Laporan Wartawan Tribun Gayo Rasidan | Gayo Lues 

TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Peristiwa meninggalnya seorang pendaki di puncak Gunung Leuser Kedah di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Kabupaten Gayo Lues dilaporkan baru pertama sekali terjadi.

Diketahui, seorang pendaki asal Binjai Sumatera Utara, Kris Biantoro Alias Bento (49) meninggal dunia pada Kamis, 9 April 2026.

Hingga saat ini jenazah almarhum belum berhasil dievakuasi oleh tim penjemputan yang dikerahkan oleh Polres Gayo Lues sebanyak 13 orang.

Tim pendakian asal Binjai Sumatera Utara itu berjumlah 16 orang yang berangkat pada 31 Maret 2026  dari Kedah, Kecamatan Blangjerango.

Sementara tim evakuasi penjemputan jenazah itu diketua oleh Abd Rahman seorang guide asal Kedah didampingi dua warga lainnya di Kecamatan Blangjerango.

Kemudian dibantu empat personel Polres Gayo Lues dan enam orang anggota Brimob berangkat pada Jumat (10/4/2026).

Ketua tim evakuasi, Abd Rahman kepada TribunGayo.com, Sabtu (11/4/2026) mengatakan, peristiwa kematian seorang pendaki di kawasan konservasi TNGL tersebut merupakan kasus pertama terjadi.

Proses Evakuasi Butuh Waktu 5-6 Hari

Dikatakan, penjemputan atau proses evakuasi jenazah di Gunung Leuser membutuhkan waktu sekitar 5-6 hari baru kembali tiba di permukiman warga Kedah, Kecamatan Blangjerango. 

Namun hal itu juga masih tergantung dengan faktor cuaca yang menjadi tantangan nantinya

"Ada beberapa jalur dan lintasan dengan medannya sangat esktrim dan menantang yang harus dilalui nantinya oleh tim evakuasi saat menuju puncak Gunung Leuser Kedah tersebut, sehingga tim evakuasi harus selalu kompak dan saling tolong-menolong," sebutnya.

Dikatakan, pada Kamis (9/4/2026) merupakan pendakian hari ke-10 oleh tim yang berjumlah 16 orang tersebut dipimpin oleh ketua tim Sugar Ray Leonard dan guide Abadi serta Bahrinsah asisten guide.

Seorang pendaki asal Binjai Sumatera Utara Kris Biantoro Alias Bento (49) mengalami kondisi darurat yakni hiportermia (kedinginan) di jalur pendakian kawasan konservasi TNGL tersebut.

Abd Rahman mengatakan saat rombongan mengarahkan turun atau jalan pulang berdasarkan laporan dari ketua tim dan anggota pendakian, seorang pendaki asal Binjai Kris Biantoro Alias Bento mengalami hipotesis persis di lokasi puncak bernama lapangan bola dan akhirnya Bento meninggal dunia.

"Kasus kematian seorang pendaki di puncak Gunung Leuser Kedah merupakan kasus yang pertama sekali terjadi.

Bahkan proses evakuasi jenazah korban juga membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam hari baru tiba dipermukiman warga nantinya," sebutnya. (*)

Baca juga: Selebgram Wendy Walters Ikut Rombongan 22 Pendaki Gunung Leuser

Baca juga: Misi Berat, Butuh Waktu 5-6 Hari Tim Evakuasi Jemput Jenazah Pendaki Gunung Leuser yang Meninggal

Baca juga: Tim Evakuasi di Gayo Lues Lakukan Penjemputan Jenazah Pendaki Puncak Gunung Leuser Asal Binjai Sumut

Baca Lebih Lanjut
Pendaki Asal Binjai Meninggal di Gunung Leuser, Tim Berjumlah 16 Orang, Ini Nama-namanya
Budi Fatria
Duka di Gunung Leuser, Sang Abang Turun Tangan Jemput Kris Biantoro
Budi Fatria
Gunung Rinjani Baru 4 Hari Dibuka, Pendaki Asal Belgia Terpaksa Digendong Porter ke Shelter Darurat
Dewi Agustina
Pendaki Belgia Jatuh di Gunung Rinjani Awalnya Hendak Turun ke Danau Segara Anak
Wahyu Widiyantoro
Kronologi Sepasang Pendaki Tersesat di Gunung Lawu, Mengikuti Jalur yang Ada Pita
Rival al manaf
14 Pendaki Dari Aceh, Jambi Hingga Sumut Kecewa Gagal Mendaki Karena Gunung Dempo Pagar Alam Erupsi
Slamet Teguh
Jalur ke Puncak Selatan Gunung Rinjani Ilegal, Pendaki Terancam Blacklist
Wahyu Widiyantoro
Pendakian Gunung Dempo Resmi Ditutup Sementara Pasca Erupsi, Pendaki di Puncak Diminta Turun
Yandi Triansyah
Pendaki Dilarang Keras ke Puncak Selatan Rinjani, Pelanggar Terancam Blacklist
Detik
Pendakian Rinjani Dibuka Lagi, Rasio Guide dan Porter Diperketat
Laelatunniam