TRIBUNNEWS.COM - Panitia Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Jawa Timur berhasil mengungkap adanya joki UTBK.
Setelah didalami, diduga kuat joki tersebut masuk ke dalam jaringan yang terorganisir dan memanfaatkan teknologi hingga pemalsuan dokumen.
Kasus ini di Unesa ini terungkap setelah kecerdasan buatan (AI) pencocokan mendeteksi adanya penggunaan foto identitas peserta lintas tahun.
Foto tersebut 95 persen mirip dengan dua pendaftaran berbeda.
"Dari data awal yang kami miliki menggunakan AI, ditemukan foto dengan tingkat kemiripan hampir 95 persen yang digunakan di dua SPMB yang berbeda," ujar Wakil Retor Bidang Pendidian, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi.
Ia menuturkan, foto tersebut sebelumnya pernah muncul pada UTBK 2025 namun peserta tidak hadir.
"Ketika kami bandingkan dengan data tahun lalu, ternyata fotonya sama persis tetapi namanya berbeda,"
"Ini yang kemudian memicu kecurigaan kami," imbuhnya.
Dari temuan tersebut, pihak panitia pun melakukan pemeriksaan terhadap terduga joki.
"Hasilnya yang bersangkutan mengaku sebagai joki," kata Martadi, dikutip dari TribunJatim.com.
Dari keterangan joki, terungkap bahwa pelaku merupakan bagian dari jaringan.
Baca juga: Pengguna Joki UTBK Terancam Blacklist Seumur Hidup dari Seluruh Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia
Bahkan, joki harus melakui proses rekrutmen.
"Mereka direkrut di sebuah kafe dan tidak saling mengenal antar joki. Ini menunjukkan pola jaringan yang terorganisir," jelasnya.
Ia menuturkan, joki tersebut datang tanpa membawa identitas apapun karena semuanya telah disiapkan.
"Yang bersangkutan datang tanpa membawa identitas apa pun. Semua sudah disiapkan, KTP, ijazah, semuanya atas nama peserta asli tetapi fotonya diganti," ungkap Martadi.
Dokumen-dokumen tersebut bukan hanya sekadar salinan, namun juga memiliki ciri keaslian.
"Bahkan ijazahnya itu stempel basah. Setelah kami verifikasi ke sekolah, datanya benar, tetapi fotonya berbeda," tegasnya.
Kasus ini pun akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.
"Yang kami laporkan saat ini adalah joki, karena pelanggaran terjadi di wilayah kami. Untuk pihak lain akan dikembangkan oleh kepolisian," ujar Martadi.
Baca juga: Identitas Joki UTBK di Malang Berhasil Dibongkar, Diduga Palsukan KTP hingga Ijazah
Terpisah, Polrestabes Surabaya mengonfirmasi adanya laporan terkait praktik joki UTBK.
Plt Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto menyebutkan, penyidik masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini.
"Kasus ditangani oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya ya, mohon waktu masih berproses (penyelidikannya)," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Rabu (22/4/2026).
Ia mengatakan, satu orang pelaku diamankan dan sejumlah saksi dimintai keterangan.
AKP Hadi pun meminta waktu karena saat ini masih dalam pendalaman.
"Mohon waktu, nanti kami sampaikan setelah rampung ya," pungkasnya.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJatim.com, Sulvi Sofiana)