TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap pada Sabtu (11/4/2026) sore memicu longsor yang menutup total akses jalan desa di Dusun Cacaban, Desa Negarajati.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan kejadian longsor dipicu intensitas hujan tinggi yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB sehingga meningkatkan debit air di sekitar permukiman warga.
“Curah hujan tinggi menyebabkan saluran pembuangan tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke tebing yang sudah retak dan akhirnya longsor,” ujar Taryo, Minggu (12/4/2026).
Baca juga: Hujan 4 Jam di Wonosobo, 20 Rumah Rusak dan Longsor Tutup Akses Jalan
Menurutnya longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat hujan mulai mereda namun kondisi tanah sudah jenuh air.
“Air limbah rumah tangga yang tidak tertampung mengalir ke tebing dan menyebabkan longsor setinggi 10 meter dengan panjang sekitar 17 meter,” kata Taryo.
Material longsoran tersebut menutup badan jalan desa dengan volume mencapai panjang 3 meter, lebar 2 meter, dan ketebalan sekitar 3 meter.
Taryo menjelaskan dampak longsor juga merusak jalan rabat beton sepanjang 17 meter dengan lebar 1 meter yang ikut terbawa material tanah.
“Kerusakan infrastruktur berupa jalan rabat beton serta material longsor yang menutup akses desa menjadi fokus penanganan kami di lapangan,” jelasnya.
Selain akses jalan yang terputus, satu rumah milik Tirto terdampak langsung dan terancam terbawa longsor bersama dua rumah lain milik warga setempat.
“Ada tiga rumah yang terancam dengan total tiga kepala keluarga dan 11 jiwa yang saat ini mengungsi ke rumah saudara dan tetangga,” ungkap Taryo.
BPBD Cilacap bersama Forkopimcam Cimanggu langsung melakukan peninjauan lokasi guna memastikan tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Kami memastikan tidak ada korban jiwa dan langsung melakukan pendataan serta penanganan darurat di lokasi,” tegasnya.
Penanganan darurat dilakukan dengan kerja bakti bersama warga untuk membersihkan material longsor menggunakan alat manual dan bantuan mesin pompa air.
“Pembersihan material dilakukan secara gotong royong agar akses jalan bisa segera difungsikan kembali,” katanya.
Saat ini, akses jalan desa yang sempat tertutup material longsor telah berhasil dibersihkan dan sudah dapat dilalui kembali oleh warga.
Baca juga: Harap Bersabar! Pembersihan Longsor Cibeunying Cilacap Diperkirakan Butuh Waktu 2 Minggu
“Jalan sudah bisa diakses kembali, namun penanganan teknis untuk rumah yang terancam masih kami rumuskan bersama tenaga ahli,” jelas Taryo.
BPBD juga mengingatkan adanya potensi longsor susulan mengingat sejumlah titik di sekitar lokasi sudah menunjukkan retakan tanah.
“Kami mengimbau warga tetap waspada karena masih ada potensi longsor susulan terutama saat terjadi hujan deras,” pungkasnya. (ray)