Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Antusiasme masyarakat Papua terhadap Persipura Jayapura benar-benar mencapai puncaknya pada laga pekan ke-27 Pegadaian Championship 2025/2026. Sebanyak 32.840 suporter memadati Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (2/5/2026), saat menghadapi Persiku Kudus.
Jumlah tersebut tidak hanya menjadi salah satu yang tertinggi di Liga 2 musim ini, tetapi juga kembali menegaskan kuatnya basis suporter Persipura yang dikenal loyal dan selalu hadir dalam setiap momentum penting tim.
Tingginya animo masyarakat terlihat sejak jauh hari sebelum pertandingan digelar. Tiket pertandingan dilaporkan terjual habis, meskipun mengalami kenaikan harga dari Rp50 ribu menjadi Rp75 ribu. Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor harga bukan menjadi penghalang bagi masyarakat Papua untuk tetap memberikan dukungan langsung kepada tim kebanggaan mereka.
Baca juga: Dua Gol Tanpa Balas ke Gawang Persiku Belum Cukup Antar Persipura ke Liga 1
Bahkan, bagi warga yang tidak mendapatkan tiket, semangat untuk mendukung Persipura tetap menyala. Ratusan hingga ribuan masyarakat terlihat memadati area luar stadion dengan menggelar nonton bareng (nobar) di depan Stadion Lukas Enembe.
Mereka datang dengan mengenakan atribut Persipura, membawa bendera, syal, hingga mengecat wajah dengan warna merah hitam. Setiap momen pertandingan disambut dengan sorak sorai, terutama saat Persipura menciptakan peluang maupun mencetak gol.
Suasana di luar stadion tersebut bahkan tidak kalah semarak dibandingkan dengan di dalam stadion. Nyanyian dan yel-yel terus menggema, menunjukkan bahwa dukungan terhadap Persipura tidak terbatas oleh tiket maupun akses masuk stadion.
Di sisi lain, lonjakan jumlah penonton juga berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas. Kemacetan panjang terjadi sejak beberapa jam sebelum pertandingan, mulai dari kawasan Expo Waena, Kota Jayapura hingga menuju Stadion Lukas Enembe di Sentani.
Baca juga: Akhirnya Persipura Melaju ke Playoff Promosi Usai Taklukan Persiku Kudus 2-0 di Stadion Lukas Enembe
Kendaraan roda dua dan roda empat tampak merayap perlahan, didominasi oleh suporter yang datang dari berbagai wilayah. Bahkan, sebagian suporter memilih memarkir kendaraan lebih jauh dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki demi bisa tiba tepat waktu.
Meski dihadapkan pada kemacetan dan kepadatan, semangat masyarakat Papua untuk mendukung Persipura tetap tidak surut. Hal ini menjadi gambaran nyata betapa kuatnya ikatan emosional antara tim dan para suporternya.
Setibanya di dalam stadion, atmosfer berubah menjadi lautan merah hitam yang memenuhi hampir seluruh tribun. Nyanyian, yel-yel, dan dukungan tanpa henti terus mengalir sepanjang pertandingan, menciptakan tekanan bagi tim lawan sekaligus menjadi energi tambahan bagi para pemain Persipura.
Baca juga: Mutiara Hitam Bersinar Usai Bungkam Persiku Kudus 2 Gol Tanpa Balas di Lukas Enembe
Persipura pun tampil maksimal dan mampu membayar dukungan luar biasa tersebut dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Persiku Kudus. Dua gol kemenangan Mutiara Hitam dicetak oleh William Lugo pada menit ke-43 dan Kelly Sroyer melalui eksekusi penalti pada menit ke-45.
Kemenangan ini menjadi penutup fase reguler yang positif bagi Persipura, meskipun mereka masih harus melanjutkan perjuangan melalui babak play off untuk memperebutkan tiket promosi ke Liga 1.
Di balik hasil pertandingan, satu hal yang kembali menjadi sorotan utama adalah kekuatan dukungan suporter. Rekor kehadiran 32.840 penonton, tiket yang terjual habis, kemacetan panjang hingga antusiasme nobar di luar stadion menjadi bukti nyata bahwa Persipura bukan sekadar klub sepak bola.
Baca juga: Persipura Hajar Persiku 2-0 di Babak Pertama Demi Liga 1
Lebih dari itu, Persipura adalah simbol kebanggaan masyarakat Papua yang mampu menyatukan berbagai kalangan dalam satu semangat yang sama.
Dukungan besar ini diharapkan terus menjadi kekuatan tambahan bagi Persipura dalam menghadapi laga Play off krusial ke depan. Dengan loyalitas suporter yang tidak pernah pudar, harapan untuk kembali ke Liga 1 tetap terbuka lebar.(*)