TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Suasana pendopo Puri Agung Klungkung tampak semarak, Rabu 29 April 2026. 

Ratusan ogoh-ogoh mini dipajang, untuk menyemarakkan serangkaian Festival Semarapura 2026.

Di antara ogoh-ogoh mini yang terpajang, ada salah satu yang banyak menarik perhatian dari pengunjung, yakni ogoh-ogoh "Bhagawan Samirana". 

Agar berbeda dengan lainnya, ogoh-ogoh tersebut menggunakan ornamen organik seperti kulit salak, hingga akar pohon.

Baca juga: PANGKAS Pohon di Areal Angker untuk Jalur Ogoh-ogoh, Truk Dishub Gianyar Terbakar!

Kulit salah tampak digunakan untuk ornamen "kancut" pada ogoh-ogoh. Sementara akar-akar tumbuhan digunakan untuk ornamen pada bagian dasarnya.

"Saya manfaatkan barang-barang bekas dan bisa di daur ulang. Jadi lebih ramah lingkungan," ujar pembuat ogoh-ogoh tersebut, Komang Agus Sudiarsa (15).

Pemuda asal Desa Kamasan tersebut mengaku sengaja memanfaatkan barang bekas untuk menghemat biaya. 

Selain kulit salak dan akar tumbuhan, ogoh-ogoh yang ia buat sebagian besar terbuat dari kertas bekas.  

Dengan bahan-bahan itu, biaya yang ia keluarkan untuk satu ogoh-ogoh sekitar Rp200 ribu. 

Kesulitan yang ia temui yakni untuk pembuatan detail, karena ogoh-ogoh berukuran kecil.

"Kendala itu sulit membuat detail seperti telapak tangan dan lainnya, karena ukurannya kecil. Satu ogoh-ogoh ini membutuhkan waktu sekitar 2 bulan," ujar Komang Agus yang saat ini duduk di bangku kelas X di SMK N 1 Klungkung tersebut.

Ia mengaku baru pertama kali ikut lomba ogoh-ogoh mini dan berawal dari iseng. 

Namun ia tidak memungkiri, sejak kecil memiliki ketertarikan di bidang seni, terutama menggambar.

"Awalnya iseng, gratis ikut lah lomba. Saya memang suka seni, suka menggambar. Kalau konsep ogoh-ogoh mini ini, saya searching di tiktok," ungkapnya.

Ia juga mengaku sangat senang, dengan diadakannya lomba ogoh-ogoh mini ini. Karena anak muda sepertinya diberikan ruang untuk menampilkan kreativitasnya.

"Senang sekali, anak muda seperti kami diberikan ruang untuk berkreativitas," jelasnya. (mit)

Baca Lebih Lanjut
Kota Semarang Akan Gelar Pawai Ogoh-Ogoh Didukung Solidaritas Lintas Daerah
Abduh imanulhaq
Tampilkan Pusaka Abad ke-16, Pameran Keris Saat Hari Puputan Klungkung
Anak Agung Seri Kusniarti
Cuaca Bali Besok Jumat, 24 April 2026: Ubud dan Bedugul Hujan Ringan di Siang Hari
Suci BangunDS
Cuaca Bali Besok Sabtu, 25 April 2026: Nusa Dua dan Tanah Lot Waspada Gelombang Tinggi
Tiara Shelavie
Cuaca Bali Besok Rabu, 29 April 2026: Berstatus Siaga Hujan Sangat Lebat di Kota Denpasar dan Badung
Nanda Lusiana Saputri
Laris di Musim Panas, Perantau Jateng di Pasangkayu Raup Omzet Rp600 Ribu Per Hari dari Es Dawet
Nurhadi Hasbi
ARYADUTA Bali Menyelenggarakan ARYADUTA Family Fun Run 2026 Kedua, Dihadiri Lebih dari 250 Peserta
Ngurah Adi Kusuma
Kopi Antum Racikan Nasrullah Ramaikan Puncak Kashafa 2026 di Tarakan, Modal Awal Rp 8 Juta 
Junisah
MESIN Olah Sampah Berbasis Pirolisis di Klungkung, Ditarget Ujicoba Awal Mei 2026 Ini
Anak Agung Seri Kusniarti
Pelajar di Purwokerto ciptakan becak listrik berbasis energi surya
Antaranews