TRIBUNJAKARTA.COM - Insiden tabrakan kereta di Bekasi Timur yang menelan 14 korban jiwa membuat dr. Gia Pratama.
Dokter umum yang namanya tengah naik daun berkat edukasinya di platform media sosial itu membuat tulisan yang menyentuh.
Gayanya yang santun terasa pada tulisan di Instagramnya, dari mulai mendoakan para korban hingga berterima kasih kepada petugas yang melakukan evakuasi.
Namun, pria berkacamata itu juga mengutarakan peringatan tegas kepada pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya tragedi maut itu.
Dokter Gia menyoroti banyaknya korban perempuan, karena memang bagian kereta yang tertabrak paling keras adalah gerbong khusus wanita.
"Kereta adalah moda transportasi yang lekat dengan kita semua."
"Ratusan orang, sebagian besar wanita, berangkat kerja seperti biasa, membawa harapan, dan dengan keluarga yang menunggu di rumah," tulis Dokter Gia, Selasa (28/4/2026).
Dokter Gia juga memanjatkan doa bagi korban maupun para keluarga korban yang ditinggalkan.
"Untuk para korban yang berpulang dalam insiden kereta di Bekasi Timur, semoga Allah SWT menerima seluruh amal baiknya, mengampuni dosanya, melapangkan kuburnya, dan menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya.
Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah kuatkan hati yang remuk, Allah peluk dengan kesabaran, dan Allah cukupkan dalam hari-hari berat setelah kehilangan ini," doanya.
Dokter Gia tak lupa mendoakan kesembuhan bagi korban luka yang tengah mendapat perawatan di rumah sakit.
Ia juga berterima kasih kepada para petugas dari satuan manapun yang turut membantu proses evakuasi para korban.
"Terima kasih kepada tim SAR, tim medis, petugas lapangan, KAI, relawan, dan semua pihak yang bekerja sampai tengah malam, di antara besi yang remuk dan harapan yang tipis," tulisnya.
Terakhir, Dokter Gia menyuarakan agar pihak yang terkait dalam kecelakaan hebat itu dievaluasi. Kejadian serupa tidak boleh terjadi di kemudian hari.
"Semoga peristiwa ini menjadi panggilan besar bagi kita semua. Keselamatan transportasi adalah amanah nyawa manusia.
Satu kelalaian kecil di rel, bisa menjadi luka besar bagi banyak keluarga.
Evaluasi serius untuk semua pihak, agar kejadian seperti ini tidak pernah terulang lagi," tegasnya.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa insiden bermula dari gangguan di perlintasan.
“Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplacement Bekasi Timur ini agak terganggu,” ucapnya kepada wartawan, Senin (27/4/2026).
KRL yang melintas diketahui sempat berhenti darurat setelah insiden tersebut terjadi di jalur.
Saat kondisi belum sepenuhnya normal, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang dan menghantam rangkaian KRL.
Seorang saksi mata, Munir, yang berada di dalam KRL, menggambarkan situasi saat benturan terjadi.
"Tiba-tiba dihantam keras dari belakang. Lokomotif kereta jarak jauh itu sampai menembus masuk ke gerbong. Gerbong khusus perempuan hancur lebur," ujar Munir dikutip dari Warta Kota.
Benturan keras membuat bagian belakang KRL, khususnya gerbong wanita, mengalami kerusakan paling parah.
Sebanyak 14 orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut, dan puluhan orang luka-luka.