TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP – Keunikan Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus menarik perhatian publik, Rabu (29/4/2026).
Desa yang dijuluki “Kampung Pasir” ini dikenal dengan tradisi turun-temurun berupa penggunaan kasur pasir dalam kehidupan sehari-hari.
Tradisi tersebut tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga menyimpan nilai historis dan kepercayaan yang masih dijaga hingga kini.
Desa Legung mempunyai ciri khas sendiri, selain dijuluki Kampung Pasir, desa ini memiliki fakta menarik yang belum diketahui oleh publik.
Apa saja? Berikut penjelasannya.
Baca juga: Tradisi Carok di Madura Bukan Sekadar Konflik tetapi Memiliki Tata Cara dan Aturan
Bagi masyarakat Desa Legung Timur, kasur pasir bukan sekadar alternatif tempat tidur, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup.
Hampir seluruh warga memanfaatkan pasir sebagai alas utama untuk tidur, bersantai, hingga melakukan berbagai aktivitas harian.
Melansir dari laman Kompas.com kasur pasir biasanya ditempatkan di dalam kamar berbentuk kotak berukuran sekitar 2x2 meter.
Bahkan, tidak sedikit rumah yang juga menempatkan pasir di ruang tamu, teras, hingga halaman sebagai tempat berkumpul keluarga.
Kebiasaan ini menjadikan suasana desa terlihat unik, di mana aktivitas sosial seperti bercengkrama, menerima tamu, hingga beristirahat dilakukan di atas hamparan pasir.
Baca juga: Toron Saat Hari Raya Iduladha, Tradisi Mudik Khas Warga Madura yang Tetap Lestari
Tradisi kasur pasir di Desa Legung Timur telah berlangsung selama ratusan tahun dan diwariskan secara turun-temurun.
Dalam Riset Ulfa Anisa yang dipublikasikan pada 2018 dikutip dari nationalgeographic.grid.id menjelaskan, tradisi ini berawal dari kisah dua nelayan yang mempercayai pasir memiliki kekuatan melindungi dari bahaya.
Dalam kisah tersebut, pasir diyakini mampu menangkal serangan, termasuk praktik santet, hingga akhirnya digunakan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Seiring waktu, kebiasaan ini berkembang menjadi tradisi yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.
Hingga kini, nilai-nilai leluhur tersebut tetap dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya sekaligus identitas masyarakat pesisir Sumenep.
Baca juga: Pulau Sapudi Sumenep dalam Lintasan Sejarah, Dari Kerajaan hingga Tradisi Nyamplong
Selain nilai budaya, masyarakat juga meyakini kasur pasir memiliki manfaat kesehatan.
Pasir dipercaya mampu memberikan efek relaksasi, meredakan pegal, serta membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil, baik saat cuaca panas maupun dingin.
Mengutip dari kemenparekraf.go.id menyebutkan, pasir dapat berfungsi sebagai media terapi alami, termasuk membantu melancarkan peredaran darah dan memberikan kenyamanan bagi tubuh.
Keyakinan ini diperkuat oleh kandungan mineral dalam pasir yang dalam beberapa penelitian disebut dapat memberikan efek hangat alami bagi tubuh.
Baca juga: Deretan Wisata Unggulan di Sumenep Madura, Dari Pantai Eksotis hingga Jejak Sejarah Kerajaan
Tak heran jika masyarakat setempat merasa lebih nyaman beristirahat di atas pasir dibandingkan kasur pada umumnya.
Keunikan tradisi kasur pasir menjadikan Desa Legung Timur sebagai salah satu ikon budaya khas Kabupaten Sumenep.
Di tengah perkembangan zaman, masyarakat setempat tetap mempertahankan tradisi tersebut sebagai bentuk kearifan lokal yang tidak lekang oleh modernisasi.
Baca juga: Tradisi Per-peran di Sampang, Perayaan Perempuan Lajang Berubah Seiring Modernisasi