SRIPOKU.COM- Sebuah aksi kemanusiaan yang menyentuh hati viral di media sosial usai rentetan peristiwa kelam di Jembatan Cangar, Jawa Timur.
Seorang pria bernama Fandy Alfian (@fandyalfian96) terekam memasang banner di pagar jembatan dengan tulisan: "Ojo Bunuh Diri! Lelaki Boleh Bercerita! Layanan GRATIS!"
Aksi ini menjadi oase di tengah duka, menyusul peristiwa tragis yang menimpa seorang pemuda berinisial DPW (24) asal Lumajang yang diduga nekat mengakhiri hidupnya di lokasi tersebut.
Baca juga: IRT di Musi Rawas Ditemukan Tewas Tak Wajar di Depan Rumah, Diduga Depresi Masalah Ekonomi
Kronologi Tragedi di Jembatan Cangar
Peristiwa memilukan ini terungkap pada Kamis (23/04) pagi, saat warga dikejutkan dengan penemuan sesosok tubuh di dasar jurang bawah jembatan.
Korban DPW ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah akibat benturan keras.
Dikutip dari berbagai sumber, sebelum kejadian, fakta mengejutkan terungkap.
Seorang pengendara yang melintas sempat menaruh curiga melihat posisi korban yang berdiri di pinggir jembatan.
"Mas ngapain?" sapa pengendara tersebut. Namun, DPW hanya terdiam tanpa memberikan respons yang jelas.
Tak berselang lama setelah pengendara itu pergi, aksi nekat tersebut diduga langsung terjadi.
Jejak yang Ditinggalkan di Atas Jembatan
Di lokasi kejadian, polisi menemukan barang-barang pribadi milik korban yang seolah menjadi saksi bisu menit-menit terakhirnya:
Barang-barang ini kini telah diamankan pihak kepolisian sebagai barang bukti untuk menelusuri motif di balik aksi nekat pemuda berusia 24 tahun tersebut.
Hingga kini, latar belakang psikologis maupun permasalahan yang dihadapi korban masih dalam penyelidikan mendalam.
Aksi Heroik "Lelaki Boleh Bercerita"
Melihat fenomena Jembatan Cangar yang dalam satu bulan terakhir sudah menelan dua nyawa dengan cara serupa, Fandy Alfian tergerak melakukan aksi nyata.
Melalui unggahan di @fandyalfian96, ia menawarkan diri menjadi pendengar bagi siapa saja yang merasa batinnya rusak.
"Kalau mau bunuh diri mikir lagi, mending kamu curhat saja. Hubungi aku, tak terima curhatmu, aku temani senangmu jangan rusak batinmu. Perempuan banyak, rokok masih enak, shalawatan masih enak," ungkap Fandy dalam pesannya yang viral.
Pentingnya Kepedulian terhadap Kesehatan Mental
Rentetan tragedi ini menjadi alarm keras bagi masyarakat akan pentingnya isu kesehatan mental.
Tekanan hidup dan depresi sering kali tidak terlihat secara kasat mata.
Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap orang-orang di sekitar.
Jangan abaikan tanda-tanda depresi dan selalu dorong mereka yang memiliki masalah untuk mencari bantuan profesional atau sekadar bercerita kepada orang yang dipercaya.***