TRIBUNPEKANBARU.COM - Banyak pertanyaan muncul di media sosial dan internet pada hari Minggu 12 April 2025, mengenai Space Jellyfish.

Apa itu Space Jellyfish? bila kamu di antar yang bingung tentang apa itu Space Jellyfish, simak berikut ini.

Kita akan kupas secara singkat tentang Space Jellyfish ini.

Langit senja atau fajar kadang menyimpan kejutan yang tidak biasa.

Salah satu fenomena yang belakangan menarik perhatian adalah space jellyfish—sebuah pemandangan langit yang tampak aneh, indah, sekaligus sedikit misterius bagi yang belum pernah melihatnya.

Space jellyfish adalah fenomena visual di langit yang menyerupai ubur-ubur bercahaya. Bentuknya terdiri dari “kepala” terang dengan “tentakel” panjang yang menjuntai, seolah-olah melayang perlahan di atmosfer. Meskipun terlihat seperti sesuatu dari dunia lain, fenomena ini sebenarnya merupakan hasil aktivitas manusia di luar angkasa.

Fenomena ini biasanya terjadi akibat peluncuran roket atau interaksi sisa material antariksa dengan atmosfer Bumi. Dalam kondisi tertentu, gas buang dari roket dapat menciptakan efek visual yang dramatis ketika terkena cahaya Matahari.

Space jellyfish muncul karena kombinasi posisi Matahari, ketinggian roket, dan sifat gas buang roket. Berikut penjelasan sederhananya:

Saat roket mencapai ketinggian tinggi, tekanan udara sangat rendah. Gas buang dari roket akan mengembang luas dan membentuk awan tipis.

Memantulkan cahaya Matahari

Pada waktu fajar atau senja, permukaan Bumi sudah gelap, tetapi lapisan atmosfer atas masih terkena sinar Matahari. Gas tersebut memantulkan cahaya ini sehingga tampak terang dari bawah.

Menciptakan bentuk unik

Aliran gas yang terdorong oleh kecepatan tinggi membentuk pola menyerupai ubur-ubur: bagian inti terang sebagai “kepala” dan semburan gas sebagai “tentakel”.

Ciri-Ciri Visual Space Jellyfish

Fenomena ini memiliki beberapa karakteristik yang cukup khas:

  • Bentuk menyerupai ubur-ubur
  • Ada pusat cahaya terang dengan pola menjalar ke bawah atau samping\
  • Warna beragam: Biasanya putih kebiruan, tetapi bisa juga tampak oranye atau kemerahan tergantung sudut cahaya Matahari.
  • Gerakan perlahan
  • Terlihat melayang dan berubah bentuk secara bertahap
  • Ukuran tampak besar: Karena terjadi di ketinggian sangat tinggi, fenomena ini bisa terlihat sangat luas di langit.

Kapan dan Di Mana Bisa Terlihat?

Space jellyfish paling sering muncul:

  • Sesaat setelah matahari terbenam
  • Sebelum matahari terbit
  • Saat ada peluncuran roket ke orbit, terutama dari perusahaan seperti SpaceX

Fenomena ini dapat terlihat ratusan hingga ribuan kilometer dari lokasi peluncuran, tergantung kondisi atmosfer dan lintasan roket.

Apakah Ini Fenomena Alam?

Tidak. Space jellyfish bukan fenomena alam seperti awan atau aurora. Ini adalah efek visual yang dihasilkan oleh teknologi manusia—khususnya aktivitas peluncuran roket.

Karena tampilannya yang tidak biasa, fenomena ini sering disalahartikan sebagai:

  • UFO
  • Makhluk luar angkasa
  • Pertanda mistis

Fenomena ini tidak berbahaya bagi manusia di permukaan Bumi. Space jellyfish hanyalah efek cahaya di atmosfer tinggi dan tidak memiliki dampak langsung terhadap lingkungan sekitar.

Fenomena di Indonesia (April 2026)

Di Indonesia, fenomena ini sempat menghebohkan masyarakat pada April 2026. Banyak warga melaporkan adanya cahaya misterius yang melintas di langit malam.

Setelah dianalisis, kejadian tersebut diduga kuat merupakan jejak peluncuran roket dari luar negeri yang menghasilkan efek space jellyfish.

Karena waktu kemunculannya bertepatan dengan kondisi langit gelap di darat, efeknya terlihat sangat mencolok dan memicu berbagai spekulasi.

Baca Lebih Lanjut
Misteri Cahaya di Langit, Ahli Sebut Itu Sampah Antariksa
Untung SofaMaulana
Viral di Media Sosial, Fenomena Cahaya Misterius Melintas di Langit Sulawesi
Fadhila Amalia
Matahari Dikelilingi Pelangi, Fenomena Halo Muncul di Pangkalpinang Siang Ini
Ardhina Trisila Sakti
BMKG Ungkap Lonjakan Hotspot Jelang Kemarau 2026, Apa Itu?
Detik
Efek Earworm Dalam Fenomena Bisnis Burger Milik Aldi Taher, Viral Antre Mengular
Ignatia Andra
Amesta Living Resmikan Setara Community Center Verge Space Jadi Inovasi Hunian Modern 
Wiwit Purwanto
Amallia Cahaya dan Siti Fadia Tembus Perempat Final Badminton Asia Championships 2026
Maudy Asri Gita Utami
Mengupas Apa Itu Hectic, Simak Hectic Artinya dalam Bahasa Gaul Media Sosial
Hendri Gusmulyadi
Kasus Korupsi Chromebook, Pengamat Soroti Fenomena Dekonstruksi Hukum di Luar Persidangan 
Muhammad Zulfikar
Fenomena El Nino Godzila, BMKG Tanjung Harapan Sebut untuk Kaltara Pengaruhnya Tak Signifikan 
Nur Pratama