Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Pengelola PO bus diminta segera berkoordinasi dengan warga terkait pembersihan dan kemungkinan pemberian kompensasi setelah banjir berwarna hitam pekat viral di Sukoharjo.

Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan sumber pencemaran berasal dari oli bekas yang terbawa banjir.

“Iya, itu tampungan oli yang kena banjir,” ujar Kepala DLH Sukoharjo, Agus Suprapto, Kamis (16/4/2026).

Video banjir berwarna hitam di Kelurahan Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, viral di media sosial pada Rabu (15/4/2026).

Sisa air banjir berwarna hitam pekat di Kelurahan Kwarasan
OLI BEKAS - Sisa air banjir berwarna hitam pekat di Kelurahan Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (16/4/2026). Diketahui cairan hitam tersebut bukan limbah industri, melainkan oli bekas yang berasal dari garasi PO Bus SAN di kawasan tersebut.

Unggahan dari akun Instagram @infocegatansukoharjo langsung menarik perhatian warganet.

Dalam video tersebut, air banjir tampak menggenangi permukiman warga dengan warna hitam legam.

Warga yang merekam sempat menduga cairan tersebut merupakan limbah berbahaya yang terbawa arus.

Keterangan dalam unggahan menyebutkan, “Banjir di Cemani airnya tampak berwarna hitam legam. Setelah ditelusuri warga, ternyata tercampur dengan limbah oli bekas.”

Bukan Limbah Industri, Ini Sumber Air Hitam

Setelah ditelusuri, cairan hitam itu dipastikan bukan berasal dari limbah industri.

DLH Sukoharjo mengungkap sumbernya berasal dari oli bekas di garasi PO Bus SAN di kawasan tersebut.

Agus Suprapto menjelaskan, pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung.

“Iya, itu tampungan oli yang kena banjir,” ujarnya.

Ia menjelaskan, oli bekas tersebut awalnya ditampung dalam drum.

Namun, sebagian lainnya ditempatkan di area terbuka tanpa penutup.

“Informasinya ada tampungan yang dibuat seperti kolam. Karena tidak tertutup dan kemasukan air, akhirnya oli ikut terbawa banjir,” jelasnya.

Baca juga: Aktivitas Warga Grogol Sukoharjo Setelah Banjir: Bersih-bersih Rumah

DLH Lakukan Mitigasi, Sumber Pencemaran Dihentikan

DLH Sukoharjo bergerak cepat dengan melakukan langkah mitigasi guna mencegah pencemaran semakin meluas ke permukiman warga.

“Mitigasi atau penghentian sumber pencemar sudah dilakukan,” tegas Agus.

Selain itu, pihak pengelola PO bus diminta segera melaporkan kondisi tersebut serta menyiapkan rencana tindak lanjut penanganan dampak lingkungan.

Warga Benarkan Oli Terbawa Banjir

Salah satu warga setempat, Dimas Aryanto, membenarkan bahwa cairan hitam tersebut merupakan oli yang terbawa banjir dari garasi bus.

“Bukan limbah, itu oli dari PO Bus SAN. Kalau tidak banjir biasanya tidak sampai keluar di jalan,” singkatnya.

(*)

Baca Lebih Lanjut
Air Banjir di Kwarasan Sukoharjo Sempat Menghitam dan Viral, Ternyata dari Limbah Oli Bekas Bus
Ryantono Puji Santoso
Banjir Sukoharjo 2026 Bangkitkan Ingatan Warga pada 2007, Air Tembus Lebih dari 1 Meter di Kwarasan
Putradi Pamungkas
Usai Diterjang Banjir Seharian, Fenomena Jemur Kasur Terlihat di Kwarasan Sukoharjo
Putradi Pamungkas
Cerita Ratusan KK Warga Tanjunganom Sukoharjo Terdampak Banjir, Jelang Tengah Malam Bereskan Lumpur
Putradi Pamungkas
Cerita Warga Tanjunganom Sukoharjo, Air Masuk ke Rumah saat Subuh Gegara Sungai Sanggrahan Meluap
Vincentius Jyestha Candraditya
Banjir Sukoharjo Belum Surut, Kampung Tanjunganom Grogol Masih Tergenang hingga Malam
Ryantono Puji Santoso
Fenomena Warga Keluarkan Kasur dan Perabotan di Sukoharjo, Bukan untuk Dijual, tetapi Ini Alasannya
Hanang Yuwono
Banjir Melanda Sejumlah Titik di Indonesia, Sukoharjo hingga Lampung Tergenang Air
Suci BangunDS
Puluhan Sekolah di Sukoharjo Libur karena Banjir, MBG Tetap Bisa Diambil! Ini Caranya
Vincentius Jyestha Candraditya
Banjir Rendam 25 SD di Sukoharjo, Siswa Diliburkan Mendadak, Tetap Belajar di Rumah
Ryantono Puji Santoso