Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pembangunan jembatan di Desa Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, diduga tidak mengantongi izin resmi.

Proyek tersebut disebut-sebut diperuntukkan bagi aktivitas perusahaan, sebut saja A, yang berada di desa setempat.

Informasi yang dihimpun TribunMadura.com, pembangunan jembatan itu telah berlangsung sejak 2024 hingga saat ini, Selasa (14/4/2026).

Proyek tersebut juga dikabarkan melibatkan penimbunan area laut di sekitar lokasi.

Salah satu warga Pulau Kangean, Gafur membenarkan adanya pembangunan jembatan tersebut.

Ia menyebut, proses pengerjaan dilakukan dengan meratakan bagian gunung di pinggir laut, lalu materialnya digunakan untuk menimbun laut.

"Jembatan itu dibangun sejak 2024 lalu sampai sekarang. Pinggir laut yang awalnya gunungan diratakan, lalu ditimbun ke pinggir laut untuk dijadikan jembatan," ucapnya, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, aktivitas tersebut menimbulkan perhatian warga karena diduga belum memiliki kejelasan izin, terutama terkait penimbunan laut.

"Bahkan di jembatan itu sudah keluar masuk kapal-kapal besar bersandar, juga ada bahan material bangunan," ujarnya.

Baca juga: Jembatan Suramadu dan Tantangan Gerakkan Ekonomi Madura, Ra Nasih Singgung Intensitas Komunikasi

Tanggapan Kepala Desa

Sementara itu, Kepala Desa Bilis-Bilis, Abdurrasyid juga membenarkan adanya pembangunan jembatan tersebut.

Ia menyebut, material timbunan berasal dari hasil pengerukan di sekitar lokasi.

"Jadi, mungkin hasil kerukannya itu dibuat nimbun laut. Soalnya izin nimbun laut itu izinnya bukan dari desa," kata Abdurrasyid saat dikonfirmasi keberadaan dan izin dari pembangunan tersebut.

Pihaknya menegaskan, kewenangan perizinan penimbunan laut bukan berada di tingkat desa, melainkan instansi yang lebih tinggi.

Terpisah, pengelola perusahaan AMP yang diketahui bernama Mang, telah beberapa kali dikonfirmasi terkait kebenaran informasi tersebut.

Pesan konfirmasi yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp (WA) juga tidak mendapat respons, meski telah terkirim ke nomor yang biasa digunakan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai legalitas pembangunan jembatan tersebut maupun dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

Baca Lebih Lanjut
Jembatan Perusahaan AMP di Pulau Kangean Diduga Tak Kantongi Izin, Warga Soroti Penimbunan di Laut
Alga W
Petani Organik di Malang Keluhkan Perubahan Iklim Makin Esktrem, Hasil Panen Makin Berkurang
Alga W
Sumenep Memanas, Eskavator Kembali Masuk Laut Tapakerbau, Warga Sudah Siap Menghadapi
Januar
Ekskavator Masuk Laut Tapakerbau Sumenep, Warga Turun Menghalau, Polisi Diminta Perketat Pengamanan
Dwi Prastika
VIRAL! PEGAWAI SPPG di Sumenep Asyik Karaoke Sambil Tabur Uang di Dapur MBG, Netizen Soroti Aksinya
Tribun-video
Viral Aksi Joget dan Sawer di Dapur SPPG Kangayan Sumenep, Koorwil Ambil Sikap
Dwi Prastika
Pagar Besi Jembatan di Ancol Jakut Raib Diduga Dicuri Bikin Warga Khawatir
Ferdinand Waskita Suryacahya
Viral Pegawai MBG di Sumenep Asyik Karaoke, Joget Sambil Nyawer Sebut Hanya untuk Refreshing
Yuni Astuti
Rumah Warga di Tebas Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
Rivaldi Ade Musliadi
Jembatan Putus Diterjang Banjir, Warga Gayo Lues Seberangi Sungai untuk Distribusi MBG
Faisal Zamzami