SURYA.CO.ID, LUMAJANG – Kepala Desa (Kades) Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), Sampurno, menjadi korban penganiayaan dan pembacokan oleh sekelompok orang tak dikenal.

Korban menyebut peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan konflik pribadi dengan seorang pengusaha tebu.

Baca juga: Dibacok Ramai-ramai, Kades Pakel Lumajang Sampurno Pilih Jalan Damai dan Ungkap Fakta

Kronologi Berawal dari Permintaan Pinjaman

Sampurno mengaku, sebelumnya mendatangi seorang pengusaha tebu bernama Dani untuk meminjam uang.

“Saya bawa sertifikat lima, bawa duren. Sampai di sana bilang sakit, wes balik. Malu kami, kalau bilang tidak ada (uang pinjaman) saya tidak akan ke sana ya,” ucap Sampurno saat ditemui SURYA.co.id, Sabtu (18/4/2026).

Ia menyebut memiliki lahan tebu seluas 40 hektare, yang rencananya akan dikelola sebagai jaminan pinjaman.

“Tak suruh tak tanamkan Mas Dani karena sering dibantu. Ternyata ditelpon tidak diangkat, di-WA tidak dibales, kurang ajar,” ujarnya.

Baca juga: Kronologi Kades Pakel Lumajang Diserang Kelompok Bersenjata Celurit

Pertemuan di Pengajian Jadi Pemicu

Keduanya kembali bertemu dalam sebuah pengajian di Kecamatan Ranuyoso pada 14 April 2026. Sampurno mengaku sempat menegur Dani dalam pertemuan tersebut.

“Tak marahi biar dia tidak selalu menghina orang kecil. Sering itu menyepelekan orang kecil,” tuturnya.

Poin Penting Peristiwa

  • Korban: Kepala Desa Pakel
  • Lokasi: Gucialit, Lumajang
  • Pelaku: sekelompok orang tak dikenal
  • Dugaan pemicu: konflik pribadi
  • Kasus masih dalam penyelidikan

Korban Sebut Ada Aktor di Balik Penyerangan

Sampurno menduga penyerangan dilakukan atas perintah pihak tertentu.

“Tidak terima akhirnya menyuruh 15 orang untuk bunuh saya,” kata dia.

Sampurno juga mengingat saat sekelompok orang datang ke rumahnya dengan membawa senjata tajam.

“Sadis, saya diam dibacoki. Saya sendiri, dua orang di rumah takut. Semua bawa sajam, kepruk endas (kepala), dari samping depan dan belakang,” ungkapnya.

Polisi: Terduga Masih Berstatus Saksi

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menyatakan bahwa pihak yang disebut korban telah diperiksa sebagai saksi.

“DN sebagai saksi saat ini, karena yang bersangkutan tidak ada di lokasi (TKP), tidak pernah menyuruh, melakukan dan lain lain,” ujarnya.

AKBP Alex menjelaskan, bahwa yang bersangkutan datang langsung ke Mapolres untuk memberikan klarifikasi.

“Sekalian yang bersangkutan mengkonfirmasi dan menjelaskan. Sehingga kami paham apa yang melatar belakangi kejadian tersebut,” paparnya.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Polisi masih mendalami motif serta pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. Keterangan dari berbagai pihak terus dikumpulkan, guna mengungkap secara utuh peristiwa yang terjadi.

Baca Lebih Lanjut
Pengakuan Kades Sampurno di Lumajang Setelah Dibacok 15 Orang yang Geruduk Rumah, Sebut Salah Paham
Ignatia Andra
Kades Pakel Lumajang Diserang Belasan Orang, Ini Kronologi dan Pengakuan Korban
Haorrahman
Sempat Minta Maaf pada Pelaku, Kades Sampurno Tetap Diserang Pakai Senjata Tajam
Khistian Tauqid
Kondisi Kades Sampurno yang Dibacok 15 Orang Tamu di Rumahnya, Luka di Kepala hingga Punggung
Delta Lidina
10 Terduga Penganiaya Kades di Lumajang Diciduk Polisi, Hasil Visum Rumah Sakit Terungkap
Dwi Prastika
Pengakuan Kades di Lumajang usai Dibacok 15 Orang di Rumahnya saat Terima Tamu, Polisi Buru Pelaku
Nathanael MoerRahardian
Pemicu Aksi Penganiayaan Kades di Lumajang, Bermula Saat Pengajian di Ranuyoso
Dwi Prastika
Sedang Terima Tamu, Kades di Lumajang Dibacok Sekelompok Orang, Pelaku Melarikan Diri
Vivi Febrianti
Seusai Dibacok, Kades Pakel Justru Ajak Pelaku Pengeroyokan Sholawat Bareng & Tolak Penjara
Tribun-video
Pengakuan Kades di Lumajang Dibacok 15 Orang yang Geruduk Rumah, Diduga Akibat Salah Paham
Nur Rohman Urip