TRIBUNJATIM.COM - Nina Saleha, ibu yang bayinya nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengaku kecewa belum ditemui langsung oleh pihak rumah sakit.

Nina juga menyoroti perawat yang diduga terlibat insiden bayi nyaris tertukar masih bekerja.

Sang perawat belum menyampaikan permintaan maaf secara pribadi.

Rasa kecewa itu membuat Nina menolak upaya damai dalam penyelesaian kasus yang menimpanya.

Awal Kasus

Peristiwa ini bermula ketika Nina tengah mengurus kepulangan bayinya di Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSHS pada Rabu (8/4/2026).

Sejak subuh, Nina sudah menunggu proses administrasi kepulangan sang bayi.

Di tengah penantian tersebut, ia sempat meninggalkan ruang tunggu selama sekitar 30 menit untuk makan.

Namun saat kembali, Nina mendapati bayinya telah diserahkan oleh perawat kepada orang lain.

Pihak perawat beralasan telah memanggil nama Nina berulang kali, namun tidak mendapat respons dari keluarga.

Karena itu, bayi tersebut kemudian diberikan kepada keluarga lain yang juga sedang mengurus kepulangan bayi.

Kondisi tersebut membuat Nina mengalami syok berat karena bayinya nyaris tertukar dengan pasien lain.

Baca juga: Ayah Bayi yang Hipotermia Sempat Ngotot Lanjut Mendaki Gunung Ungaran, Sudah Diperingatkan Petugas

Ogah Berdamai

Pasca kejadian itu, Nina memilih menempuh jalur hukum dengan menggandeng kuasa hukum.

Langkah ini diambil karena ia menilai belum ada itikad baik dari pihak rumah sakit untuk meminta maaf secara langsung.

Bahkan, menurut pengakuannya, perawat yang bersangkutan belum pernah menemui dirinya hingga saat ini.

Hal tersebut diungkapkan Nina melalui akun pribadinya di TikTok.

Padahal sebelumnya, pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebut kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun Nina membantah adanya kesepakatan damai tersebut dan menilai klaim itu sepihak.

"Koplok damai, trus Mun damai, suster itu di kaluarkeun teu RS Oge can bener bener minta maaf, malah susternage blum ketemu sama saya lagi," tulisnya, dikutip dari Tribun Jambi pada Senin (13/4/2026).

Ia juga menegaskan hingga saat ini belum ada komunikasi resmi terkait perdamaian.

"Itu mah di buat sama pihak mereka sendiri blum ada klarifikasi ke saya mah," katanya.

Selain itu, Nina memastikan tidak ada satu pun perawat yang datang untuk meminta maaf.

"Tidak ada susterpun ga Dateng," tegas Nina.

Dalam proses hukum yang akan ditempuh, Nina kini didampingi oleh dua pengacara, yakni Mira dan Khrisna Murti.

"Alhamdulillah untuk kasus selanjutnya kita pakai pengacara, mudah"an Ibu Mira dan Pak Krisna bisa membantu saya, doain teman teman semoga lancar iya," tulis Nina.

Baca juga: Hukuman Perawat RSHS Bandung yang Beri Bayi Pasien Nina ke Orang Lain, Dedi Mulyadi Cecar Pegawai

BAYI NYARIS TERTUKAR - Nina Saleha, warga Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026). Nina mengaku marah karena bayinya diberikan kepada pihak lain tanpa konfirmasi jelas dari pihak rumah sakit. Perawat beralasan telah memanggil orangtua bayi namun karena panggilan tak direspons, bayi diserahkan kepada orang lain.
BAYI NYARIS TERTUKAR - Nina Saleha, warga Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026). Nina mengaku marah karena bayinya diberikan kepada pihak lain tanpa konfirmasi jelas dari pihak rumah sakit. Perawat beralasan telah memanggil orangtua bayi namun karena panggilan tak direspons, bayi diserahkan kepada orang lain. (KOLASE Kompas.com/Bagus Puji Panuntun)

Baca juga: Sosok Perawat RSHS Bandung yang Serahkan Bayi Nina ke Orang Lain Statusnya ASN, Kini Dinonaktifkan

Penjelasan Kemenkes Dipertanyakan

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian luas setelah viral di media sosial.

Pihak Kementerian Kesehatan melalui Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman memberikan penjelasan terkait kronologi kejadian.

Ia menyebut insiden tersebut diduga terjadi karena adanya penitipan bayi kepada tenaga kesehatan.

“Tenaga kesehatan di situ kan memang tugasnya tidak hanya menangani bayi secara khusus, dia di poli anak dan memang akhirnya pekerjaannya pun jadi agak terganggu dengan ada penitipan tersebut,” katanya.

“Kemudian ketika ibu tersebut kembali untuk mengambil anaknya, entah karena nakes tersebut lupa atau karena lain hal, sehingga tidak sengaja dititipkan ke orang lain,” ujarnya.

Aji menegaskan tidak terdapat unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut, melainkan murni kelalaian.

Namun demikian, Nina menilai penjelasan tersebut tidak sesuai dengan apa yang dialaminya secara langsung.

“Ini mah malah memutarbalikkan,” tulis Nina.

Ia pun meminta dukungan publik agar kasus tersebut terus mendapat perhatian dan dapat diusut hingga tuntas.

“Bantu up teman-teman, biar sampai lagi ini ke Pak Dedi biar di usut sampai benar-benar tuntas ini, RSHS dan Dinkes (Menkes) enggak bener ini Ya Allah,” katanya.

Baca Lebih Lanjut
Traumanya Ibu di Bandung usai Lahiran Gemetar Bayi Nyaris Tertukar, RSHS Minta Maaf
Ignatia Andra
Nina Saleha Bantah Berdamai dengan RSHS Bandung setelah Bayi Nyaris Tertukar, Tunjuk 2 Pengacara
Rheina Sukmawati
Viral Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Perawat Senior ASN Dinonaktifkan
Dhita Mutiasari
Ibu Muda di Bandung Nyaris Kehilangan Bayi di RSHS, Anaknya Sempat Diizinkan Perawat Dibawa Orang
Erik S
Nyaris Kehilangan Jejak Sang Buah Hati, RSHS Bandung Akui Kelalaian SOP dan Tempuh Jalan Damai
Sinta Darmastri
Nina Ngamuk Bayinya Nyaris Tertukar, Perawat Seenaknya Serahkan ke Orang Lain, Gelang Digunting
Arie Noer Rachmawati
Ketika Dedi Mulyadi Bikin Manajemen RSHS Gelagapan di Kasus Bayi Nyaris Tertukar
Ravianto
KDM Buat Asisten Manajer RSHS Gelagapan! Cecar Sanksi Perawat di Kasus Bayi Nyaris Tertukar
Fransisca Ellen Kumala Sari
Nina Saleha Bantah Penyataan Kemenkes, Sebut Tak Pernah Titipkan Bayi ke Perawat RSHS
Muhamad Syarif Abdussalam
Heboh, Bayi Ibu Muda Nyaris Dibawa OTK di RSHS Bandung, Sayangkan Kelalaian Perawat
Latif Ghufron Aula