BANGKAPOS.COM -- Foto bayi-bayi tanpa baju dengan kaki terikat di sebuah tempat penitipan anak menuai sorotan publik.

Tempat penitipan anak (daycare) merupakan layanan jasa yang semakin dibutuhkan saat orang tua bekerja.

Di Indonesia, pendirian daycare memerlukan izin legal meliputi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS, serta rekomendasi dari Dinas Pendidikan setempat.

Syarat utamanya mencakup dokumen pendiri, domisili, susunan pengurus, dan hasil studi kelayakan. Tempat wajib aman, layak anak, dan memiliki pengasuh kompeten.

Baca juga: Beredar Foto Bayi-bayi Kaki Terikat Tanpa Baju di Daycare Yogyakarta, Orangtua Terpukul, Anak Trauma

Namun, muncul berbagai kasus kekerasan di daycare yang menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan orang tua dan masyarakat luas.

Seperti yang terjadi di Yogyakarta. Sebuah daycare bernama Little Aresha digerebek pihak kepolisian pada Jumat (24/4/2026).

Penggerebekan itu dilakukan setelah adanya laporan tindak kekerasan di daycare tersebut.

Lantas, seperti apa profil Daycare Little Aresha yang kini menuai sorotan?

Profil Little Aresha

Little Aresha merupakan lembaga daycare yang berbasis di Yogyakarta.

Informasinya tercantum dalam situs pencari kerja Jobnas.com.

TIDUR KAKI TERIKAT - Kolase daycare digerebek Polresta Yogyakarta dan bayi bayi tanpa baju terikat tali dugaan kekerasan penitipan anak.
TIDUR KAKI TERIKAT - Kolase daycare digerebek Polresta Yogyakarta dan bayi bayi tanpa baju terikat tali dugaan kekerasan penitipan anak. (Tribun Jogja/Miftahul Huda/Threads)

Little Aresha merupakan lembaga pendidikan yang menyediakan program PG, TK, dan Daycare Program Plus berbasis kurikulum inovatif dan holistik.

Lembaga ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung guna membantu perkembangan anak secara optimal.

Baca juga: Terungkap Motif Senior Hajar Puluhan Siswa Taruna Nusantara, Ada yang Patah Tulang, 19 Nama Terlibat

Tenaga pengasuhnya disebut berpengalaman dan ramah anak.

Daycare ini juga mengklaim fasilitas lengkap untuk mendukung pembelajaran dan stimulasi anak usia dini.

Little Aresha beroperasi dari Senin hingga Sabtu dengan jam operasional fleksibel mulai sekira pukul 06.30-18.00 WIB.

Lokasinya berada di Jalan Pakel Baru Utara, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta.

Little Aresha menerima anak mulai usia dua bulan hingga sekira delapan tahun.

Fasilitas yang disediakan termasuk ruang bermain indoor/outdor, ruang tidur full-AC, dan ruang kelas.

Selain itu juga disebut ada konsultasi perkembangan serta kunjungan dokter secara berkala untuk memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Baca juga: Gugur di Lebanon, Inilah Profil Praka Rico Pramudia Usai 4 Pekan Dirawat: Usia Berapa, Biodata Istri

Selain pengasuhan, anak-anak mendapatkan pembelajaran yang disesuaikan usia guna menstimulasi kecerdasan dan karakter mereka secara menyeluruh.

Cara operasional dan layanan dirancang untuk fleksibilitas orang tua.

Waktu penjemputan bisa disesuaikan, program harian tersedia, dan sistem belajar mendukung tiga bahasa: Bahasa Indonesia; Inggris; dan Jawa.

Berdasarkan informasi dari sejumlah orang tua yang menitipkan anaknya, biaya daycare tersebut berkisar antara Rp900 hingga lebih dari Rp1 juta per bulan.

Tak Kantongi Izin Operasional

Setelah kasus dugaan penganiayaan mencuat di Daycare Little Aresha, fakta pun terungkap.

Ternyata tempat penitipan anak tersebut tidak mengantongi izin operasional.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas mengonfirmasi hal tersebut.

Retnaningtyas mengatakan, kepastian tidak adanya izin operasional di daycare tersebut setelah dilakukan pengecekan ke instansi terkait.

“Tidak berizin. Kami sudah cek di Dinas Pendidikan maupun ke Dinas Perizinan, memang itu belum ada izinnya,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (25/4/2026), dilansir Kompas.com.

Awal Dugaan PenganiayaanTerungkap

Kasus dugaan penganiayaan di daycare tersebut bermula dari laporan mantan karyawan.

Karyawan itu memutuskan resign dari Daycare Little Aresha setelah melihat perlakuan terhadap bayi dan anak yang dititipkan tidak manusiawi.

“Sehingga kurang sesuai dengan hati nuraninya karena mungkin ada yang dianiaya, ditelantarkan,” kata Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, saat dihubungi TribunJogja.com, Sabtu (25/4/2026).

Baca juga: Inilah Dua Bos Timah dari Basel yang Asetnya Disita, 9 Tersangka Lain Tunggu Giliran, Kejari Bersiap

Namun, setelah resign, ijazahnya masih ditahan oleh pihak daycare.

Atas hal itu, ia kemudian melapor ke polisi.

"Ijazahnya ditahan sama pemilik (daycare) sehingga dia melapor ke kami. Karena mendapat informasi tersebut, langsung kami ditindaklanjuti,” terang dia.

Kemudian, dilakukan penggerebekan pada Jumat sore.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian membenarkan terkait penggerebakan tersebut.

“Iya benar, Satuan Reserse Polresta Jogja tadi sore baru saja melakukan menggerebekan sebuah tempat penitipan anak di daerah umbulharjo,” katanya, saat dikonfirmasi Jumat malam.

Riski mengatakan, diduga kuat beberapa oknum di daycare tersebut melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak.

“Diduga kuat memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakukan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak,” terang Riski.

(TribunJogja.com/Miftahul Huda) (Tribunnews.com/Nanda Lusiana) (Kompas.com/Wisang Seto Pangaribowo) (Bangkapos.com)

 

Baca Lebih Lanjut
Siapa Diyah Kusumastuti? Sosoknya Viral Usai Daycare Little Aresha Jogja Digerebek Aniaya Balita
Jonisetiawan
Pengakuan Mengejutkan Orangtua, Anaknya Kerap Terluka Usai dari Daycare Little Aresha
Kiki Novilia
Eks Karyawan Bongkar Kejamnya Daycare Little Aresha Jogja, Nekat Lapor Polisi Meski Ijazah Ditahan
Jonisetiawan
Daycare di Yogyakarta Digerebek Polisi, Diduga Ikat Tangan-Kaki Anak
Kiki Novilia
Tindakan Kejam Pengasuh Daycare Jogja, Bayi Dibedong Diikat ke Jendela, Anak Dibiarkan Kelaparan
Ardhi Sanjaya
Daftar Fakta Baru Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta: 53 Anak Jadi Korban, Luka Serupa
Rr Dewi Kartika H
Soal Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Polisi Amankan 30 Orang
Joko Widiyarso
PILU Anak-Anak di Daycare Ini Dianiaya, Kaki Tangan Diikat, Tak Diberi Makan, 30 Karyawan Diperiksa
Tommy Simatupang
Curhat Pilu Orangtua Korban Kekerasan Anak di Daycare Jogja, Temukan Luka-luka dan Sering Sakit
Ayu Wulansari K
53 Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan Tempat Penitipan Anak di Yogya, Digerebek Ternyata Tak Berizin
Wawan Akuba