Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Fakta mengejutkan terungkap dalam penemuan kerangka manusia di Kartasura, Sukoharjo.
Meski lokasi temuan hanya berjarak sekitar 10 meter dari permukiman, warga mengaku tidak mencium bau busuk yang biasanya muncul dari jasad membusuk.
“Aneh juga, kami tidak mencium bau apa pun, padahal jaraknya dekat. Jadi kami tidak tahu kalau di situ ada jenazah manusia yang sudah jadi kerangka,” ujar warga setempat, Sugeng Sodiq, Jumat (17/4/2026).
Penemuan kerangka manusia tersebut terjadi di Dukuh Tegalmulyo, Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, pada Kamis (16/4/2026) petang.
Kejadian ini bermula dari peristiwa tak terduga yang dialami seorang remaja saat berburu biawak di kawasan semak-semak pinggir Sungai Jenes.
Saat itu, remaja yang identitasnya belum diketahui tengah mencari biawak di lahan kosong yang dipenuhi semak belukar. Sandal yang dikenakannya tiba-tiba terlepas.
Namun, ketika hendak mengambilnya, ia justru mendapati sandal tersebut berada di dekat bagian kepala kerangka manusia.
Terkejut dengan temuan itu, remaja tersebut langsung berlari dan melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar, termasuk Sugeng Sodiq yang rumahnya berada tepat di depan lokasi.
“Saya lupa jam berapanya, kalau tidak salah sekitar jam satu atau dua siang. Remaja itu datang ke sini, cerita, dan terlihat ketakutan,” ujarnya.
Setelah menerima laporan, warga segera memastikan keberadaan kerangka tersebut sebelum akhirnya melaporkannya ke pihak kepolisian.
“Setelah itu warga memastikan kerangka tersebut dan melapor ke polisi. Sekitar setengah tujuh malam, pihak kepolisian datang dan memastikan itu memang kerangka manusia,” lanjut Sugeng.
Petugas yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sejumlah barang ditemukan di sekitar kerangka, seperti kartu identitas, pakaian, serta tali dadung kecil berwarna kuning yang masih menempel pada tubuh korban.
Baca juga: Kronologi Temuan Kerangka Manusia di Kartasura Sukoharjo, Berawal dari Remaja Berburu Biawak
Kondisi kerangka saat ditemukan sudah tidak utuh.
Bagian kepala terpisah dari tubuhnya, mengindikasikan korban telah meninggal cukup lama.
“Tali dadung saat ditemukan masih menempel di tubuhnya. Kepalanya sudah terpisah dan jatuh,” ungkap Sugeng.
Baca juga: Identitas Kerangka Manusia di Kartasura Sukoharjo : Warga Setempat, Ada Riwayat Gangguan Jiwa
Temuan barang bukti tersebut kini menjadi petunjuk penting dalam proses penyelidikan untuk mengungkap identitas dan penyebab kematian korban
Sugeng mengungkapkan, korban diduga merupakan warga sekitar yang dikenal sering datang ke rumahnya untuk meminta makan dan mengumpulkan barang bekas.
“Korban orang sini, setiap hari ke tempat saya minta makan. Biasanya juga mengumpulkan barang-barang bekas seperti botol air mineral. Tapi memang benar, sebelum puasa sudah tidak kelihatan,” katanya.
(*)