TRIBUNMANADO.CO.ID - Istri Muhammad Chalim alias Mat Ular menceritakan detik-detik dirinya mendapat kabar sang suami menjadi korban penganiayaan berujung penikaman di Lorong Anoa, Kelurahan Teling Bawah, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Kepada Tribunmanado.co.id, ia mengaku firasatnya sudah tidak enak sejak menerima telepon dari salah satu teman suaminya yang merupakan anggota polisi.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (5/5/2026) malam.

Saat itu, mereka masih berada di rumah dan sang suami tengah bersiap pergi ke rumah duka yang kemudian menjadi lokasi penikaman.

Biasanya, ia selalu ikut bersama sang suami. Namun hari itu, dirinya memilih tinggal di rumah karena sedang kurang enak badan.

“Saya bilang dia saja yang pergi, saya lagi kurang enak badan. Waktu itu dia pergi dengan dua temannya ke lokasi,” ujarnya saat diwawancarai di ruang inap RSUP Prof Kandou Malalayang, Kota Manado, Kamis (7/5/2026) siang.

Ia mengatakan, salah satu teman yang ikut bersama korban merupakan anggota polisi.

Sementara itu, dirinya memilih beristirahat di rumah.

Beberapa saat kemudian, salah satu kerabat sudah pulang ke rumah.

“Saya tanya, mana dia (suami). Katanya masih di acara duka, belum mau pulang,” katanya.

Tak lama berselang, telepon dari teman suaminya yang anggota polisi masuk. 

Perasaannya langsung berubah tidak enak. kata dia, jika kerabat tersebut menelponnya, pasti ada sesuatu yang terjadi pada sang suami.

“Saat diangkat, dia bilang sekarang ke rumah sakit, suami saya dilarikan ke sana,” ujarnya.

KRONOLOGI - Potret Muhammad Chalim alias Mat Ular yang dirawat di RSUP Kandou Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Kamis (7/5/2026).
KRONOLOGI - Potret Muhammad Chalim alias Mat Ular yang dirawat di RSUP Kandou Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Kamis (7/5/2026). (Tribun Manado/Petrick Imanuel Sasauw)

Ia langsung mengetahui telah terjadi sesuatu terhadap suaminya.

Korban saat itu dilarikan ke RS Robert Wolter Monginsidi Teling.

Saat tiba di rumah sakit, ia mengaku syok melihat kondisi suaminya yang sudah bersimbah darah.

“Darah sampai di lantai rumah sakit,” katanya.

Ketika itu, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Sekitar empat jam kemudian, korban baru mulai sadar.

Setelah mendapat penanganan awal, korban kemudian dirujuk ke RSUP Prof Kandou Malalayang untuk menjalani perawatan lanjutan.

Ia bersyukur sang suami masih diberi keselamatan dalam insiden tersebut.

Menurutnya, sang suami saat ini bekerja sebagai pekerja tambang di Tatelu dan dikenal sebagai sosok yang penuh tanggung jawab terhadap keluarga.

Baca juga: Kondisi Terkini Mat Ular Eks Preman Manado yang Ditikam di Teling Bawah, 6 Luka, Begini Kata Korban

Terduga Pelaku Diduga Lebih dari 4 Orang

Empat tersangka dalam kasus penganiayaan berujung penikaman terhadap pria yang dikenal dengan julukan Mat Ular telah diringkus personel Polresta Manado.

Menurut informasi yang didapat di lokasi kejadian, warga menyebut pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut diduga lebih dari empat orang.

“Banyak sekali yang lakukan penganiayaan, kita juga tidak bisa pastikan siapa-siapa saja soalnya sudah kacau jadi lebih dari 4 orang,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak ditulis, Rabu (6/5/2026).

Warga juga menduga ada pelaku yang berasal dari luar lingkungan Teling Bawah. 

Hal itu dilihat dari beberapa wajah yang dianggap tidak dikenal oleh masyarakat setempat.

“Ada yang kami tidak kenal. Sepertinya bukan orang sini,” ungkapnya.

Menurut dia, penganiayaan terjadi di acara malam duka almarhum Michael Lantu.

“Kemungkinan sudah minum semua jadi terjadi perkelahian,” tuturnya. 

PELAKU - Para pelaku penikaman terhadap Mat Ular di Lorong Anoa, Kelurahan Teling Bawah, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Selasa (5/5/2026). Sebelum kejadian, Mat Ular dan para pelaku sempat berinteraksi bersama di salah satu rumah duka.
PELAKU - Para pelaku penikaman terhadap Mat Ular di Lorong Anoa, Kelurahan Teling Bawah, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Selasa (5/5/2026). Sebelum kejadian, Mat Ular dan para pelaku sempat berinteraksi bersama di salah satu rumah duka. (Istimewa)

Sosok Muhammad Chalim

Mengutip tayangan YouTube Al-Fatah 21R, yang tayang pada 1 Juli 2021, Muhammad Chalim atau yang lebih dikenal dengan panggilan Mat Ular.

Muhammad Chalim adalah mantan seorang preman asal Kota Manado.

Ia dikenal sebagai Preman Kairagi pada masanya.

Mat Ular tak hanya dikenal di Kota Manado, namun juga terkenal di kalangan preman di daerah Palu dan Makassar.

Dulunya, Mat Ular sering keluar masuk penjara akibat kasus pembunuhan.

Namun, Mat Ular mendapat Hidayah hingga akhirnya memilih hijrah. 

Mat Ular kemudian memantapkan diri untuk meninggalkan dunia gelap premanisme, memilih untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta dan ikut ambil bagian dalam Dakwah Wa Tabligh untuk memperbaiki diri. (Pet/Edi)

Baca juga: Kisah Mat Ular Preman Manado yang Hijrah, Kerap Bersih-bersih dan Memasak di Mesjid

Baca Lebih Lanjut
Warga Sebut Terduga Pelaku yang Aniaya Mat Ular di Lorong Anoa Teling Bawah Lebih dari 4 Orang
Frandi Piring
Kronologi Mat Ular Eks Preman Manado Ditikam di Lorong Anoa Teling Bawah, Kejadian Bermula dari Ini
Indry Panigoro
Penikaman Mat Ular Eks Preman Manado di Teling Bawah, 4 Pelaku Ditangkap, Kronologi Korban Ditikam
Dewangga Ardhiananta
Kesaksian Warga Soal Penikaman Mat Ular Eks Preman Manado di Teling Bawah: Banyak yang Aniaya Korban
Dewangga Ardhiananta
3 Fakta Penikaman Mat Ular di Manado, Awal Mula Hingga Empat Tersangka Ditangkap
Alpen Martinus
Warga Sebut Ada Lebih dari 4 Orang yang Diduga Aniaya Eks Preman Manado Mat Ular: Banyak Sekali
Indry Panigoro
Sebelum Ditikam, Mat Ular Sempat Lakukan Ini bersama Para Pelaku
Frandi Piring
Kondisi Terkini Mat Ular Eks Preman Manado yang Ditikam di Teling Bawah, 6 Luka, Begini Kata Korban
Dewangga Ardhiananta
Sikap Mat Ular Preman Manado Usai Hijrah, Pakai Gamis Saat Jumatan dan Larang Pemuda Miras di Lorong
Gryfid Talumedun
Sosok Muhammad Chalim, Eks Preman Manado Dijuluki Mat Ular yang Sudah Hijrah Ikut Dakwah Wa Tabligh
Gryfid Talumedun