Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Jumlah jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Wonogiri yang akan berangkat ke Tanah Suci pada tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan.
Kenaikan kuota haji Wonogiri ini juga berdampak pada berkurangnya masa tunggu keberangkatan yang selama ini cukup panjang.
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Wonogiri, Fauzi Rokhman Jauhari, mengatakan bahwa kuota haji untuk Kabupaten Wonogiri tahun 2026 ditetapkan sebanyak 298 jemaah.
Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, hanya 252 jemaah asal Wonogiri yang diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kenaikan kuota ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang telah lama menunggu giliran berangkat haji.
Fauzi menjelaskan, peningkatan kuota haji Wonogiri tidak lepas dari perubahan skema penentuan kuota secara nasional.
Sebelumnya, kuota haji ditentukan berdasarkan rasio jumlah penduduk muslim di suatu daerah.
Namun kini, penentuan kuota lebih difokuskan pada panjang antrean haji di masing-masing wilayah.
"Kalau sekarang berdasarkan lama antrean. Daerah yang antreannya panjang akan dapat penyesuaian kuota," jelasnya.
Skema baru ini dinilai lebih adil karena memberi peluang lebih besar bagi daerah dengan antrean panjang.
Baca juga: 298 Jemaah Calon Haji Wonogiri Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini
Dampak positif dari kebijakan tersebut mulai dirasakan di Wonogiri.
Masa tunggu haji yang sebelumnya mencapai sekitar 32 tahun, kini berkurang menjadi sekitar 26 tahun.
Penurunan ini menjadi harapan baru bagi calon jemaah yang telah lama mengantre untuk berangkat ke Tanah Suci.
Saat ini, jumlah antrean haji di Wonogiri tercatat sekitar 7.000 orang.
"Pendaftarnya relatif stabil, hampir seimbang dengan jumlah yang berangkat tiap tahun,"
Di sisi lain, dari total calon jemaah haji tahun ini, terdapat satu orang yang meninggal dunia sebelum keberangkatan.
Kursi jemaah tersebut nantinya akan dialihkan kepada jemaah cadangan.
"Ada satu yang meninggal dunia, nanti digantikan dari cadangan," jelasnya.
(*)