TRIBUNJATENG.COM, KLATEN - Suasana tenang di Desa Sedayu, Klaten, mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa ketika seorang ibu rumah tangga, Risa Dwiyanti (32), tiba-tiba menghilang dari dapurnya pada Kamis (30/4/2026) sore.
Teriakan histeris korban menjadi tanda awal terjadinya tragedi memilukan, di mana lantai dapur yang berada tepat di atas septic tank sedalam 5 meter ambles seketika akibat tanah yang terkikis air hujan.
Dia terperosok ke dalam septic tank setelah sebelumnya sempat beraktivitas memasak di rumahnya di Desa Sedayu, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Motif Gembul Bunuh Istri Pegawai Pajak di Manokwari, Buang Mayat ke Septic Tank
Kepala Desa Sedayu, Sri Kuatno, mengatakan kejadian terjadi sore hari sekitar pukul 18.00 WIB.
"Tadi dari keterangan keluarga itu sedang memasak mi. Selesai, kemudian mi rebusnya ditaruh di depan, lalu kembali ke dapur," ujarnya kepada TribunSolo.com di lokasi.
Tak berselang lama, terdengar teriakan yang berasal dari arah dapur.
"Nah, setelah sampai di dapur ada teriakan. Kakaknya yang rumahnya bersebelahan langsung mengecek," jelasnya.
"Ternyata septic tank di bawah dapur itu ambles, dan Mbak Risa terperosok ke dalamnya," imbuhnya.
Kedalaman 5 Meter
Septic tank tersebut, disebutkan memiliki kedalaman sekitar 5 meter.
Penutupnya hanya berupa cor beton dengan batako tanpa fondasi.
Kondisi tanah diduga terkikis air, terlebih saat kejadian hujan turun sejak siang.
Sri yang mendapat informasi tersebut kemudian berkomunikasi dengan relawan kecamatan dan diteruskan kepada SAR Klaten, BPBD Klaten, PMI Klaten, dan Damkar Satpol PP Klaten.
Pantauan TribunSolo.com di lokasi, evakuasi dilakukan secara gotong royong bersama warga.
Sebelumnya, dilakukan pemindahan material tanah yang ikut masuk ke dalam septic tank.
Penanganan 5 Jam
Komandan SAR Kabupaten Klaten, Irwan Santosa mengatakan pihaknya mendapat informasi kejadian sekitar pukul 19.00 WIB.
"Posko mendapat laporan kurang lebih jam 19.00 WIB, dapat laporan dari warga bahwa ada kejadian terjadi seorang ibu terperosok di dalam galian septic tank," ujarnya ditemui di lokasi.
Dipaparkan, kondisi septictank saat awal tertutup tumpukan material tanah.
"Kedalaman totalnya kurang lebih 4 meter, namun untuk timbunannya kurang lebih 1,5 meter," jelasnya.
Pihaknya mengkoordinasikan tim gabungan yang terdiri dari SAR, BPBD, Satpol PP dan Damkar, serta PMI untuk melakukan proses pemindahan material tanah.
Pemindahan ini, juga dibantu gotong royong oleh warga sekitar.
"Kita yang membutuhkan waktu cukup lama, itu tadi adalah memindahkan material-material yang menimbun si ibu. Terus setelah berhasil materil yang kita keluarkan, kemudian baru bisa kita (korban) diangkat ke atas," ucapnya.
Proses evakuasi, memakan waktu berjam-jam.
"Prosesnya sampai dengan jam kurang lebih 5 jam, karena kita harus mengangkat material-material yang ada di dalamnya juga, " kata Irwan.
Beberapa peralatan dan sistem evakuasi yang dilakukan yakni, menggunakan SCBA, peralatan vertikal review, dan blower untuk mengatur udara.
Baca juga: Terima Kasih Mbah Reni Kudus Akhirnya Punya Septic Tank, Bertahun-tahun Dibuang Langsung ke Sungai
Pantauan TribunSolo.com, evakuasi korban diangkat dari dalam septictank terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.
Kondisi korban sendiri, ditemukan dalam keadaan tidak bergerak.
"Untuk selanjutnya kami serahkan kepada pihak Dinas Kesehatan bersama Polri tadi, untuk melakukan pengecekan lanjutan. Dan korban dinyatakan meninggal dunia," pungkasnya. (*)