TRIBUNBENGKULU.COM - Dumaris Sitio (60), seorang lansia di Pekanbaru tewas diduga dibunuh oleh mantan menantunya sendiri, Anisa Florensia atau AF.
Padahal selama ini Dumaris dikenal sangat baik bahkan sering bagi-bagi THR.
Ketua RT setempat, Isra Sri Darti, menyebut korban selalu ramah kepada tetangganya dan kerap menyapa ketika berpapasan di jalan.
"Kalau komunikasi sama beliau, sangat welcome ke masyarakat.
Semisal (Dumaris menyapa) 'kenapa Bu Isra? Nggak mampir dulu, ayo minum dulu, yuk'. Sangat ramah," katanya dikutip dari YouTube Saksi Kata Tribun Pekanbaru, Minggu (3/5/2026).
Selain ramah, Isra menyebut keluarga Dumaris juga dikenal tidak sombong kepada tetangganya.
Bahkan, Dumaris kerap memberikan 'salam tempel' kepada anak-anak di lingkungannya ketika Hari Raya Lebaran tiba.
"Jadi meskipun beragama berbeda konteksnya, tidak pernah membedakan kita yang Muslim ataupun non-Muslim.
Sosok panutan dan figur santun kepada masyarakat. Suami dan istri tidak banyak bicara, tapi ringan tangan untuk membantu.
Di sini, kami begitu kehilangan dengan sosok-sosok seperti itu," cerita Isra dengan suara bergetar.
Isra mengatakan keluarga Dumaris begitu harmonis di mana korban dan suaminya tak pernah terlihat cekcok.
Tak hanya Dumaris, anaknya juga dikenal ramah dengan tetangga sekitar.
"Mereka adalah figur bagi masyarakat. Kami benar-benar merasa kehilangan," ceritanya.
Secara pribadi, Isra tidak terima atas peristiwa tragis yang menimpa Dumaris sehingga membuatnya harus tewas.
Di sisi lain, ketika ditanya sosok para pelaku, Isra menyebut dirinya dan warga sekitar tidak mengenal mereka.
"Setelah dari CCTV yang dikumpulkan dan dikeluarkan yang berkewajiban, barulah kami masyarakat mengenal wajahnya itu, warga sini tuh nggak mengenal wajah mereka. Saya sebagai tetangga dekat, tidak mengenal wajah mereka," ujarnya.
Bahkan, Isra juga mengaku tidak mengenal Anisa yang merupakan mantan menantu korban.
Pasalnya, dia menyebut pihak keluarga tidak pernah memperkenalkan Anisa kepada dirinya sebagai menantu Dumaris.
"Tidak (tak mengenal Anisa). Kita sedikit terkaget juga barangkali walaupun itu menantu atau mantan lah itu, mereka kan tidak mengundang itu bahwa anak kita sudah menikah lho.
Jadi kita tidak punya prerogatif untuk mengetahui urusan internal mereka," katanya.
Sebelumnya, Dumaris tewas setelah dipukul dengan menggunakan balok kayu oleh seorang pria yang datang ke rumahnya bersama Anisa di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, pada Rabu (29/4/2026).
Kini, para pelaku yang berjumlah empat orang sudah ditangkap oleh polisi, termasuk Anisa.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman, menyebut empat pelaku telah ditangkap dalam kasus dugaan pembunuhan disertai perampokan terhadap Dumaris.
Dia mengatakan para pelaku ditangkap di lokasi berbeda di mana dua pelaku ditangkap di Aceh Tengah. Sementara sisanya diamankan di Kota Binjai, Sumatra Utara (Sumut).
"Alhamdulillah. Tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil menangkap empat pelaku kasus curas yang menyebabkan seorang perempuan meninggal dunia di Rumbai, Pekanbaru," katanya pada Sabtu (2/5/2026), dikutip dari Tribun Pekanbaru.
Namun, Muharman mengungkapkan untuk detail terkait kasus ini, akan dijelaskannya dalam konferensi pers yang dijadwalkan digelar pada Minggu (3/5/2026) hari ini.
"Besok siang (hari ini) akan ada jumpa pers terkait detail pengungkapan kasusnya," ucapnya.
Viral di Medsos
Dumaris Sitio tewas dihantam balok kayu di rumahnya, Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Rabu (29/4/2026).
Aksi pembunuhan tersebut terekam kamera CCTV di dalam rumah.
Tampak di video ada empat orang yang masuk ke rumah terdiri dari dua wanitadan dua lelaki.
Satu dari empat pelaku diduga merupakan Anisa Florensia atau AF.
Dilihat dari video CCTV, tampak AF sempat mencium tangan Dumaris.
Ia kemudian berbincang dengan korban yang duduk di kursi.
Anisa tak sendiri, dia ditemani seorang wanita lain.
Tak berselang lama datang pria membawa balok kayu.
Dia langsung menghantam wajah dan kepala korban berulang kali.
Bahkan ketika Dumaris sudah terkapar, pelaku masih memukul korban.
Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir Iptu Dodi Vivino mengatakan kini tengah melakukan pencarian Anisa Florensia.
"Tim menjumpai abang kandung pelaku dan juga teman abang pelaku. Sempat kita amankan ke Polsek. Namun dari keterangan keduanya, tidak pernah bertemu pelaku," katanya.
Anisa sempat menikah dengan anak Dumaris Sitio pada 2022.
Pernikahan mereka hanya bertahan satu tahun.
Meski sudah cerai namun Dumaris masih menjaga hubungan dengan Anisa.
Korban bahkan sering membantu korban.
Awal April 2026 juga Anisa sempat mendadak menemui korban di rumah.
Saat itu Dumaris Sitio justru kehilangan barang berharga.
Oleh karena itulah pihak keluarga memutuskan untuk memasak kamera pengawas CCTV di rumah.
Selain itu, polisi juga mengamankan anak kandung laki-laki korban, berinisial A.
Lantaran, A datang dengan sepeda motor saat kejadian ke rumah korban.
A sempat masuk ke dalam rumah. Namun tak lama, keluar.
Dari hasil pemeriksaan sementara, A mengaku tidak mengetahuinya ibunya sudah meninggal dunia. Tapi polisi masih melakukan pemeriksaan intensif.
Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala.
"Pukulan benda tumpul itu menyebabkan pendarahan pada otak hingga berujung pada kegagalan fungsi vital otak," ungkap Dodi.