BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sebelum pelaku pembunuhan ustadzah HN ditangkap, Jumat (1/5/2026) kemarin, pihak kepolisian dari Inafis dan didampingi keluarga korban melakukan pencarian benda-benda milik orban.
Pantauan BPost, ada sendal yang ditemukan. Sendal itu diyakini milik korban. Uniknya sendal itu ditemukan di bawah pohon di gundukan ladang yang mengarah ke rumah terduga pelaku.
"Iya bener itu sendal korban," kata pihak kerabat korban, relawan penyelamat, M. Azhari (28).
Dari kasus pembunuhan ustazah NH tersebut, polisi sudah memberikan informasi jika ada dua pelaku yang sudah ditangkap.
Diinformasikan jika detail kronologi dan identitas pelaku akan disampaikan oleh pihak kepolisian hari ini, Sabtu (2/5/2026).
Diketahui, pada Rabu (29/4/2026), keluarganya mendapat kabar dari tempat korban bekerja sebagai pengajar di salah satu Pondok Pesantren di Kabupaten Banjar jika korban tidak masuk mengajar dan menanyakan keberadaan korban kepada saksi.
Ternyata pihak toko aksesoris tempat Korban bekerja sampingan juga melaporkan hal yang sama bahwa Korban tidak ada di tokom
Baca juga: Insiden ABK KM Camara Nusantara 6, Basarnas Banjarmasin Ingatkan Prosedur Keselamatan Kerja
Mengetahui hal tersebut, keluarga berusaha mencari keberadaan korban bersama dengan teman-teman korban.
Selanjutnya, sekitar pukul 13.00 Wita, saksi mendapat kabar bahwa sepeda motor milik korban ditemukan oleh para warga sekitar TKP dan diamankan oleh Polsek Banjarbaru Utara. Saat itu, jasad korban belum dtemukan.
Kemudian, pihak keluarga dan teman-teman korban kembali berusaha melakukan pencarian dan akhirnya sekitar pukul 20.00 Wita korban berhasil ditemukan, namun dalam kondisi meninggal dunia secara tidak wajar di tempat penemuan jasad. Lokasinya tak jauh dari rumah namun berada di ladang perkebunan.
Atas kejadian tersebut para saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjarbaru Utara guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Selanjutnya, kepolisian menduga korban menjadi korban pembunuhan. Hal itu dari kondisi tubuh korban yang ditemukan banyak luka dan lebam membiru.
Korban diduga meninggal dunia akibat adanya trauma tumpul yang dihantamkan keras kebagian kepala sehingga mengalami pendarahan hebat yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Dari hasil pemeriksaan Ver Autopsi luar dan dalam, korban meninggal dunia lebih dari 24 jam terhitung dari waktu pemeriksaan Autopsi.
Ada sejumlah barang berharga milik korban ada yang hilang misalnya emas anting dan hanphone.
Kini polisi sudah mengamankan dua terduga pelaku yang tinggal tak jauh dari rumah korban.
(banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)