Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Seleksi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu dimulai sejak Minggu, 3 Mei 2026.
Dalam seleksi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu, muncul sorotan dari peserta.
Salah satu peserta seleksi, Candra (26), warga Kota Bengkulu, mengaku menemukan sejumlah kejanggalan saat mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) pada gelombang pertama.
Candra merupakan peserta gelombang pertama pada 3 Mei 2026 lalu.
Can mengatakan, awal pelaksanaan tes berjalan seperti ujian CAT pada umumnya.
Namun, dirinya mulai merasa ada hal janggal ketika mengerjakan soal.
“Awalnya biasa saja seperti tes CAT pada umumnya. Bedanya hanya materi terkait koperasi. Tapi mulai terasa janggal saat memilih jawaban,” ungkap Can saat ditemui TribunBengkulu.com, Kamis (7/5/2026).
Peserta Keluhkan Jawaban Berubah
Ia menjelaskan, setiap peserta diberikan tujuh bab soal dengan durasi berbeda.
Untuk enam bab pertama, peserta hanya diberi waktu tujuh menit per bab, sedangkan bab ketujuh berdurasi 20 menit dengan materi khusus tentang Koperasi Desa Merah Putih.
Menurutnya, sistem pengerjaan cukup ketat karena peserta tidak bisa berpindah bab sebelum waktu habis.
“Kalau bab pertama misalnya bahasa, tujuh menit itu tidak bisa pindah ke bab lain. Soalnya bisa lompat-lompat, tapi tetap dalam bab yang sama,” tutur Candra.
Kejanggalan mulai dirasakan ketika jawaban yang dipilih berubah sendiri setelah disimpan.
“Misalnya saya klik jawaban A, setelah disimpan dan dicek lagi malah berubah jadi D. Dicek lagi berubah lagi jadi C,” papar Candra.
Ia mengaku sempat melapor kepada pengawas ujian.
Namun, jawaban yang diterima dinilai tidak memuaskan.
“Pengawas hanya bilang ‘itu bisa’. Menurut saya itu tidak masuk akal dan tidak memberi solusi,” jelas Candra.
Candra menyebut, dirinya tak mengetahui apakah peserta lain merasakan kejanggalan yang sama selama ujian berlangsung.
Dirinya melihat banyak peserta disebut terus memeriksa ulang jawaban mereka karena khawatir pilihan berubah sendiri.
Peserta Soroti Keterbatasan Waktu
Meski begitu, Candra menilai materi soal sebenarnya tidak terlalu sulit.
Menurutnya, tantangan terbesar justru berada pada keterbatasan waktu pengerjaan.
“Kalau soal koperasi itu sebenarnya mudah. Yang susah itu waktunya,” jelas Candra.
Terkait polemik yang muncul selama tes berlangsung, Candra mengaku kini memilih bersikap skeptis terhadap hasil seleksi.
“Sekarang ya skeptis saja. Kita serahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup Candra.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini