TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG-Ahmad Hidayat, anak kedua dari tiga bersaudara, meninggal dunia saat sedang mencari nafkah di Jakarta.
Pemuda 20 tahun asal Kabupaten Pandeglang, Banten, ini menjadi korban pembacokan di hari pertamanya berada di Jakarta.
Pembacokan itu terjadi di Jalan Pedongkelan Belakang, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (4/5/2026).
Kepergian Ahmad Hidayat menyisakan duka yang dalam bagi keluarga di Kampung Tanjung Sari, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Tardi (26 tahun), kakak ipar almarhum Ahmad Hidayat menyebut adiknya tulang pugung keluarganya.
"Anak kedua, tulang punggung keluarga. Anak yang terakhir cewek, masih sekolah kelas I SMP," katanya.
Ibunda Ahmad sejak dua tahun ini mengalami sakit stroke.
Sementara bapaknya sudah meninggal.
Di keseharian, ibunda Ahmad selalu dirawat oleh istri Tardi dan adiknya yang bungsu.
Ahmad terakhir bertemu keluarga dalam keadaan sehat pada saat lebaran Idul Fitri 2026.
"Semenjak lebaran, sebulan lebih lah," katanya.
Sebelum ke Jakarta, Ahmad bekerja di Kosambi, Kabupaten Tangerang.
ardi menjelaskan, adiknya itu baru sehari di Jakarta.
"Iya baru satu hari (di Jakarta), karena pindahan dari Komsabi. Kebetulan saya kurang orang, maka bos ngoper ke saya (ke Jakarta)," ujar Tardi.
Baca juga: Ahmad Warga Pandeglang Dibacok di Jakarta, Keluarga Syok: Adik Kami Baru Satu Hari Pindah Kerja
Tardi menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat korban meminta izin untuk membeli nasi sama token listrik.
Namun pada saat adik iparnya tersebut mau nyeberang, ia menyenggol motor pelaku dengan tidak sengaja dan sudah meminta maaf.
"Almarhum izin sama saya, mau beli nasi sama token. Setelah dia pulang lagi ke toko, dia bawa nasi doang, dia balik lagi ke sana," jelasnya saat ditemui wartawan Tribunbanten.com di kediamannya di Kampung Tanjung Sari, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Rabu (6/5/2026).
"Jadi sebelum ke konter, itu sempat ada kejadian nyenggol motor pelaku dan sudah minta maaf. Cuma si pelaku itu ngotot karena efek obat," tambahnya.
Ia mengatakan, kejadian pembacokan itu terjadi pada 13.30 siang hari.
Setelah dibacok, Ahmad sempat mengejar pelaku. Karena tidak kuat menahan darahnya yang banyak keluar, akhirnya dia tergeletak di sana.
Sebagi keluarga, dirinya mengaku syok melihat adik iparnya tewas akibat dibacok warga Bogor tersebut.
"Syok juga, awalnya sehat bugar tiba-tiba begitu. Bahkan sempat dendam juga, cuma kita gak bisa ngapa-ngapain," ucapnya.
Tardi menjelaskan, adiknya itu baru sehari di Jakarta.
"Iya baru satu hari, karena pindahan dari Komsabi. Kebetulan saya kurang orang, maka bos ngoper ke saya," ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Sipayung mengatakan pembacokan tersebut bermula dari keributan antar pengendara motor di jalanan.
"Informasinya itu karena awalnya si korban ini enggak sengaja nyenggol motor pelaku. Terus ada selisih paham keduanya, enggak tahunya langsung dibacok si korban ini kan," jelas AKBP Arfan Sipayung, Selasa (5/5/2026).
Senada, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto juga mengatakan korban tewas dibacok karena senggolan motor dengan pelaku.
“Perselisihan diduga dipicu persoalan di jalan setelah sepeda motor pelaku nyaris menabrak motor korban. Korban mengalami luka pada bagian dada kiri. Setelah kejadian, pelaku melarikan diri,” jelas Budi.