BANJARMASINPOST.CO.ID - Keberadaannya kian masif, perburuan ikan sapu-sapu kini tengah jadi perbincangan di sejumlah daerah termasuk Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Viral di media sosial, seorang nelayan memperlihatkan keberadaan ikan sapu-sapu di Sungai Martapura Kota Banjarmasin yang populasinya dikabarkan meningkat drastis.

Tak pelak keberadaan ikan sapu-sapu di sungai wilayah Banjarmasin ini pun membuat warga dan nelayan khawatir akan berdampak pada nasib-nasib ikan lokal sungai.

Baca juga: Warga Bantaran Sungai Kemuning Banjarbaru Bingung Cara Manfaatkan Kemunculan Ikan Sapu-sapu

Dilansir melalui unggahan akun TikTok @latif_batangbanyu, Selasa (28/4/2026), seorang nelayan udang menunjukan adanya dua ekor ikan sapu-sapu yang tersangkut di jaring miliknya.

Dua ikan sapu-sapu tersebut bahkan memiliki ukuran yang cukup besar.

Nelayan tersebut kemudian mengeluhkan jumlah ikan sapu-sapu yang sudah terlalu banyak dan menyebabkan ikan lokal berkurang.

"WARGA PEDULI SUNGAI BANJARMASIN

Keresahan NELAYAN dan sebagian warga banjarmasin sangat sulit mencari ikan di sungai.

Beberapa tahun ini nelayan sungai banjarmasin minim pendapatan hasil tangkapan ikan

-pengurangan populasi ikan lokal di sebabkan ada nya IKAN HAMA berjenis SAPU SAPU, yang dimana ikan invasif ini pada dasar nya berasal dari AMERIKA SELATAN/SUNGAI AMAZON

-selain cepat berkembang biak ikan SAPU SAPU juga pemangsa anak/telur ikan lokal yang hampir menguasai semua sungai yang ada di banjarmasin

sehingga sangat minim ikan ikan lokal yang biasa kita dapatkan di sungai

JADIII?? Mau sampai kapan sungai banjarmasin akan terus seperti ini?

Lambat laun apabila ikan HAMA ini tidak kita BASMI/MUSNAHKAN ikan lokal habitat asli sungai banjarmasin TERANCAM PUNAHH!!!

Ayo kita warga banjarmasin sama sama jaga marwah BANJARMASIN BUNGAS SERIBU SUNGAI!" terang unggahan tersebut.

Mengutip akun Instagram resmi Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta pada Rabu (15/4/2026), ikan sapu-sapu dikenal sebagai ikan air tawar dengan nama ilmiah suckermouth catfish atau pleco. 

Ikan ini juga kerap disebut sebagai bandaraya dan termasuk dalam kategori spesies invasif yang mampu menyebar dengan cepat di perairan baru.

Secara alami, ikan sapu-sapu berasal dari perairan Amerika Selatan, khususnya wilayah Sungai Amazon. 

Dalam klasifikasi ilmiah, ikan ini termasuk dalam keluarga Loricariidae dengan genus seperti Pterygoplichthys dan Hypostomus.

Di habitat aslinya, populasi ikan ini masih terkendali karena adanya predator alami seperti Peacock Bass dan Arapaima. 

Namun, ketika masuk ke perairan lain seperti Indonesia, ikan sapu-sapu justru berkembang pesat dan mendominasi.

Kondisi ini terjadi karena tidak adanya predator alami serta kemampuan adaptasi yang sangat tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan.

Asal-usul di Indonesia

Mengutip laman resmi Badan Karantina Indonesia (Barantin), ikan sapu-sapu awalnya masuk ke Indonesia sebagai ikan hias akuarium. 

Namun, karena dilepas ke alam bebas, populasinya berkembang tanpa kendali.

Kemampuan adaptasi ikan ini jadi salah satu faktor utama penyebab penyebarannya sulit dikendalikan. 

Ikan sapu-sapu mampu hidup di berbagai jenis perairan, mulai dari sungai bersih hingga perairan tercemar dengan kadar oksigen rendah.

Bahkan, ikan ini dapat mengambil oksigen langsung dari udara dan bertahan hidup di luar air dalam waktu tertentu, sehingga mampu bertahan di lingkungan ekstrem. 

Dari sisi fisik, ikan sapu-sapu memiliki tubuh yang dilapisi pelat keras (scutes), mulut berbentuk pengisap, serta duri tajam pada siripnya.

Karakteristik ini membuatnya sulit dimangsa oleh ikan lain. Selain itu, ikan sapu-sapu dikenal sebagai omnivora oportunistik.

Mereka tidak hanya memakan alga, tetapi juga telur ikan lain, tumbuhan air, hingga organisme kecil yang berperan penting dalam rantai makanan.

Hal ini membuat ikan lokal kesulitan mendapatkan sumber makanan dan terganggu proses reproduksinya. Kemampuan berkembang biaknya pun sangat tinggi.

Dalam sekali bertelur, ikan sapu-sapu dapat menghasilkan ratusan telur yang dijaga langsung oleh induknya hingga menetas. Tingginya tingkat perlindungan ini membuat angka kelangsungan hidup anak ikan menjadi sangat besar.

Di sisi lain, kebiasaan ikan sapu-sapu menggali sarang di dasar dan tepi sungai juga dapat menimbulkan dampak negatif. 

Aktivitas tersebut berpotensi mempercepat erosi serta merusak struktur tebing sungai.

Dengan daya tahan tinggi, minim predator, serta kemampuan reproduksi yang cepat, ikan sapu-sapu menjadi salah satu spesies invasif yang sulit dikendalikan di Indonesia.

(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)

 

Baca Lebih Lanjut
KDM sebut tingginya populasi ikan sapu-sapu jadi tanda sungai tercemar
Antaranews
Mengenal Ikan Sapu-sapu, Apakah Bisa Dimakan? Fakta Lengkap Spesies dari Sungai Amazon Ini
Raka f pujangga
Puluhan Kilogram Ikan Sapu-sapu Kembali Dimusnahkan di Jakarta Selatan
Joseph Wesly
Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-sapu: Diare, Gangguan Saraf, Hingga Kerusakan Organ
Satrio Sarwo Trengginas
5 Pria Ditangkap Satpol PP, Jual Ikan Sapu-sapu untuk Bahan Siomay di Jakarta Pusat
Tim TribunTrends
GEGER! Niat Basmi Ikan Sapu sapu, Warga Malah Pergoki & Tangkap Bandar Sabu di Jaktim
Yogi Putra Anggitatama
Satpol PP ciduk lima pria penjual daging ikan sapu-sapu di kawasan Pasar Baru
Antaranews
Kesaksian Pedagang di Bogor Tegas Tak Pakai Ikan Sapu-sapu Untuk Siomay, Jaga Resep Leluhur
Khairunnisa
Dikritik Karena Musnahkan Ikan Sapu-sapu Hidup Walkot Jaksel Mengalah, Bunuh Dulu Sebelum Dikubur
Candra Isriadhi
Pengepul Asal Cikarang Beli Daging dan Telur Ikan Sapu-sapu untuk Diolah Jadi Siomay dan Bakso
Joseph Wesly