TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Bidong (60) yang kerap disapa Abah Bidong, Ketua RT sekaligus Linmas di Desa Patir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor meninggal dunia setelah menjadi korban longsor yang terjadi di wilayahnya.
Bidong meninggal akibat tertimpa longsor susulan.
Baca juga: Detik-Detik Wanita 24 Tahun Tewas Tertimpa Tembok Longsor di Bogor Barat
Tubuhnya sempat tertimbun material longsor selama berjam-jam.
Korban ditemukan tak bernyawa setelah warga dan aparat gabungan ramai-ramai melakukan pencarian di lokasi.
Korban saat itu sedang membersihkan bambu yang ambruk menutup sungai bersama satu orang Linmas lain dan dibantu satu orang warga sekitar.
Pasalnya beberapa tahun lalu, sungai itu pernah tertutup karena longsor hingga air sungai meluap membanjiri pemukiman warga.
"Longsor dulu ditangani sama korban juga, sama Linmas, sama warga. Waktu itu yang kejadiannya sampai mampet sungai, banjir," kata Sarnata alias Cue (50), rekan korban sesama Linmas kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (6/5/2026).
Setelah mendapat kabar longsor pertama, Abah Bidong langsung bergegas ke lokasi melakukan penanganan pada Selasa (5/5/2026) siang itu.
Namun akhirnya menjadi tugas terakhir Abah Bidong untuk lingkungannya setelah muncul longsor susulan yang menimbun korban.
"Iya kemarin itu (membersihkan bambu) cegah banjir juga, karena takut kejadian seperti yang waktu dulu. Waktu dulu soalnya parah, sungai ketutup, banjir ke warga, jadi sungai mampet," kata Sarnata.
Sarnata juga mengaku sangat kehilangan sosok Abah Bidong.
Hampir setiap kegiatan di desa, Sarnata selalu berdua dengan Abah Bidong karena Bidong tak bisa mengendarai sepeda motor.
"Berdua terus kalau mau tugas. 'Bah, piket malam', udah nganterin, kumpul ama anak-anak udah biasa. Jadi saya udah dianggap anak sama si Abah," katanya.
"Kata anak saya juga si Abah mah udah kayak abah sendiri. Suka bercanda orangnya. Orangnya baik," imbuh Sarnata.
Sarnata juga mengaku tak kuasa menahan tangis di lokasi kejadian setelah longsor tersebut dan korban ditemukan meninggal dunia.
"Saya enggak tega lihatnya itu. Sampai gitu juga saya di bawah juga menangis saya. Kan itu teman saya, yang udah dianggap orang tua saya sendiri," katanya.
Rasa kehilangan juga turut dirasakan Staf Desa Petir, M Subhan Abdillah (35).
Abah Bidong memiliki tujuh anak dan sudah punya cucu hingga cicit.
"Aduh, sebenarnya ya kalau diceritakan orangnya baik. Walaupun Bah Bidong ini maksudnya orang tua gitu, tapi sangat sopan terhadap saya juga sangat sopan banget gitu," kata Subhan.
"Ketika tim SAR mencari (korban), saya ikut mencari di sana, mencari di titik lokasi, pas ketemu itu saya juga nangis gitu karena lihat dari kebaikannya, sosoknya baik banget. Bahkan sama Pak Lurah itu udah kayak dianggap anak mungkin, baik banget sama Pak Lurah," ungkap Subhan.
Penulis: Naufal Fauzy