Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, tampak terkesima saat mendengar keterangan dari seorang tersangka joki UTBK.
Permintaan keterangan dilakukan secara terpisah, dengan pelaku lain, serta diabadikan dalam sebuah video yang diunggah melalui akun resmi @luthfie.daily pada Rabu (6/5/2026).
Baca juga: Pelajar di Bawah Umur Hamil 5 Bulan usai Diancam, Petani Kesamben Diringkus Polisi
Luthfie tampak takjub dengan kecerdasan salah satu pelaku, yang tidak disebutkan identitasnya.
Sebab sudah enam kali menjadi joki dan telah meluluskan banyak mahasiswa.
Terlebih lagi, pelaku joki juga tidak pernah berkecimpung di dalam Fakultas Kedokteran.
Sedangkan para pemohonnya, sebagian besar mengincar jurusan tersebut.
"Kamu dapat bocoran soal darimana. Gimana caranya kamu enam kali joki lulus. Kalau soal soal itu menurutmu gampang, sulit, apa sulit sekali," ujar Luthfie.
"Enggak pernah dapat bocoran. Sebenarnya relatif gampang sih pak. Saya emang expertnya di Matematika. Semua soal saya kerjakan," jawab pelaku.
Menurut pelaku, mata pelajaran seperti Bahasa Inggris sudah terbiasa menghadapinya.
Bahkan Tes Potensi Akademik baginya adalah turunan dari Matematika.
"Kalau saya sih cari materinya di buku buku, yang dikhususkan buat persiapan. Untuk mengejar semua materi cuma belajar 2 sampai 3 bulan," ungkapnya.
Luthfie juga memberikan pujian kepada pelaku, lantaran mampu mengerjakan soal dengan waktu yang cukup terbatas.
"Hebat juga kamu. Kalau belum terbiasa, satu soal bisa lama. Kamu pernah menangi zaman hitung kancing buat nentuin jawaban," kata dia.
"Saya dulu pernah melakukannya. Kadang dengar suara tokek, buat pilih jawaban," tuturnya.
Meski demikian, Kombespol Luthfie juga menyayangkan kecerdasan pelaku digunakan pada jalur yang salah.
Ia pun sempat menanyakan latar belakang pelaku.
"Saya dulu peringkat dua pararel pak. Awalnya (tahu profesi ini), saya dikenalin sama teman saya," katanya.
Pada akhir proses interogasi, tersangka disinggung soal keuntungan yang dia dapat, selama menjalani profesi Joki UTBK.
"Tergantung kesulitan. Ada universitas namanya bagus biasanya dibayar lebih mahal. Kisarannya Rp20 sampai Rp30 juta. Kalau yang baru ini Rp75 juta," tandasnya.