TRIBUNSUMSEL.COM - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Salah satu kisah pilu datang dari Vica Acnia Pratiwi (24), korban meninggal dunia yang dikenang sebagai sosok hangat dan penuh perhatian terhadap keluarga.

“Dulu Minta Dibelikan Bunga, Sekarang Datang Sendiri”

Selama hidup Vica ingin dikirimi bunga.

"Sekarang bunganya banyak banget datang ke rumah," ucap Muhamad Ari Kurniawan (21), adik kandung almarhumah Vica.

Ditemui di rumah duka, Perumahan Telaga Murni, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4/2026), Ari tak kuasa menahan sedih menceritakan soal kepergian kakaknya tercinta.

PELUK PETI JENAZAH- Ayah Vica Acnia Fratiwi (23) salah satu korban tewas dalam kecelakaan maut kereta menangis memeluk peti jenazah putrinya, kini korban bertambah jadi 16 orang
PELUK PETI JENAZAH- Ayah Vica Acnia Fratiwi (23) salah satu korban tewas dalam kecelakaan maut kereta menangis memeluk peti jenazah putrinya, kini korban bertambah jadi 16 orang (Youtube/Liputan6)

Baca juga: Tangis Pilu Ayah Vica Acnia Fratiwi Peluk Peti Jenazah Putrinya, Korban Tewas Kecelakaan Kereta

Vica adalah satu dari 16 korban meninggal dunia akibat kecelakaan tragis dua kereta di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek itu juga mengakibatkan  sedikitnya 90 orang terluka.

Sang Pejuang Keluarga

Vica adalah sosok pejuang keluarga.

Lulusan Teknik Elektro Universitas Negeri Lampung ini baru lima bulan meniti karier di sebuah perusahaan di Tebet, Jakarta Selatan.

Setiap hari, rutinitasnya tetap sama ketika menuju ke kantor.

Insinyur muda ini memacu sepeda motor menuju Stasiun Telaga Murni, menitipkan motornya  di sana.

Lalu membelah kemacetan ibu kota menggunakan KRL dari rumahnya di Bekasi.

Di KRL malam itu, dia menghembuskan nafas terakhir. 

Kerap ajak keluarga jalan-jalan

Dalam sebulan terakhir, almarhumah Vica sering mengajak keluarganya menghabiskan waktu bersama untuk makan, pergi jalan-jalan untuk sekadar berkumpul. 

Seolah ingin menciptakan lebih banyak momen bersama keluarga.

"Enggak ada firasat karena aku juga jarang ngobrol, cuma satu bulan terakhir ini sering ajak makan jalan bareng semua keluarga," kata Ari. 

Bangunkan Salat Subuh

Ari terakhir kali bertemu Vica pada Senin subuh saat kakaknya itu membangunkannya untuk salat. 

Ari berangkat kerja pukul 06.00 WIB, sedangkan Vica pukul 07.00 WIB. 

Tak ada firasat apapun yang dirasakan Ari.

Chat terakhir pada Selasa siang, Vica masih sempat mengabari akan pulang terlambat karena ada acara makan bersama rekan kantor.

Tidak Kerja untuk Mencari Kakak 

Saat kejadian, Ari tengah masuk kerja shift malam.

Baru beberapa jam masuk bekerja, ia mendapatkan kabar kakaknya hilang dan langsung mengajukan izin ke atasan untuk tidak bekerja. 

Setelah diizinkan, ia diantar temannya menuju ke Stasiun Bekasi Timur pada Senin pukul 23.00 WIB.

Ketika itu suasana sudah macet sampai mobilnya parkir jauh dari lokasi kejadian. 

"Saya pakai mobil parkir di Terminal Bekasi, jalan kaki sampai Stasiun Bekasi Timur," kata dia. 

Selama ada di Stasiun Bekasi Timur sampai Selasa (28/4/2026) pukul 03.00 WIB, Ari tidak menemukan Vica. 

Saat itu gelisah karena sampai tinggal beberapa orang saja yang belum dievakuasi, Vica belum ditemukan.

Ari disarankan mencari ke beberapa rumah sakit rujukan di Kota Bekasi, tetapi juga tidak ada nama Vica. 

Ada yang lalu menyarankan Ari untuk memeriksa RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Ia bersama kakak dan pamannya langsung ke RS Polri untuk menanyakan keberadaan Vica.

"Kemarin sore hasilnya keluar, dinyatakan cocok, tapi jenazah baru bisa dibawa selepas magrib setelah pengumuman resmi kepolisian," kata dia. 

Jenazah tiba di rumah duka pukul 21.00 WIB dan langsung dimakamkan di TPU Telaga Murni. 

 

Baca Lebih Lanjut
Keinginan Terakhir Vica Korban Tragedi KRL Bekasi: Ingin Bunga Tanpa Diminta
Hironimus Rama
Penumpang KRL Letakkan Bunga untuk Korban Tragedi Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur
Hironimus Rama
Isak Tangis di Perum Depsos: Tutik Anitasari, Korban Tragedi KRL Bekasi Tinggalkan Balita Masih ASI
Hironimus Rama
Keinginan Korban Kecelakaan Kereta Semasa Hidup Terwujud setelah Tiada, Adik Korban: Bunganya Banyak
Latif Ghufron Aula
Momen Terakhir Vica Korban Kecelakaan KRL Bekasi, Sempat Salat Magrib Sebelum Naik Kereta
Tsaniyah Faidah
Penumpang KRL Bawa Bunga ke Stasiun Bekasi Timur, Ungkap Duka setelah Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo
Irwan Wahyu Kintoko
Pesan Terakhir Harum Anjasari Korban KRL Bekasi ke Ibu, Terus Ucap Ingin Pulang: Mama Aku Kangen
Listusista Anggeng Rasmi
Cerita Ayah Vica, Putrinya Korban KRL Bekasi Sempat Hilang, Ditemukan Lewat DNA
Dian Anditya Mutiara
Pilu! Keinginan Vica Terpenuhi setelah Meninggal imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi
Latif Ghufron Aula
Sosok Vica Acnia Fratiwi Korban Kecelakan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi
Dedy Qurniawan