TRIBUNNEWS.COM - Taksi Green SM akhir-akhir ini sedang menjadi bahan perbincangan oleh warganet Indonesia.
Semua tidak lepas dari insiden tragis kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB.
Diketahui, lokomotif KA Agro Bromo Anggrek menabrak gerbong khusus perempuan yang berada di paling belakang.
Akibat kejadian ini dilaporkan 16 orang meninggal dunia dan 91 lainnya terluka.
Sebelum terjadi kecelakaan, ternyata ada insiden lain yang masih satu rangkaian.
Yaitu taksi Green SM tertemper KRL lain di perlintasan liar/tanpa palang pintu di Jalan Ampera, Bekasi Timur, dekat Stasiun Bekasi Timur.
Taksi diduga mengalami kendala teknis (korsleting elektrik) dan terhenti di atas rel hingga tertabrak KRL.
Insiden ini diduga menjadi pemicu gangguan perjalanan yang berujung pada kecelakaan susulan KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi.
Baca juga: Kemenhub Diminta Audit Taksi Green SM hingga Benahi Perlintasan Sebidang
Dikutip dari id.greensm.com, bos pemilik taksi Green SM bernama Pham Nhat Vuong asal Vietnam.
Ia meluncurkan taksi Green SM pada 6 Maret 2023 lalu.
Layanan ini berada di bawah perusahaan Green and Smart Mobility (GSM), yang fokus pada penyewaan kendaraan ramah lingkungan dan cerdas.
GSM diklaim menjadi pionir dunia dalam kendaraan listrik multi-platform.
Taksi Green SM hanyalah salah satu bisnis yang dijalankan Pham Nhat Vuong lewat gurita bisnisnya dalam lingkup Vingroup Joint Stock Company (Vingroup JSC).
Vingroup yang sebelumnya dikenal sebagai Technocom Corporation didirikan pada tahun 1993 di Ukraina.
Pada awal tahun 2000-an, Vingroup memulai kiprahnya di Vietnam dengan dua merek utama: Vincom dan Vinpearl.
Pada Januari 2012, Vinpearl JSC bergabung dengan Vincom JSC untuk membentuk Vingroup Joint Stock Company.
Sebagai perusahaan multi-sektor, Vingroup berfokus pada enam pilar inti:
Di bidang kendaraan listrik, proses produksi dipegang oleh VinFast, perusahaan kendaraan listrik terbesar di Vietnam.
Pada tahun 2023, ia membawa VinFast menjadi perusahaan publik melalui pencatatan SPAC di Nasdaq.
Vinpearl kemudian terdaftar di Bursa Efek Ho Chi Minh pada Mei 2025.
Pham Nhat Vuong juga sudah melebarkan sayap dengan membangun pabrik di India.
Bahkan, ia sudah berinvestasi dengan membangun pabrik di Subang, Indonesia.
Ia menginvestasikan $1 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksi kendaraan listrik (EV).
“Dengan beroperasinya pabrik Subang secara resmi, VinFast telah menyelesaikan salah satu ekosistem kendaraan listrik terlengkap dan terintegrasi di Indonesia, menegaskan kembali komitmen kami terhadap kemitraan jangka panjang dan penciptaan nilai bersama dengan negara ini,” katanya, dikutip dari Forbes pada Desember 2025 lalu.
Berapa harta kekayaannya?
Pria kelahiran 5 Agustus 1968 silam itu kini memiliki harta kekayaan mencapai $35.3B menurut catatan Forbes.
Jika dirupiahkan (kurs 1 dollar AS= Rp17.263 hari ini) sebanyak Rp609,1 triliun.
Jumlah tersebut menjadikan Pham Nhat Vuong orang terkaya ke-63 di dunia.
Baca juga: Pool Taksi Green SM di Bekasi Kena Sidak Kemenhub, Kelengkapan Administrasi Diperiksa
Green SM turut menanggapi soal kendaraannya terlibat dalam tabrakan dua kereta di Stasiun Bekasi.
Pihak pengelola taksi, Green SM Indonesia turut menaruh perhatian penuh atas laka lantas di Bekasi Timur itu.
Melalui akun resmi Instagram @id.greensm, Green SM mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung. Pihaknya memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Berikut pernyataan Resmi Green SM Indonesia:
"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.
Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.
Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.
Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi," keterangan Green SM Indonesia, seperti dilihat Tribunnews di akun IG @id.greensm.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memanggil operator taksi Green SM.
Pihak Kemenhub pun melakukan sidak ke Pool Taksi Green SM di Bekasi untuk memastikan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) berjalan sesuai.
Dalam keterangan persnya, Menhub Dudy menegaskan, pihaknya telah melakukan audit investigasi terhadap Green SM. Investigasi tersebut, termasuk soal operasional perusahaan.
"Kami sudah melakukan audit investigasi kepada perusahaan taksi hijau yang kemarin terlibat kecelakaan khususnya di Pool di mana taksi itu ditempatkan."
"Audit investigasi meliputi seluruh aspek, baik itu aspek operasional, teknis, sumber daya manusia, dan ini masih berlangsung," ucap Dudi, Rabu (29/4/2026).
Baca juga: Keberadaan Sopir Taksi Green SM saat Tabrakan Kereta di Bekasi, Langsung Selamatkan Diri
Dalam hal ini, Dudy mengatakan, pihaknya akan memastikan apakah perusahaan taksi online itu, mematuhi kaida-kaidah keselamatan dan operasional atau tidak.
"Kami ingin memastikan betul bagaimana perusahaan tersebut, dalam memberikan pelayanan kepada publik apakah mematuhi kaidah keselamatan dan kaidah operasional sebagai perusahaan taksi yang beroperasi untuk umum," imbuh pria kelahiran Manado itu.
Lebih lanjut, Dudy menyatakan bahwa saat ini proses audit masih berlangsung.
Oleh sebab itu, ia meminta publik menunggu hasil investigasi.
Nantinya, kata Dudi, hasil investigasi akan disampaikan. Ia tak segan menindak tegas perusahaan terkait bila ditemukan pelanggaran serius.
"Kami minta kesabarannya dan kami akan mengupdate perkembangan hasil investigasi tersebut. Kami tidak akan segan-segan melakukan penindakan apabila ditemukan pelanggaran cukup serius," tegasnya.
(Tribunnews.com/Endra/Suci Bangun DS, Fersianus Waku)