- Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek diduga disebabkan taxi berwarna hijau.
Terkait hal itu, manajemen taksi hijau Green SM Indonesia buka suara melalui Instagramnya pada Selasa (28/4).
Pihaknya mengaku telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang.
Hal itu menjadi bentuk dukungan penuh dari Green SM terkait proses investigasi kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung." tulis Instagram Green SM.
Manajemen Green SM juga memberikan perhatian penuh terhadap insiden yang melibatkan salah satu taksinya.
Pihak Green SM menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi.
Diketahui sebelumnya, kecelakaan ini bermula diduga karena KRL menabrak taksi hijau di perlintasan.
Hal itu disampaikan Direktur Utara PT KAI, Bobby Rasyidin.
Ia mengatakan ada dugaan temperan taksi hijau yang membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun Bekasi Timur terganggu.
"Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplacement Bekasi Timur ini agak terganggu,” ucapnya.
Meski begitu, ia menegaskan penyebab kecelakaan masih menunggu hasil dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Hal ini senada disampaikan seorang penumpang KRL, Munir.
Ia mengatakan kecelakaan bermula saat kereta yang ditumpangi berhenti melaju di Stasiun Bekasi Timur.
Menurutnya, KRL berhenti karena menabrak taksi berwarna hijau.
Akibat insiden tersebut, perjalanan kereta terganggu dan rangkaian KRL sempat berhenti di stasiun.
Pada saat bersamaan, dari arah belakang melintas KA Argo Bromo Anggrek yang kemudian menghantam rangkaian KRL tersebut.