastik dan botol untuk kemudian dijual kembali guna membantu cicilan mobil tersebut. 

"Bapak ini mah satu grup bisnis pengelolaan sampah," seloroh Kang Dedi saat mendengar betapa solidnya keluarga tersebut bertahan hidup.

Dedi Mulyadi Rekrut Jadi Petugas Kebersihan

Setelah mendengar kisah warganya itu, Dedi Mulyadi secara spontan merekrutnya menjadi petugas kebersihan.

Hal ini dilakukan Dedi Mulyadi untuk membantu warga tersebut dinilai kesulitan ekonomi.

Meski merasa cukup, KDM menilai warga tersebut semangat kerja yang tinggi namun dengan manajemen keuangan yang mencekik.

Ia punmemberikan solusi instan. Ia menawarkan pria tersebut untuk berhenti menjadi juru parkir liar dan beralih menjadi penanggung jawab kebersihan di wilayah tersebut secara resmi.

Dedi Mulyadi menjanjikan gaji tetap sebesar Rp4,2 juta per bulan. 

Selain itu, mobil milik warga tersebut akan tetap diberdayakan untuk membantu operasional pengangkutan sampah di wilayah tersebut.

Mendengar hal itu, tampak warga tersebut semringah dan mengaku siap mengemban amanah dari Gubernur Jabar tersebut.

"Sudah tidak usah markir lagi, mending jadi tukang sapu (resmi)," tegas Kang Dedi sambil menginstruksikan stafnya untuk segera memproses identitas (KTP) warga tersebut agar bisa langsung bekerja.

Perekrutan tenaga kebersihan ini juga dilakukan Dedi Mulyadi sebagai bagian dari komitmennya untuk memastikan kebersihan jalan protokol di Jawa Barat tetap terjaga, sekaligus memberikan kehidupan yang lebih layak bagi mereka yang selama ini bekerja di garis depan penanganan sampah.

Baca Lebih Lanjut
7 Kebiasaan Tamu Hotel yang Paling Dibenci Petugas Kebersihan
Tiara Shelavie
Dedi Mulyadi Permudah Rakyat Bayar Pajak Kendaraan, sang Gubernur Jabar Hapus Syarat Wajib Ini
Siti M
Sampah Rusun Tambora mampat hingga lantai 6, petugas bersihkan manual
Antaranews
Dedi Mulyadi Skakmat Netizen Nyinyir Sebut Masih Banyak Jalan Rusak di Jawa Barat
Hilda Rubiah
DISOROT DEDI MULYADI, Perawat RSHS Bandung Bisa Diberhentikan Jika Terbukti Tukari Bayi
Latif Ghufron Aula
Nasib Perawat RS Hasan Sadikin Usai Kasus Bayi Nyaris Tertukar, Dedi Mulyadi: Bisa Diberhentikan?
Vivi Febrianti
Dedi Mulyadi Dikritik Soal Banyaknya Jalan Rusak di Jawa Barat, Gubernur Jabar Auto Beri Jawaban Menohok ini
Fidiah Nuzul Aini
Jaga Kebersihan Wilayah‎, Lurah Mannuruki Janji Berantas Timbunan Sampah
Saldy Irawan
Nina Saleha Dapat Bantuan Rp10 Juta dari Dedi Mulyadi Buntut Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS
Lulu Adzizah F
Gercep, Dedi Mulyadi Instruksikan 3 Poin Penting Buntut Hajatan Maut di Purwakarta, Ada Piket Hajat
Seli Andina Miranti