TRIBUN-TIMUR.COM - Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Sapayuang Sulawesi Selatan terus mempererat silaturahmi antarperantau.

Organisasi ini akan menggelar halalbihalal pada Minggu, 26 April 2026.

Kegiatan berlangsung di Balai Prajurit Hasanuddin (BPH) Makodam XIV Hasanuddin, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Ketua Umum IKM Sapayuang, Akmal Musthafa, menyebut agenda ini rutin digelar setiap tahun.

Tujuannya untuk mempertemukan kembali warga Minang di perantauan.

“Masyarakat Minang di Sulsel ini kita kumpul kembali, bersatu, memperkokoh lagi tali ukhuwah Islamiyah sesama anak rantau,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Halalbihalal ini diperkirakan dihadiri 1.000 hingga 2.000 orang.

Jumlah tersebut mencakup anggota IKM Sapayuang sekitar 500 orang, serta sekitar 2.000 perantau Minang di Sulsel.

Sejumlah tokoh asal Sumatera Barat juga diundang. Begitu pula unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel.

Baca juga: Parepare Kloter Akhir, Pinrang Tiga Gelombang

Acara akan dimeriahkan berbagai pertunjukan. Mulai dari tari-tarian khas Minang, kesenian irama Minang, hingga undian.

“Tentu banyak rangkaian kegiatan untuk meramaikan halalbihalal,” katanya.

Tahun ini, tema diangkat adalah Rantao Basamo, Imam Basatu, Sucikan Hati, Satukan Niat.

Tema tersebut berkaitan dengan upaya pembangunan masjid oleh IKM Sapayuang.

Saat ini, IKM Sapayuang tengah membangun Masjid Al-Hijra Minangkabau di Kabupaten Maros.

Masjid tersebut berdiri di atas lahan wakaf seluas 2.000 meter persegi.

Lahan ini merupakan wakaf dari Mardius Kamaruddin Koto. Bangunan masjid dirancang tiga lantai.

Lantai pertama difungsikan sebagai asrama.

Lantai kedua sebagai ruang utama masjid.

Sementara lantai ketiga akan dijadikan rumah tahfiz.

Lokasinya berada di Dusun Moncongloe Lappara, Desa Moncongloe Lappara, Kabupaten Maros.

Pembangunan masjid telah dimulai sejak Oktober 2025.

Baca juga: Pertamina Jamin Stok LPG Nonsubsidi Aman di Sulsel

Total anggaran yang dibutuhkan ditaksir mencapai sekitar Rp9 hingga Rp10 miliar.

Target penyelesaian proyek ini pada 2028.

“Pembangunan masjid ini membutuhkan dana yang cukup besar, sehingga kami mengajak partisipasi semua pihak,” ujar Akmal.

Ia berharap, jika rampung, masjid ini bisa menjadi ikon baru di Sulawesi Selatan.

Desain masjid mengusung arsitektur khas Minangkabau.

Atapnya berbentuk bagonjong, menyerupai tanduk kerbau seperti pada Rumah Gadang.

Bentuk tersebut melambangkan kejayaan, nilai ketuhanan, dan adat.

Untuk menara, sempat direncanakan menyerupai Jam Gadang di Bukittinggi.

Namun rencana itu diubah setelah mendapat berbagai masukan.

Menara masjid nantinya akan berbentuk kubah.

“Harapannya, masjid ini bisa menjadi ikon di Sulsel. Mudah-mudahan terwujud,” katanya.(*)

Baca Lebih Lanjut
Geng Motor Kian Meresahkan di Maros! Terbaru Serang Warung Makan di Jalan Poros Batas Pangkep
Alfian
Ikatan Keluarga Minang di Kota Palu Hidupkan Tradisi Bajamba
Mahyuddin
Cek Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Besok Selasa 21 April 2026: Bulukumba, Bone, Makassar, Maros
Lailatun Niqmah
PDAM Makassar Krisis Air Baku, Pasokan Turun Drastis Akibat El Nino Godzilla
Sukmawati Ibrahim
Suasana Warga Antre Setor Sampah Nonorganik di BSU Makkio Baji
Saldy Irawan
Sundulan M Arfan Bawa PSM Makassar Unggul 1-0 atas Borneo FC di Menit 16
Ari Maryadi
Kasus Campak di Maros Capai 31, Satu Pasien Masih Dirawat
Saldy Irawan
Suhu Udara di Makassar Terasa Panas, BMKG: Masih Normal
Alfian
Lirik Lagu Minang Mudaraik Janji Dinyanyikan Oleh Eno Viola
Hendri Gusmulyadi
Suhu Udara Maros Capai 33 Derajat Celcius, BMKG: ke Depan Cuaca Lebih Panas Lagi
Ansar