TRIBUNTRENDS.COM -- Kisah hidup Abah Rastam (84) kembali menjadi perhatian publik setelah permintaan anaknya, Sasminah, kepada Aisar Khaled menuai polemik di media sosial.
Abah Rastam sebelumnya dikenal karena kisah hidupnya yang menyentuh, di mana ia tetap merawat anaknya yang mengalami down syndrome seorang diri meski usianya sudah lanjut. Kondisi tersebut membuat banyak pihak tersentuh, termasuk Aisar Khaled yang kemudian memberikan bantuan.
Dalam sebuah kesempatan wawancara, terungkap bahwa Abah Rastam memiliki tiga orang anak. Salah satunya adalah Sasminah yang kini berusia 45 tahun. Meski tinggal tidak jauh dari kediaman sang ayah, Sasminah disebut jarang menjenguk.
"Jalannya bang, hampir jatuh-jatuh terus. Ya iya kakinya kaku, berjalannya takut jatuh," kata Sasminah.
Abah Rastam sendiri menyebut bahwa anak pertamanya justru lebih sering datang untuk menjenguknya.
"Sukar, anak pertama. Ya iya sering ke sini," ujar Abah Rastam.
Namun, momen yang menjadi sorotan terjadi saat Sasminah bertemu dengan Aisar Khaled. Dalam pertemuan tersebut, ia justru mengeluhkan kondisi ekonomi keluarganya, khususnya terkait anaknya yang berusia 19 tahun yang kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Menurut Sasminah, untuk bisa bekerja di pabrik, anaknya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 5 juta sebagai biaya awal.
"Lain teu hayang usaha bah, neangan duit Rp 5 juta teh kamana jang digawe. Lalaki mah hese kudu ada ongkosnya Rp 5 juta," kata Sasminah.
Pernyataan tersebut membuat Aisar Khaled merasa heran, karena menurutnya tidak seharusnya seseorang harus membayar untuk mendapatkan pekerjaan.
Situasi menjadi semakin ramai diperbincangkan ketika Sasminah dengan nada tegas meminta Aisar untuk membantu mencarikan pekerjaan sekaligus biaya yang dibutuhkan.
Baca juga: Sering Bareng Aisar Khaled, Ria Ricis Akhirnya Buka Suara Soal Dijodohkan!
"Ya itu anak ibu pengen bekerja usahain dong. Ya ongksonya Rp 5 juta darimana ibu kan gak ada. anak yang bujang umurnya 19 tahun. Pengen kerja harus ada uang," ucapnya.
"Kerja apa pakai uang?" tanya Aisar.
Sasminah menjelaskan bahwa anaknya ingin bekerja di pabrik dan mengaku sudah mencoba mengurusnya melalui pihak kelurahan, namun belum mendapat hasil.
"Pabrik. udah laporan ke lurah, lurahnya belum ada kabar. Digawe hese kudu pakai uang. Kalau gak pakai uang masih susah, pakai uang mah gampang ke pabrik," katanya.
Di sisi lain, Sasminah juga mengungkapkan bahwa suaminya bekerja serabutan sebagai petani maupun buruh proyek bangunan.
"Suami kadang di petani sawah kadang di proyek bangunan, umur 50 tahun," jelasnya.
Meski demikian, Sasminah tetap bersikeras bahwa untuk mendapatkan pekerjaan di pabrik, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit.
"Ya kudu ada uangnya, kalau ada uang mah udah masuk kerja, kan kalau gak ada uang cari yang gratis kan susah. Udah pernah di bengkel, kaga pakai duit kan di bengkel mah. Sekarang kalau mau ke pabrik gimana," pungkasnya.
Permintaan tersebut pun memicu beragam reaksi dari publik, terutama karena disampaikan di tengah momen bantuan yang diberikan kepada Abah Rastam. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor/Sanjaya Ardhi)