TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kematian di Jalan raya Jumat (17/4/2026) kemarin terjadi di Jalan Pantura Jambearum Kendal arah Jakarta.
Peristiwa terjadi pukul 17:45 WIB, dimana seorang pemotor wanita bernama Ernitasari Wulandari (21) tersenggol truk.
Saat itu kondisi jalan tengah macet karena ada perbaikan.
Baca juga: Naik Mulai Sabtu 18 April 2026, Berikut Daftar Harga BBM Terbaru di Jateng
Ernitasari yang merupakan pekerja swasta asal Desa Sumogawe RT 002 RW 001 Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang itu gagal saat hendak menyalip truk lewat bahu jalan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda M Heru Ardiantoro mengatakan, pengendara motor beat streat dengan nomor polisi H-4146-AZC itu, nekat menggunakan bahu jalan untuk menyalip karena jalan Pantura sedang macet.
Kemacetan terjadi akibat adanya perbaikan lantai jembatan Kali Bodri di sisi utara arah menuju Semarang.
"Belum tahu kerja di mana, korban diduga kurang konsentrasi karena terburu-buru saat hendak menyalip lewat bahu jalan," katanya saat dihubungi.
Heru menerangkan, saat berusaha menyalip menggunakan bahu jalan, korban terpeleset dan terjatuh ke sebelah kanan.
Di titik itu, terdapat beda ketinggian bahu jalan dengan kontur jalan yang sudah dicor beton tersebut.
Nahasnya, terdapat truk bernomor polisi D-9109-UD yang melintas pelan tepat di samping korban.
Alhasil, korban langsung menyenggol bodi truk dan terjatuh terkena ban truk bagian belakang.
Setelah dilakukan pengecekan, korban dinyatakan meninggal dunia dengan luka berat di kepala.
Adapun truk tersebut dikemudikan oleh sopir dari Desa Cipeundeuy RT 004 RW 003 Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat.
"Korban tidak terlindas langsung, terkena ban belakang belum sempat terlindas. Kalau terlindas pasti remuk, ini tidak," ungkapnya.
Heru membantah narasi di media sosial yang menyebut korban mengalami kecelakaan di jalur contraflow arah Jakarta.
Dia menjelaskan, titik contraflow dimulai dari Sri Agung Cepiring hingga depan Kecamatan Patebon.
"Itu di Jambearum. Kalau contraflow kan di Cepiring sama Patebon. Masih jauh, itu karena macet ada contraflow, bukan pas di jalur contraflownya," tegasnya.
Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke RSUD Soewondo Kendal. Keluarga korban juga sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk melihat kondisi korban.
Heru berpesan agar pengendara sepeda motor tak menggunakan bahu jalan untuk menyalip, apalagi saat ini di Pantura Kendal tengah dilakukan pengecoran di beberapa titik.
"Tetap utamakan keselamatan, jangan nyalip dari bahu jalan. Itu bahaya. Harap bersabar karena ada beberapa titik pengecoran jalan di Kendal," tandasnya. (*)