Jakarta (ANTARA) - Dunia kini memasuki era baru layanan kesehatan melalui perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kecerdasan buatan telah berkembang dari alat analisis sederhana menjadi mesin penggerak inovasi medis. Transformasi ini merombak cara penelitian dilakukan dan bagaimana obat ditemukan di laboratorium.

Kemunculan AI Generatif menciptakan realitas yang berbeda bagi industri kesehatan. Teknologi ini, kini telah berevolusi dari sekadar istilah populer menjadi kebutuhan bisnis.

AI generatif atau kecerdasan buatan generatif mengacu pada penggunaan AI untuk membuat konten baru, seperti teks, gambar, musik, audio, dan video.

AI generatif didukung oleh model AI besar yang dapat melakukan beberapa tugas sekaligus dan melakukan tugas siap pakai, termasuk merangkum, tanya jawab, klasifikasi, dan sebagainya. Selain itu, dengan sedikit pelatihan, model dasar dapat diadaptasikan untuk kasus penggunaan tertarget dengan data contoh yang sangat sedikit.

Bekerja menggunakan model machine learning, AI Generatif mampu meringankan banyak beban administratif yang selama ini menghambat sistem kesehatan global. Hal ini, termasuk menemukan informasi yang tepat dalam rekam medis yang sangat tebal. Selain itu, AI membantu penyusunan dokumen medis serta identifikasi kandidat uji klinis.

Saat ini, organisasi sedang bergerak maju menuju penggunaan platform AI yang lebih terintegrasi. Kemajuan seperti agen AI dan pencarian berbasis AI mendorong peluang baru bagi transformasi kesehatan. Hal ini menandakan pergeseran strategi dari eksperimen terbatas menuju solusi bisnis yang nyata.

Global Director Life Sciences Strategy and Solutions, Google Cloud, Shweta Maniar, berbicara dengan ANTARA di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa sebelumnya banyak organisasi terjebak dalam fenomena "Checkbox AI".

Pada tahap itu, organisasi farmasi hanya bereksperimen dengan AI secara terkotak-kotak atau dalam sekat. Hal tersebut menyebabkan hasil eksperimen menjadi sangat terbatas dan kurang maksimal.

Kini, terjadi perpindahan menuju penggunaan teknologi canggih yang disebut sebagai "Agent AI". Berbeda dengan model sebelumnya, AI Agen dirancang untuk melakukan berbagai tugas secara otonom. Teknologi ini bekerja dengan cara meniru kemampuan kognitif yang dimiliki oleh manusia.

Dalam dunia sains kehidupan, agen AI, kini mulai mengambil berbagai peran penting. Peran tersebut mencakup penjadwalan janji temu pasien, hingga kemampuan untuk menganalisis citra medis. Para peneliti terus mengeksplorasi penggunaan agen AI untuk berbagai kebutuhan medis masa depan.

AI Agen ini memungkinkan orkestrasi otonom yang bekerja secara jauh lebih multimodal. Mereka mampu memperoleh nilai lebih banyak dari informasi farmasi dan data sains kehidupan. Hal ini membantu perusahaan mendapatkan wawasan yang lebih mendalam dibandingkan hanya menggunakan metode analisis yang terpisah-pisah.

Implementasi

Maniar memberikan contoh nyata kehadiran agen AI, kini menjadi instrumen vital dalam memberdayakan pasien. Dari perspektif layanan kesehatan, teknologi ini mentransformasi informasi kesehatan menjadi jauh lebih bermakna, sehingga setiap individu memiliki kendali penuh atas data medis mereka sendiri.

Dengan kemampuan tersebut, pasien dapat memahami secara mendalam seluruh proses medis yang mereka jalani, mulai dari aktivitas di sistem rumah sakit, hingga penanganan di klinik.

Lebih jauh lagi, AI memungkinkan pasien untuk mengajukan pertanyaan yang tepat terkait rekam medis mereka, mempermudah manajemen janji temu, hingga memetakan rencana perawatan berkelanjutan secara lebih efektif.

Dalam praktik sains kehidupan, penggunaan AI membantu perusahaan melakukan riset dan pengembangan (R&D) dengan lebih baik.

Perusahaan menggunakan agen ini untuk memetakan kebutuhan obat-obatan secara lebih presisi, sesuai dengan dinamika waktu, sekaligus mendalami status penyakit pada berbagai profil pasien secara mendetail.

Pemanfaatan agen AI, kini memungkinkan integrasi data yang jauh lebih kompleks, menyatukan informasi tekstual dengan memindai citra medis serta data genomik secara simultan.

Sinergi data multimodal ini mampu memproyeksikan gambaran kesehatan pasien yang lebih holistik dan mendalam. Hasilnya, para praktisi medis dapat memperoleh pemahaman menyeluruh terhadap profil kesehatan setiap individu, yang menjadi fondasi utama bagi terciptanya standar baru dalam perawatan personal.

Maniar mencontohkan kemitraan dengan Dexcom yang menciptakan monitor glukosa kontinu di lengan. Alat ini memungkinkan pasien melihat kadar gula mereka secara real time melalui aplikasi, yang memberikan informasi instan mengenai kondisi kesehatan pasien secara berkelanjutan.

Arus informasi waktu nyata ini memainkan peran kunci dalam membantu pasien mengidentifikasi jenis makanan yang memicu lonjakan glukosa.

Informasi tersebut mendorong terciptanya konsep perawatan yang lebih prediktif dan proaktif, sekaligus mengubah paradigma medis yang sebelumnya cenderung bersifat reaktif atau hanya bertindak setelah terjadi gangguan kesehatan.

Mengenai regulasi, Google Cloud bekerja sama dengan regulator di berbagai wilayah di dunia. Shweta Maniar menekankan penggunaan Sovereign Cloud untuk memastikan kepatuhan terhadap standar internasional.

Sovereign Cloud merujuk pada layanan cloud computing yang dirancang untuk memastikan data disimpan, dikelola, dan diakses sesuai dengan hukum, peraturan, dan kedaulatan data di suatu negara atau wilayah tertentu. Layanan ini membatasi akses asing dan mencegah pemindahan data lintas batas yang tidak sah.

Standar, seperti GDPR (General Data Protection Regulation), kata Maniar, menjadi batasan penting untuk menjaga kepercayaan dalam implementasi alat dan kapabilitas Google Cloud.

Masa depan

Menatap masa depan, Maniar percaya AI memiliki potensi untuk perawatan setiap orang. Dalam beberapa tahun ke depan, alat-alat baru ini akan berevolusi lebih sering, bahkan setiap enam bulan. Teknologi ini akan menjadi jauh lebih lazim sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Perubahan paling nyata yang akan dirasakan adalah AI menjadi alat yang sangat terpercaya. AI akan menjadi bagian integral dari cara kerja di industri kesehatan global. Penggunaan teknologi ini akan semakin lazim dan menyatu dengan perjalanan kesehatan pasien.

Eksplorasi terhadap agen AI terus berlanjut untuk pengobatan personal dan pemantauan jarak jauh. Teknologi ini juga akan terus dioptimalkan untuk penemuan dan pengembangan obat-obatan baru. Pasien akan merasakan manfaat langsung dari teknologi yang dikembangkan oleh organisasi kesehatan.

Kehadiran kecerdasan buatan telah memicu pergeseran paradigma fundamental dalam ekosistem kesehatan global, mengubah layanan yang sebelumnya bersifat reaktif menjadi jauh lebih proaktif, prediktif, dan personal.

Beralih dari sekadar alat bantu teknis, kehadiran AI dalam dunia sains dan kesehatan sebenarnya sedang memicu lahirnya era kedaulatan kesehatan yang belum pernah ada sebelumnya.

Transformasi ini bukan hanya soal mesin yang bekerja lebih cepat dari manusia, melainkan soal bagaimana data yang selama ini mati dan tersembunyi, kini mulai memiliki “nyawa” yang mampu berbicara demi kepentingan pasien.

Kekuatan terbesar AI bukan terletak pada kecanggihannya memproses data genomik atau mempercepat uji klinis, melainkan pada kemampuannya untuk memanusiakan kembali proses pelayanan kesehatan.

Selama ini, pasien sering kali terjebak dalam labirin birokrasi medis yang kaku, di mana mereka hanya dianggap sebagai angka atau titik data dalam sistem. AI agen hadir sebagai jembatan yang meruntuhkan tembok tersebut, memberikan akses informasi yang transparan, sehingga pasien tidak lagi merasa asing dengan kondisi tubuh mereka sendiri.

Di sisi lain, akselerasi riset dalam sains kehidupan melalui AI bukan sekadar urusan bisnis farmasi, melainkan secercah harapan bagi penyakit-penyakit yang sebelumnya sulit terpecahkan.

Dengan kemampuan AI memprediksi efektivitas obat secara presisi, dunia kesehatan sedang melangkah menuju masa depan di mana pengobatan tidak lagi bersifat coba-coba, melainkan sebuah solusi medis yang didesain khusus untuk setiap individu.

Masa depan sains dan kesehatan bukan tentang seberapa cerdas mesin yang kita ciptakan, melainkan mitra strategis dalam menjaga serta meningkatkan kualitas hidup manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan.