BANJARMASINPOST.CO.ID, SEMARANG - Bermula dari kumpul-kumpul sambil minuman keras, dua saudara kandung Semarang, Jawa Tengah cekcok hingga terlibat perkelahian.
Insiden yang terjadi Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 00.03 WIB di Jalan Kakap, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara itu menyebabkan satu orang tewas.
Sang kakak yakni Muhammad Zul Husni (27) tewas setelah ditusuk Azzidani (18), adik kandungnya sendiri.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban dan pelaku tengah berkumpul bersama rekan-rekannya sambil mengonsumsi minuman keras.
“Jadi mereka ini lagi kumpul-kumpul, minum, ada alkohol juga. Nah, ada omongan kakaknya yang membuat adiknya kurang berkenan,” kata AKBP Andika.
Baca juga: Detik-detik Penusukan di Banjarmasin Barat, Saksi Ungkap Tiba-tiba Datang Langsung Tusuk Korban
Ucapan yang memicu ketersinggungan itu kemudian berkembang menjadi cekcok.
Namun, situasi tidak langsung mereda.
Berdasarkan keterangan saksi, pelaku sempat meninggalkan lokasi, pulang ke rumah, lalu kembali dengan membawa sebilah pisau kecil.
Setelah kembali, pelaku mencari korban yang masih berada di lokasi.
Saat bertemu, pelaku langsung mengejar kakaknya.
Korban sempat berusaha menghindar, namun pelaku menusukkan pisau ke bagian punggung korban.
Luka tusuk sedalam sekitar 5,5 sentimeter itu menjadi fatal.
Korban terkapar di jalan sebelum akhirnya ditolong warga dan dilarikan ke RS Pantiwilasa dr. Cipto Semarang. Namun nyawanya tak tertolong.
“Sempat dibawa ke rumah sakit, meninggal di rumah sakit,” kata Kasatreskrim.
Beberapa jam kemudian, pelaku diamankan dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.
Barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan dalam penusukan juga telah disita. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif.
Kasus itu kini ditangani oleh Polrestabes Semarang bersama Polsek Semarang Utara untuk proses hukum lebih lanjut, termasuk pendalaman terkait konsumsi alkohol dan kondisi psikologis pelaku saat kejadian.
Kejadian ini memukul ayah mereka Muhammad Aenanto (54). Ia mengaku masih syok dan belum mampu memikirkan langkah ke depan.
“Masih, masih syok. Kita ini masih memikirkan yang saat ini, belum sampai ke depannya,” ungkap Aenanto kepada Tribunjateng.com.
Aenanto menyebut dirinya memiliki empat orang anak, tiga laki-laki dan satu perempuan. Korban merupakan anak pertama, sementara pelaku adalah anak ketiga.
Sementara itu, anak keduanya laki-laki, dan anak bungsu perempuan yang masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar.
Berharap Hukuman Diringankan
Meski kehilangan anak sulungnya, Aenanto tetap menunjukkan kasih seorang ayah kepada pelaku yang kini harus menjalani proses hukum.
Dia berharap hukuman terhadap anak ketiganya bisa diringankan, dengan pertimbangan usia dan agar menjadi pembelajaran ke depan.
“Harapan saya, anak saya yang sekarang ditahan itu, hukumannya bisa diringankan. Supaya ini jadi pembelajaran, supaya tidak mengulangi lagi,” harap dia.
Baca juga: Lukai Pakai Pisau Belati, Pelaku Penusukan di Sungai Lulut Banjarmasin Kakak Beradik
Lebih dari itu, Aenanto berharap anaknya bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik, terutama dalam bersikap terhadap orang lain.
“Ke depan, saya ingin anak saya bisa berubah, bisa lebih menghargai orang lain, menghargai pendapat orang lain, dan bisa hidup lebih baik dengan keluarga dan lingkungan,” katanya. (rez)