Tribunlampung.co.id, Tegal - Penemuan jasad bayi membusuk di lemari indekos gegerkan warga Dukuh Candrageni, Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jumat (17/4/2026).
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekira pukul 05.15.
Dugaan sementara pihak kepolisian yang melakukan olah TKP, bayi tersebut diduga sudah meninggal tiga hari.
Kasus terungkap berawal seorang warga mencurigai adanya bau tidak sedap serta banyak lalat yang keluar dari kamar indekos.
Lalu melaporkannya kepada Ketua RT setempat.
Baca Juga Warga Curiga Banyak Lalat, Ternyata Jasad Bayi Membusuk di Lemari Kamar Indekos
Ahmad Syamsudin, Ketua RT 01 RW 09 Dukuh Candrageni mengatakan, jasad bayi ditemukan dalam kondisi meninggal, terbungkus kain seprai dan sarung bantal dengan posisi tengkurap.
“Awalnya warga mencium bau tidak sedap dan melihat banyak lalat dari dalam kamar,” papar Ahmad, Jumat (17/4/2026).
Ahmad menjelaskan, setelah menerima laporan, dia bersama warga langsung mengecek kamar tersebut menggunakan kunci cadangan.
Saat pintu dibuka, terlihat banyak lalat beterbangan di dalam kamar serta bercak darah di lantai, tepat di bawah pintu lemari.
"Saat dicek ke dalam lemari, ternyata ada bayi yang sudah meninggal," ujarnya.
Karena curiga, temuan tersebut segera dilaporkan ke pihak kepolisian.
Tidak berselang lama, petugas datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP.
Tim Biddokkes Polda Jateng pun melakukan autopsi terhadap jasad bayi di ruang pemulasaraan jenazah RSU Dokter Soeselo Slawi guna mengungkap penyebab kematian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bayi diperkirakan berusia 38 hingga 40 minggu (aterm), dengan berat sekira 3,5 hingga 5 kilogram dan panjang sekira 50 sentimeter.
Jenis kelamin belum dapat dipastikan karena kondisi jenazah yang telah membusuk.
Petugas menduga bayi tersebut telah meninggal sekira tiga hari sebelum ditemukan.
Selain itu, tidak ditemukan plasenta (ari-ari) di lokasi kejadian.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orangtua bayi serta penyebab pasti kematiannya.
Sumber: TribunJateng.com