Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Aktivitas terakhir WAP (14), pelajar SMPN 2 Sumberlawang Sragen yang tewas dalam insiden berdarah, masih membekas di ingatan keluarga.
Beberapa hari sebelum kejadian, korban diketahui sempat mencari pakan kambing hingga membeli sepatu di wilayah Gemolong.
Cerita tersebut diungkapkan oleh Giyarto (36), paman korban, yang masih tak menyangka keponakannya menjadi korban dalam peristiwa tragis di lingkungan sekolah di Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Tersangka Tapi Tak Ditahan? Ini Fakta Lengkap Kasus Tewasnya Siswa SMPN 2 Sumberlawang Sragen
Giyarto mengaku kaget saat pertama kali menerima kabar duka tersebut.
"Dapat kabar keponakan saya korban kaget," kata Giyarto, saat ditemui di rumahnya di Dukuh Gulan, Desa Jati, Senin (13/4/2026) sore.
Ia menceritakan, pada Minggu (5/4/2026) pagi, WAP masih beraktivitas seperti biasa dengan mencari pakan kambing milik keluarga, yang merupakan pemberian dari kakeknya.
"Minggu masih disuruh cari pakan kambing, kemudian, sorenya dia beli sepatu di Gemolong bersama adik dan ibunya, Selasa, saya dapat kabar itu," kata dia.
Rutinitas tersebut, menurut Giyarto, sudah biasa dilakukan korban setiap hari.
Sepulang sekolah, WAP kerap membantu orang tua, termasuk merawat kambing dan menjaga adiknya yang masih kecil.
Baca juga: Siswa SMPN 2 Sumberlawang Sragen yang Tewas di Sekolah Dikenal Rajin, Sering Jaga Adik
Ia bahkan telah merawat kambing pemberian kakeknya selama kurang lebih satu tahun tanpa pernah mengeluh.
"Dia gak pernah ngeluh saat diminta bantuan orang tuanya, dapat kabar keponakan menjadi korban kaget," kata dia.
Kisah keseharian WAP yang sederhana dan penuh tanggung jawab kini justru menjadi kenangan terakhir bagi keluarga, setelah insiden berdarah yang merenggut nyawanya di lingkungan sekolah.