TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Anwarudin (54), ayah dari Aldi Sulistiawan (26), menceritakan detik-detik terakhir sebelum anak, menantu, dan cucunya menjadi korban kecelakaan Bus ALS.
Aldi meninggal dunia bersama istrinya, Rani (24), serta anak mereka, Bela, balita berusia 1 tahun 8 bulan.
Warga Lampung itu mengungkapkan, awalnya Aldi dan keluarganya telah memesan tiket bus PO Handoyo untuk keberangkatan Minggu.
Namun, karena terlambat tiba, mereka tertinggal bus dan akhirnya memilih naik Bus ALS pada hari Selasa.
“Karena yang tersedia hanya Bus ALS, mereka terpaksa naik bus itu. Saya juga ikut mengantar mereka ke bus. Dalam perjalanan kami masih sempat berkomunikasi, dan Aldi sempat memberi tahu kalau busnya sempat mogok,” kata Anwarudin saat diwawancarai di RS Bhayangkara, Rabu (7/5/2026).
Anwarudin mengatakan komunikasi terakhir dengan Aldi terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.
Setelah itu, keluarga kehilangan kontak hingga akhirnya mendapat kabar terjadi kecelakaan.
“Setelah mendapat informasi kecelakaan, kami langsung memastikan kebenarannya ke PO ALS. Setelah dipastikan benar, kami sekeluarga berangkat ke Palembang karena korban dibawa ke RS Bhayangkara. Saat ini kami masih mengikuti proses identifikasi dan belum tahu kapan jenazah bisa dibawa pulang,” ujarnya.
Baca juga: Daftar 10 Jenazah Korban Tragedi Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara Teridentifikasi, 6 Dalam Proses
Baca juga: Selamat dari Maut, Cerita Kernet Bus ALS Melompat dari Jendela saat Tabrakan dengan Truk Tangki
Ia juga mengaku hingga kini belum ada informasi dari pihak PO ALS terkait tindak lanjut maupun bentuk pertanggungjawaban kepada para korban.
“Kami berharap PO ALS dapat bertanggung jawab kepada korban dan keluarga,” tambahnya.
Sementara itu, Hambali (43), ayah Rani, mengatakan Aldi dan Rani sama-sama merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.
Bela juga merupakan cucu pertama di keluarga mereka.
“Aldi dan Rani rencananya hendak pergi ke Pekanbaru untuk bekerja di sawit. Mereka baru pertama kali pindah ke sana. Sebagai orang tua, awalnya kami tidak setuju karena seluruh keluarga ada di Lampung. Namun karena mereka ingin bekerja di sana, akhirnya kami mendukung,” katanya.
Menurut Hambali, Rani dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Ia mengaku kesedihan yang dirasakan keluarga saat ini sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata.
“Sedih sekali,” katanya.
10 korban yang sudah teridentifikasi adalah:
Aryanto (49), pengemudi mobil tangki Seleraya, warga Muratara.
Martoni (48), penumpang mobil tangki Seleraya, warga Musi Rawas Utara.
Alif (44), pengemudi Bus ALS, warga Jawa Tengah.
Saf (50), kenek Bus ALS, warga Medan.
Maleh (42), kru Bus ALS, warga Medan.
Relodo, penumpang Bus ALS.
Zulkifli, penumpang Bus ALS.
Aldi Sulistiawan, penumpang Bus ALS.
Rani, penumpang Bus ALS, istri Aldi Sulistiawan.
Bela, penumpang Bus ALS, anak Aldi Sulistiawan dan Rani.
Sementara 6 korban tewas lainnya masih menjalani proses identifikasi.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com