Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Antusiasme para pelari mancanegara yang mengikuti ajang lari trail internasional Rinjani 100 di Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) disambut dengan atraksi kesenian.
Kegiatan yang masuk dalam kalender lari dunia itu semakin meriah dengan kehadiran kesenian tradisional Gendang Belek.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Widayat, mengungkapkan bahwa Sembalun dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena merupakan kawasan Gunung Rinjani yang masih aktif dan menjadi gunung tertinggi kedua di Indonesia.
"Rinjani 100 ini adalah kalender internasional dalam lomba lari. Kita di Lombok Timur dipilih karena Sembalun merupakan gunung api aktif dan gunung tertinggi kedua di Indonesia," ujar Widayat, saat ditemui di lokasi acara pada Jumat (1/5/2026).
Event ini menyelenggarakan enam kategori kelas pelari diantaranya 12 kilometer diikuti oleh 546 pelari, 27 kilometer diikuti oleh 806 pelari, 36 kilometer diikuti oleh 2.668, 60 kilometer yang diikuti 682 pelari, 100 kilometer yang diikuti 285 pelari, dan katagori 162 kilometer diikuti oleh 187 pelari dengan total 4.874 pelari disemua kelas katagori yang diikuti oleh 42 negara.
Baca juga: Kunjungan Wisatawan di Lombok Timur Capai 90 Persen Berkat Rinjani 100
"Kategori hari ini itu 162 kilometer yang ikut 187 pelari dan ini yang bergengsi dari enam katagori," jelasnya.
Acara dimeriahkan kesenian Gendang Beleq sehingga Widayat bersyukur kekayaan budaya lokal berpartisipasi dalam event Rinjani 100.
"Mudah-mudahan diikuti oleh kesenian-kesenian yang lain, bukan cuma Gendang Beleq, karena kita masih banyak musik lokal lainnya," tuturnya.
Para peserta dari mancanegara tampak mengikuti alunan Gendang Beleq sebelum memulai kompetisi.
"Ini memang benar-benar dikemas, para pelari santai sekali. Itu 162 kilometer memang benar-benar paru-paru dewa," pungkas Widayat.
Menghadapi berbagai polemik terkait penyelenggaraan Rinjani 100, Widayat menyadari setiap event besar ini pasti ada pro kontra.
"Kita keluar dari segala polemik tentang Rinjani 100. Tetapi kita ambil dari sisi positifnya untuk Lombok Timur. Sembalun menjadi ikonik, Gunung Rinjani menjadi pemicu daya tarik wisatawan luar negeri yang nantinya akan berefek kepada kesejahteraan masyarakat Lombok Timur," pungkasnya.
(*)