BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Di tengah kepungan api, ini cara warga Gunung Sentral Kotabaru Kalsel selamatkan anak istrinya.
Warga Kabupaten Kotabaru, di kawasan Gunung Sentral mendadak geger dengan kobaran api yang melalap rumah warga, Rabu (6/5/2026) siang.
Kebakaran tersebut menimpa rumah Aji Firmansyah, warga Gang Irama, Desa Baharu Selatan, Kecamatan Pulaulaut Utara, sekitar pukul 11.45 wita.
Kejadian itu berlangsung cepat, bangunan kayu dilalap api hingga mengalami kerusakan nyaris 100 persen berserta isinya.
Baca juga: Warga Tangkap Perampas Perhiasan Ibu Paruh Baya di Banjarbaru, Pelaku Berpura-pura Jadi Petugas PLN
Baca juga: Diduga Jadi Korban Begal, Penjual Bakso di Tanahlaut Ditemukan Tergeletak di Semak
Dituturkan Aji, pemilik rumah, saat kejadian ia dan anggota keluarga lainnya berada di rumah, berbaring di ruang tengah.
Munculnya api diketahui ketika anaknya berteriak setelah melihat dari kamar kosong yang jadi tempat penyimpanan barang dan pakaian.
"Api dari kamar kosong yang tidak ditiduri. Saat pintu dibuka, api sudah membesar dan penuh kepulan asap," beber Aji.
Saat berlari keluar rumah dan memastikan anak dan istrinya aman, ia juga tidak sempat menyelamatkan barang-barang, selain HP di tangan.
Warga sekitar, relawan, hingga Damkar Kotabaru pun dengan cepat tiba di lokasi untuk membantu upaya pemadaman.
Kontruksi bangunan tua dan didominasi kayu membuat api cepat membesar dan sempat menyebabkan kepanikan.
Hal ini berkenaan posisi rumah berasa di gang sempit dan padat penduduk. Belum lagi kontur tanah yang berada di perbukitan.
Api akhirnya dapat dipadamkan setelah upaya penyiraman berlangsung hampir 1 jam.
Petugas BPK menggelar selang hingga puluhan meter dan menyedot susngai dan menguras tampungan air untuk mempercepat penjinakkan si jago merah.
Sumber Api
Suasana duka masih menyelimuti keluarga Aji Firmansyah, warga Gang Irama, Desa Baharu Selatan yang rumahnya terbakar siang tadi, Rabu (6/5/2026).
Api muncul dari kamar kosong di rumah gang sempit yang merupakan peninggalan mendiang ayahnya itu.
"Kamar itu kosong, hanya diisi barang dan pakaian. Setelah bapak meninggal dulu," ujarnya.
Siang itu, sekitar pukul 12.45 wita, Aji bersama isteri dan anaknya beristirahat di ruang tengah rumah, cuaca terik panas membuatnya menanggalkan baju karena santai di rumah.
Namun suasana mendadak berubah s setelah anaknya berteriak ada api di dalam kamar.
Sontak Aji pun beranjak memeriksa, namun api sudah membesar dan menyebabkan kepulan asap tebal menyeruak di muara pintu kamar yang dibuka.
Ia pun menyuruh anak dan isterinya cepat keluar rumah menyelamatkan diri sambil berteriak meminta tolong untuk memadamkan api.
Masih dengan kondisi tanpa baju, lelaki 38 tahun ini hanya bisa berjibaku dengan warga dan relawan lainnya untuk memadamkan api yang kian membesar.
Api akhirnya dapat dipadamkan, namun rumah yang dihuni lima jiwa ini telah jadi arang.
Dari data yang dihimpun Damkar Kotabaru, api diduga berasal dari konsleting listrik di kamar kosong.
Dominasi material kayu pada bangunan tua ini membuat amukan si jago merah cepat menjadi-jadi, hingga nyaris 100 persen.
Meski tak ada korban jiwa atau luka, Kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah
Hal yang Harus Kamu Lakukan Saat Terjadi Kebakaran
Kebakaran adalah peristiwa yang bisa saja terjadi pada kawasan kamu tinggal, bahkan rumahmu sendiri.
Kebakaran rumah sendiri merupakan momok yang kehadirannya tidak pernah diharapkan, tetapi hal ini tidak bisa dihindari sepenuhnya dan sulit untuk bisa ditebak kapan akan terjadi.
Ketika terjadi kebakaran, berikut ini ada beberapa hal yang harus kamu lakukan, dilansir beberapa sumber.
1. Dapatkan alat pemadam api
Jika kamu mendengar atau melihat tanda kebakaran di rumah atau sekitar rumah, jangan abaikan. Gunakan alat pemadam api ringan (APAR) apabila kamu memilikinya sebagai tindakan pencegahan satu atap.
Tindakan tunggal ini dapat membantu memadamkan api secara instan.
Akan tetapi, jika upayamu terbukti gagal setelah menggunakan alat pemadam kebakaran, segera tinggalkan tempat kejadian.
Alat pemadam api sangat penting dan harus dipasang di setiap rumah dan bangunan, baik pribadi maupun komersial.
Beri tahu orang lain di rumah tentang situasi kebakaran dengan berteriak keras-keras, agar mereka menyadarinya dengan segera.
Jangan bergantung pada detektor asap dan alarm untuk memberi tahu orang lain, alat ini terkadang mengalami kegagalan fungsi karena kesalahan baterai dan alasan lainnya.
3. Segera hubungi petugas pemadam kebakaran
Segera hubungi petugas pemadam kebakaran setelah meninggalkan rumah yang terbakar.
Jangan berhenti di dalam rumah untuk mencari perangkat selulermu karena kamu bisa terjebak dalam kobaran api.
Cepat keluar, dan mintalah tetangga atau orang yang lain untuk membantumu menelepon pemadam kebakaran. Telpon pula ambulans hingga kepolisian jika diperlukan.
4. Tinggalkan barang berharga jika tidak lagi memungkinkan diselamatkan
Saat berada dalam kebakaran, jangan pernah menunda untuk segera mencari jalan keluar agar nyawamu dan keluargamu bisa selamat.
Jangan pikirkan barang berharga jika kobaran api sudah tampak begitu besar, karena hal ini sangat berbahaya dan bisa saja membuatmu terjebak dalam kobaran api.
Kamu selalu dapat memberi tahu petugas pemadam kebakaran ketika mereka tiba tentang barang berharga dengan menjelaskan lokasi terakhir yang kamu ketahui.
5. Jatuhkan diri saat pakaian terbakar
Jika pakaianmu terbakar, jangan lari, cukup jatuhkan diri ke lantai dan bergulinglah untuk memadamkan api.
Selalu merangkak dan tetap dekat dengan tanah untuk menjauhkanmu dari suhu tinggi, dan asap tebal dari api. Tetap menunduk, sampai kamu keluar dari rumah yang terbakar.
6. Tutupi hidung
Tutupi lubang hidungmu dengan kemeja atau handuk lembap selama kebakaran rumah, ini akan mencegah asap masuk ke paru-parumu.
Selain itu, tutupi juga wajah anak-anak sebanyak mungkin, terutama saat membantu membawa mereka ke tempat aman.
Terakhir, jangan lari ke ruangan yang dipenuhi asap atau api, melakukan itu berarti akan membuatmu mengalami bahaya besar.
7. Tutup pintu
Setelah kamu merangkak keluar dari sebuah ruangan yang terbakar, tutup pintu di belakangmu. Penelitian telah membuktikan bahwa menutup pintu mencegah api menyebar, yang berarti api akan dipindahkan ke suatu tempat untuk sementara waktu.
8. Menjauh
Setelah kamu keluar dari rumah yang terbakar, menjauhlah. Meskipun kamu meninggalkan hewan atau harta bendamu, jangan memasuki rumah yang terbakar.
Beri tahu petugas pemadam kebakaran segera jika kamu yakin ada orang atau hewan peliharaan yang masih ada di dalam rumah dan arahkan mereka ke tempat yang memungkinkan.
9. Cari tempat evakuasi aman
Setelah evakuasi, temui anggota keluarga lainnya di lokasi yang telah ditentukan dan tetap di sana sampai semua anggota keluarga diselamatkan.
Hal ini dilakukan agar petugas pemadam tidak mencari orang yang sudah keluar dari lokasi kebakaran.
Jika terjebak di dalam rumah yang terbakar
Jika kamu pada akhirnya terjebak di rumah yang terbakar, tutupi celah di sekitar pintu dengan apa pun yang dapat kamu temukan, entah itu selimut, jaket, handuk, dan lain-lain.
Jika kamu bisa membasahi kain, lakukanlah. Tutupi ventilasi dengan selimut basah juga, agar asap tidak merembes ke dalam ruangan, dan hubungi pemadam kebakaran apabila kamu memiliki akses untuk menelepon.
Jika kamu terjebak di lantai atas gedung, gantung seprai atau apa pun yang cukup besar untuk menarik perhatian orang ke luar jendela agar petugas pemadam kebakaran tahu di mana Anda berada.
Ingat, jangan pernah mencoba menerobos kobaran api. Jika pakaianmu terbakar, kamu harus segera berhenti, jatuh, dan berguling. Berhenti di tempat kamu berada, jatuh ke tanah, dan berguling untuk memadamkan api.
Tutupi wajahmu dengan tangan saat kamu berguling, juga untuk melindungi dirimu dari api.
Kebakaran sangat menakutkan dan menyebabkan banyak kerusakan dan kehancuran serta luka dan kematian.
Selalu ingat untuk tetap tenang dan meminta bantuan. Ketahui cara agar tetap aman jika terjadi kebakaran di dalam rumahmu.
(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri/kompas.com)