Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Dua remaja asal Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, ditemukan meninggal akibat kecelakaan lalu lintas atau laka lantas.
Keduanya diduga mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Desa Meunasah Baroh, Kecamatan Peudada, Bireuen, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.
Kedua korban sempat dibawa ke Puskesmas Peudada dalam kondisi kritis, kemudian dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Fauziah Bireuen. Namun, keduanya dinyatakan meninggal dunia.
Identitas korban baru diketahui sekitar pukul 13.00 WIB, Minggu (19/4/2026), yakni Masjidil Aqsa (17), warga Desa Ulee Kareung, dan Amirul Mukminin (17), warga Desa Cureh Baroh, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.
Informasi diperoleh, sekitar pukul 02.30 WIB warga sekitar lokasi mendengar suara seseorang meminta tolong. Warga kemudian mendatangi sumber suara tersebut.
Saat tiba di lokasi, warga melihat dua orang dalam kondisi kritis terjatuh di saluran pinggir jalan.
Baca juga: 4.759 KK Korban Banjir Bireuen Segera Terima Bantuan Dana Stimulan Ekonomi Rp8 Juta Per KK
Satu korban ditemukan jatuh ke sawah, sementara satu lainnya berada di dalam saluran tertimpa sepeda motor jenis Supra Fit.
Warga kemudian menghubungi Polsek Peudada dan Puskesmas Peudada. Paramedis yang tiba di lokasi mendapati satu korban telah meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya masih kritis.
Kedua korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Peudada untuk penanganan darurat, kemudian dirujuk ke IGD RSUD dr Fauziah Bireuen.
Setibanya di rumah sakit, korban yang sebelumnya kritis juga dinyatakan meninggal dunia.
Sopir ambulans Puskesmas Peudada, Muttaqin, kepada Serambinews.com mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga dan anggota Polsek Peudada terkait adanya dua orang diduga mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Desa Meunasah Baroh.
“Kedua korban kami jemput menggunakan dua ambulans dan dibawa ke Puskesmas, kemudian dirujuk ke IGD RSUD Bireuen sekitar pukul 05.00 WIB,” ujar Muttaqin.
Baca juga: Rehabilitasi Tambak Rusak Akibat Dihantam Banjir di Bireuen Tunggu Kebijakan Pusat
Korban sempat berada beberapa jam di ruang pemulasaraan jenazah karena identitas mereka belum diketahui.
Tidak ditemukan kartu identitas, kecuali sebuah ponsel dan informasi tempat servis HP. Informasi kemudian disebarkan melalui media sosial.
Kapolsubsektor Simpang Mamplam, Iptu Muslim, yang saat itu berada di Polsek Peudada, turut menyebarkan informasi ke wilayah Simpang Mamplam karena ada dugaan korban merupakan warga setempat.
Akhirnya, identitas kedua korban berhasil diketahui dan keluarga datang ke RSUD dr Fauziah Bireuen untuk memastikan. Setelah dicek, benar keduanya merupakan warga Kecamatan Simpang Mamplam.
Kapolsek Peudada, Iptu Supratman, mengatakan anggota piket menerima laporan dari warga mengenai dua korban kecelakaan.
Personel Polsek dan Koramil langsung menuju lokasi dan bersama warga mengevakuasi korban menggunakan dua mobil ambulans Puskesmas Peudada.
Baca juga: Ratusan Hektare Sawah Rusak Terdampak Banjir di Bireuen Mulai Dibersihkan
“Akibat luka yang diderita, satu korban meninggal di Puskesmas dan satu korban lainnya meninggal saat penanganan medis di IGD RSUD dr Fauziah,” ujar Kapolsek.
Untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut, saat ini kasus masih dalam penyelidikan pihak Polsek Peudada dan Polres Bireuen. (*)