Tribunlampung.co.id, Semarang - Seorang ayah di Semarang, Jawa Tengah, terpukul karena kehilangan dua anak sekaligus.

Dia harus menghadapi kenyataan bahwa kedua anaknya terlibat kasus penusukan berujung tewas, satu sebagai korban, satu sebagai pelaku.

Kejadian di Kampung Bedas Utara, Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (25/4/2026).

Yang satu meninggal dunia, satunya lagi jadi pelaku penusukan kakaknya. 

Korban dalam tragedi tragis ini adalah Muhammad Zul Husni (27) yang tewas ditusuk Azzidani (18), adik kandungnya.

Baca Juga Pemandu Lagu di Panjang Tewas Bersimbah Darah Ditusuk Tamu di Kafe Miliknya

Muhammad Aenanto (54), ayah korban sekaligus pelaku, mengaku masih syok dan belum mampu memikirkan langkah ke depan.

“Masih, masih syok. Kita ini masih memikirkan yang saat ini, belum sampai ke depannya,” kata Aenanto,

“Korban itu anak saya, dan yang pelaku juga anak saya,” kata dia.

Aenanto mengaku belum mampu memikirkan langkah jangka panjang, karena keluarga masih berada dalam fase duka yang mendalam. 

Aktivitas sehari-hari pun masih berpusat pada proses berduka dan pemulihan kondisi mental keluarga.

“Kalau untuk ke depan, jangka panjangnya belum bisa kami pikirkan. Sekarang ini masih masa berduka, masih memulihkan diri,” ungkap dia.

Dijelaskan, bahwa dirinya dirinya memiliki empat orang anak, tiga laki-laki dan satu perempuan. 

Korban merupakan anak pertama, sementara pelaku adalah anak ketiga. 

Sementara itu, anak keduanya laki-laki, dan anak bungsu perempuan yang masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar.

Korban dimakamkan di TPU Pancang, dekat rumah duka.

Harapan Jadi Pelajaran

Meski kehilangan anak sulungnya, Aenanto tetap menunjukkan kasih seorang ayah kepada pelaku yang kini harus menjalani proses hukum.

Dia berharap hukuman terhadap anak ketiganya bisa diringankan, dengan pertimbangan usia dan agar menjadi pembelajaran ke depan.

“Harapan saya, anak saya yang sekarang ditahan itu, hukumannya bisa diringankan. Supaya ini jadi pembelajaran, supaya tidak mengulangi lagi,” harap dia.

Lebih dari itu, Aenanto berharap anaknya bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik, terutama dalam bersikap terhadap orang lain.

“Ke depan, saya ingin anak saya bisa berubah, bisa lebih menghargai orang lain, menghargai pendapat orang lain, dan bisa hidup lebih baik dengan keluarga dan lingkungan,” katanya.

Kronologi

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 00.03 WIB di Jalan Kakap, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban dan pelaku tengah berkumpul bersama rekan-rekannya sambil mengonsumsi minuman keras.

“Jadi mereka ini lagi kumpul-kumpul, minum, ada alkohol juga. 

Nah, ada omongan kakaknya yang membuat adiknya kurang berkenan,” kata AKBP Andika.

Ucapan yang memicu ketersinggungan itu kemudian berkembang menjadi cekcok.

Namun, situasi tidak langsung mereda.

Berdasarkan keterangan saksi, pelaku sempat meninggalkan lokasi, pulang ke rumah, lalu kembali dengan membawa sebilah pisau kecil.

Setelah kembali, pelaku mencari korban yang masih berada di lokasi. 

Saat bertemu, pelaku langsung mengejar kakaknya.

Korban sempat berusaha menghindar, namun pelaku menusukkan pisau ke bagian punggung korban. 

Luka tusuk sedalam sekitar 5,5 sentimeter itu menjadi fatal.

Korban terkapar di jalan sebelum akhirnya ditolong warga dan dilarikan ke RS Pantiwilasa dr. Cipto Semarang. 

Namun nyawanya tak tertolong.

“Sempat dibawa ke rumah sakit, meninggal di rumah sakit,” kata Kasatreskrim.

Proses Hukum Berjalan

Polisi bergerak seusai kejadian. 

Beberapa jam kemudian, pelaku diamankan dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan dalam penusukan juga telah disita. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif.

Kasus itu kini ditangani oleh Polrestabes Semarang bersama Polsek Semarang Utara untuk proses hukum lebih lanjut, termasuk pendalaman terkait konsumsi alkohol dan kondisi psikologis pelaku saat kejadian.

Sumber: TribunJateng.com

Baca Lebih Lanjut
Kepedihan Aenanto Kehilangan 2 Putranya, sang Kakak Tewas Dibunuh Adiknya
Khistian Tauqid
Tragedi Adik Tusuk Kakak Hingga Meninggal di Semarang, Ayah Syok Kehilangan Dua Anak Sekaligus
Deni setiawan
Akhirnya Pelaku Penusukan Kakek 4 Cucu hingga Tewas di Surabaya Ditangkap, Warga Kuak Eksekutornya
Musahadah
UPDATE Kakek Simokerto Surabaya Tewas Penuh Luka Tusuk: Motif Asmara Mencuat
Cak Sur
Detik-detik Kakek di Surabaya Tewas Ditikam Teman, Polisi Amankan CCTV dan Buru 4 Pelaku
Facundo Chrysnha Pradipha
Pengakuan Man Pelaku Penusukan Kakek 4 Cucu di Surabaya: Saya Sakit Hati
Cak Sur
Gelagat Man Sebelum Tusuk Kakek 4 Cucu Hingga Tewas di Surabaya, Jalan Cepat Usai Eksekusi Korban
Musahadah
Duduk Perkara Kakek 4 Cucu di Surabaya Ditusuk Teman hingga Tewas, Warga Sampai Menjerit
Januar
Sosok Man Pelaku Eksekutor Penusukan Kakek 4 Cucu di Simokerto Surabaya, Teman Nongkrong Korban
Dyan Rekohadi
Ayah dan Anak di Sumba Tengah NTT Tewas Dibunuh, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku
Apolonia Matilde