Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terungkap pengakuan pelaku pemukulan tukang cukur rambut di depan gerai barbershop Jalan Sepat Lidah Kulon, Lakarsantri, Surabaya yang sempat viral di medsos beberapa waktu lalu.
Ternyata, sosok pelakunya berinisial MJW (46) warga Tegalsari Surabaya, yang kesehariannya bekerja sebagai penjual tisu di Kota Surabaya.
Pelaku MJW mengaku ketakutan saat video CCTV aksi pemukulan yang dilakukan terhadap korban viral di medsos, berselang satu hari setelah kejadian, pada Senin (30/3/2026).
Saking takutnya diburu Polisi karena viralnya video tersebut, ia sempat membuang jaket dan cincin akik yang dipakainya selama beraksi guna menutupi jejak.
Baca juga: Mobil Mewah Dibeli Tunai Hendak Ditarik Paksa, Warga Surabaya Laporkan Debt Collector ke Polisi
Hal tersebut diungkapnya saat diinterogasi oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan dalam unggahan video melalui akun Instagram (IG) pribadinya; @luthfie.daily.
Kendati demikian, Pelaku MJW tak menyangka keberadaan dirinya tetap berhasil terlacak meskipun telah membuang pakaian dan benda yang bisa menjadi barang bukti.
Bahkan, ia mengaku, dirinya berhasil teridentifikasi keberadaannya karena sempat melalui siaran langsung (live) TikTok.
Hingga akhirnya petugas Polisi berhasil menangkap dirinya, pada Rabu (15/4/2026).
"Aku ketangkap pas live di TikTok. Jaket, cincin saya buang ke Kayoon. Ya pada saat kejadian itu. Karena saya ketakutan," ujarnya saat menjawab interogasi Luthfie, seperti yang dilihat Tribunjatim.com dalam unggahan akun IG @luthfie.daily, pada Senin (27/4/2026).
Lantas saat ditanyai mengenai motifnya menganiaya korban Isbad Ubaidillah alias Ubay (27) warga Probolinggo. Pelaku MJW mengaku merasa tersinggung saat korban melihat dirinya.
"Liat lihat doang. Saya mau berangkat jualan," katanya.
Sebenarnya, lanjut Pelaku MJW, kejadian tersebut bermula saat dirinya hendak berangkat berjualan mengendarai motor.
Lalu, tiba-tiba seorang pemotor pria lain yang membonceng seorang perempuan, mendadak mendahuluinya.
Lantaran tak terima disalip, Pelaku MJW lantas membalas dengan menyalip pemotor tersebut.
Momen itu terjadi beberapa kali hingga akhirnya kedua belah pihak berhenti di bahu jalan.
"Saya di jalan, dia nyalip duluan. Langsung saya salip. kita salip salipan. Saya pecok dia berhenti dia menarik ceweknya," ungkapnya.
Sebenarnya, Pelaku MJW berdalih, dirinya menginginkan menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.
Tapi pemotor lawannya sudah terlanjur kabur berlarian menjauh dari dirinya.
"Saya kejar tapi engga ketangkap. Mau bilang enak-enakan maksudnya pak," jelasnya.
Tak pelak, Pelaku MJW lantas mengamuk kepada si korban yang duduk di depan teras gerai barbershop-nya.
Ia menuduh korban berupaya sedang mencampuri urusannya.
"Aku lihat, dia lihat. Apa wes ojo melok melok mas iki urusanku," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Lakarsantri Polrestabes Surabaya Kompol Imam Solikin mengatakan, pelaku sengaja memukuli korban karena merasa tertantang saat melihat korban.
Pelaku mengaku sempat memegang kerah pakaian korban. Namun karena memberontak, pelaku lantas menghajar wajah korban.
Sebelum warga di sekitar lokasi mendatanginya. Pelaku lantas kabur meninggalkan lokasi.
"Korban berontak akhirnya pelaku memukul beberapa kali ke wajah korban sampai akhirnya kejadian tersebut diketahui warga sekitar dan seketika itu juga pelaku langsung kabur melarikan diri ke arah Lidah Wetan Surabay," ujarnya saat dihubungi Tribunjatim.com
Baca juga: Polemik Kebisingan Tempat Hiburan di Surabaya: Armuji Turun Tangan, Manajemen Klaim Pasang Peredam
Kemudian, setelah kasus tersebut diselidiki dengan memeriksa para saksi dan menghimpun rekaman CCTV. Imam mengatakan, pelaku berhasil ditangkap di kediamannya kawasan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik pada Rabu (15/4/2026) malam.
"Pelaku berhasil ditangkap Anggota Unit Reskrim Polsek Lakarsantri di daerah Menganti Gresik," pungkasnya.
Sebelumnya, belakangan diketahui sosok pegawai barbershop tersebut berinisial Isbad Ubaidillah (27) warga asal Probolinggo, yang sudah merantau di Kota Surabaya sejak tahun 2018 dan bekerja sebagai tukang cukur rambut sejak 2023.
"Pengendara cowok-cewek itu lari lewat depannya saya pas duduk. Lewat terus pelakunya ngejar. Setelah itu aku ngelihat. Pelakunya kembali. Dia kembali datang ke saya, marah-marah ke saya," ujar pemuda yang karib disapa Ubay itu, saat ditemui Tribunjatim.com di Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya, pada Selasa (31/3/2026).
Bukan cuma membentak dengan nada tinggi disertai umpatan tanpa henti. Si pelaku sempat mendorong dan melayangkan beberapa kali pukulan menggunakan tangan kanan ke wajah Ubay.
Bahkan, tubuh Ubay juga sempat dipiting dan sempat dijadikan samsak hidup; sasaran pukulan brutal oleh si pria terduga pelaku.
Akibatnya, Ubay mengalami luka sobek pada kulit bibir sisi kanan sepanjang 1,5 sentimeter, hingga harus memperoleh dua jahitan medis.
Termasuk juga mengalami luka memar pada kening kepala sisi kanan. Ada juga memar pada bagian kepala sisi belakang. Dan punggungnya.
"Ya, di bibir sini sobek. Terus di sini benjol. Kepala sini, belakang. leher sini ya luka bekas cakaran kayaknya. Terus bahu sini," katanya seraya memegang beberapa bagian tubuh yang masih terasa nyeri.
Sebenarnya Ubay bisa saja melakukan perlawanan dengan menyerang balik pelaku tersebut. Apalagi dia juga memiliki kemampuan bela diri yang pernah diasahnya sewaktu bersekolah dahulu.
Namun, ia memilih tetap mempertebal stok rasa sabarnya.
Lagi pula, sesaat tubuhnya dipiting dan dipukuli, beberapa orang pengendara dan warga sekitar gerai barbershop-nya, mulai berdatangan dan melerai insiden tersebut.
Dongkol memang, Ubay sempat berusaha menggapai kursi kayu tempat duduk pelanggan yang berada di dekatnya, selama si pelaku memiting tubuhnya. Namun, gagal.
"Bisa, kalau kemampuan silat, pernah belajar dikit. Saya sempat mau ambil kursi saat dipukul, cuma mau ambil enggak kena-kena. Cuma meraba aja," ungkapnya.
Setelah beberapa orang warga dan pengendara melerai pertikaian tersebut. Si pelaku malah berlari kabur menuju tempat motornya diparkir, lalu menggeber kencang motornya ke arah timur menyusuri jalan raya tersebut.
Atas dorongan beberapa orang warga dan bos barbershop tempatnya bekerja. Ubay memilih melaporkan kejadian tersebut ke markas Kepolisian setempat.
Ia memilih melakukan visum luka akibat penganiayaan tersebut di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH).
Tapi, Ubay mengobatkan luka pada wajahnya di klinik dekat mes pegawai barbershop kawasan Jalan Jambangan Surabaya.
"Jahitan 2. sobeknya ya sekitaran segini, panjang 1,5 cm lah. Itu yang paling parah di bibir," paparnya.