Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di SMA 5 Bandung pada Selasa (21/4/2026) diwarnai berbagai respons dari peserta.
Para peserta ada yang tampak lesu hingga pusing setelah keluar ruangan selama kurang lebih 4 jam mengisi soal-soal UTBK.
Mereka mengaku soal yang diujikan cukup menantang, terutama pada bagian penalaran matematika dan pengetahuan kuantitatif.
Meski demikian, mereka tetap menyimpan harapan untuk lolos ke perguruan tinggi impian.
Salah satu peserta, Kireina, mengungkapkan bahwa ia sempat melakukan persiapan melalui kegiatan di sekolah, meski tidak mengikuti bimbingan belajar secara intensif. Ia mengaku terbantu dengan adanya latihan soal yang diberikan sebelumnya.
“Aku sempat ikut try out di sekolah sih. Lumayan membantu juga, jadi tahu gambaran soalnya,” ujar Kireina saat ditemui usai ujian.
Meski sudah memiliki bayangan soal, ia tetap merasakan kesulitan saat mengerjakan.
Terlebih, waktu pengerjaan yang berlangsung selama beberapa jam membuatnya cukup kelelahan.
Baca juga: Kursi Roda Tak Surutkan Semangat Rahma Menggapai Cita-Cita Lewat UTBK-SNBT di ISBI Bandung
“Lumayan pusing sih, apalagi pas ngerjain. Tapi aku juga nggak yakin bisa lolos,” kata Kireina sambil tertawa .
Kireina berencana melanjutkan pendidikan ke Universitas Padjadjaran dengan mengambil jurusan perfilman.
Hal senada disampaikan Zulfa, yang juga mengikuti UTBK di lokasi yang sama. Ia menilai bagian pengetahuan kuantitatif menjadi tantangan tersulit dalam ujian kali ini.
“Yang paling sulit itu pengetahuan kuantitatif. Walaupun ada kalkulator, tetap aja susah,” ungkapnya.
Peserta lainnya, Fazil mengaku telah melakukan persiapan lebih intensif dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dengan memperkuat dasar-dasar materi. Ia juga sempat mengikuti bimbingan belajar secara daring yang dinilai cukup membantu.
“Ada beberapa yang mirip dari soal latihan, kayak fungsi atau peluang. Tapi pas ujian tetap suka blank,” ujarnya.
Ia pun mengakui sempat merasa tegang hingga sulit tidur menjelang hari ujian. Meski begitu, ia tetap berusaha menjaga kondisi agar tetap tenang saat mengerjakan soal.
“Semalam deg-degan banget, tapi harus tetap rileks,” katanya.
Fazil, juga mengungkapkan pengalaman serupa. Ia menyebut soal UTBK tahun ini cukup sulit, namun masih bisa dikerjakan.
“Lumayan susah, tapi alhamdulillah masih bisa dikerjain,” ujarnya singkat.
Baca juga: Diky Candra Nilai Uji Coba CFD ASN Rabu di Kota Tasikmalaya Kurang Efektif, Minta Dikaji Ulang
Peserta lain, Reki, menuturkan bahwa ia berhasil mengisi seluruh soal meskipun menghadapi kesulitan di beberapa bagian, khususnya pengetahuan kuantitatif dan penalaran matematika.
“Alhamdulillah semua keisi, walaupun yang paling susah PK sama PM,” katanya.
Reki datang ke lokasi ujian sejak pukul 10.00 WIB dan mengaku sempat merasa sangat tegang pada malam sebelum ujian.
“Iya, deg-degan banget sampai pusing,” ujarnya.
Meski demikian, ia tetap optimistis dapat lolos ke perguruan tinggi tujuan, yakni Institut Pertanian Bogor dengan jurusan akuntansi.
Di sisi lain, Reki juga menyoroti isu kecurangan dalam pelaksanaan UTBK, seperti penggunaan joki. Ia mengaku kecewa dengan adanya praktik tersebut karena dianggap merugikan peserta yang telah berjuang secara jujur.
“Kecewa banget. Jadi kayak perjuangan kita sia-sia kalau ada yang pakai cara curang,” tegasnya.
Pelaksanaan UTBK di SMA 5 Bandung sendiri berlangsung tertib dengan pengawasan ketat, hanya peserta UTBK yang bisa memasuki ruangan.
Para orang tua yang mendampingi pun hanya bisa menunggu di gerbang. Bahkan beberapa orang tua tampak antusias ketika ujian selesai dan langsung menunggu anaknya. (*)