BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Farida (44) terduduk lemas di rumah kontrakannya di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Kamis (7/5/2026).

Matanya sembap, sesekali ia menyeka air mata yang jatuh saat mengingat mendiang Rappeh (15) anaknya yang telah berpulang karena kecelakaan.

Tiga hari telah berlalu sejak peristiwa kecelakaan yeng merenggut nyawa putrinya di Pertashop di Jalan Raya Manggar-Gantung pada Senin (4/5/2026).

Sore itu, Rappeh berpamitan untuk pergi latihan basket di Sport Centre Kecamatan Damar sebagai persiapan untuk ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang kebetulan akan dia ikuti pada Juli mendatang.

Tak pernah terbayangkan oleh Farida, bahwa hari itu adalah terakhir kalinya ia melihat putrinya.

Farida masih mengingat jelas detik-detik dunianya seakan runtuh. Sore itu ia sedang berbaring istirahat ketika ponselnya berdering.

Suara yang terdengar adalah Wilson, pelatih basket putrinya yang mengabarkan Rappeh mengalami kecelakaan.

"Saya nggak percaya. Ah, nggak mungkin lah kata saya. Tapi nggak lama setelah itu, telepon kedua datang dari teman saya yang mengabarkan anak kamu (Rappeh) sudah tidak ada," cerita Farida.

Duka yang datang itu membuat tubuh Farida ambruk seketika.

Saat pihak kepolisian datang menjemputnya untuk ke rumah sakit beberapa saat setelah kejadian, Farida benar-benar kehilangan kekuatan untuk berdiri.

"Lutut saya ini gemetar semua, saya nggak tahu apa-apa itu kan. Saya bilang, kalau bisa tolonglah diwakilkan karena saya memang tidak sanggup," ucapnya.

Sepupu Rappeh, Abdul (26) akhirnya menjadi orang yang menguatkan hati untuk mengurus segala keperluan di rumah sakit. Abdul adalah orang pertama dari pihak keluarga yang melihat kondisi Rappeh di ruang jenazah.

Sambil menahan tangis, Abdul sempat mencari tahu kronologi kejadian kepada rekan Rappeh yang selamat namun masih dalam perawatan.

"Katanya dia deras karena lihat mobil. Cuma itu yang bisa dijawab karena dia juga masih syok," ungkap Abdul.

Saat itu, Rappeh yang merupakan atlet POPDA cabang olahraga basket putri, bersama temannya tengah melaju menuju ke arah Manggar, sedangkan mobil tersebut melaju menuju ke arah Gantung.

20260507 ATLET POPDA MENINGGAL
ATLET POPDA MENINGGAL - Sosok almarhumah Rappeh (15) (Paling kiri), siswi asal Kecamatan Gantung, Belitung Timur, semasa hidup. Atlet basket putri POPDA Beltim ini tutup usia dalam kecelakaan maut di Jalan Raya Manggar-Gantung, Senin (4/5/2026) sore.

Setelah jenazah Rappeh dimakamkan secara layak, keluarga kini mulai fokus untuk mencari kebenaran.

Pada Selasa, 5 Mei 2026 pihak keluarga secara resmi telah membuat laporan polisi terkait kecelakaan ganda.

Adapun pihak yang diduga mengendarai mobil berinisial MW, beserta satu orang penumpang yang berinisial AF.

Kekecewaan keluarga semakin mendalam lantaran sejauh ini tidak pernah ada kunjungan yang datang mengatasnamakan sang pengemudi mobil untuk setidaknya bertatap muka.

Harapan keluarga saat ini hanyalah keadilan. Farida dan Abdul ingin ada transparansi dan titik terang mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan sebuah mobil itu.

"Keadilan seadil-adilnyalah. Bagaimanapun kita ini korban. Ini kan kecelakaan, tabrak. Jangan sampai kasus ini panjang lebar, kami mau titik terangnya segera muncul," ujar Abdul.

Abdul mengatakan keluarga sempat menyimpan rasa kecewa karena merasa tidak ada komunikasi lanjutan setelah pelaporan.

Namun per Kamis (7/5/2026), mereka baru mendapatkan ajakan dari Polres dalam olah TKP yang rencananya akan dilakukan sore hari.

"Dari setelah kejadian kami belum menerima laporan apakah kasus ini lanjut atau gimana. Namun, baru saja tadi kami diajak untuk ikut olah TKP ke Polres" ucapnya.

Kini, laporan polisi sudah masuk ke meja penyidik dan olah TKP akan segera dilaksanakan.

Doa-doa yang dipanjatkan oleh keluarga pun bersanding dengan harapan agar bisa ditemukan titik terang bagi almarhumah Rappeh.

Calon Anggota Paskibraka, Rencana Berangkat Juni

Di mata keluarga, Rappeh adalah sosok yang tidak banyak bunyi. Namun, ia memiliki ambisi besar jika menyangkut cita-cita dan tanggung jawab.

"Dia itu orangnya aktif. Di rumah, sekolah, luar sekolah, semua aktif. Pokoknya apa yang menurut cita-citanya harus tercapai," ujar Farida. 

Kesedihan Farida semakin dalam jika mengingat Rappeh yang tak kenal menyerah.

Di sekolah, Rappeh sempat merasakan kegagalan saat mencoba seleksi Pramuka dan Paskibraka waktu kelas dua.

Namun, Rappeh kembali mencoba di kelas tiga, berlatih lebih keras dan memperbaiki diri. Hasilnya, ia dinyatakan lolos seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Bangka Belitung.

Rappeh seyogyanya akan berangkat ke Pulau Bangka pada Juni mendatang untuk mengikuti pemusatan latihan Paskibraka.

"Kemarin nggak lolos, akhirnya ikut lagi kelas tiga. Alhamdulillah lolos Paskibraka. Bulan enam ini harusnya dia sudah berangkat ke Bangka," ucap Farida. 

Kepergian Rappeh meninggalkan kesedihan di hati banyak orang. Bukan hanya keluarga, tapi juga guru dan rekan-rekan sebayanya yang mengenal sosoknya sebagai pribadi yang lurus. 

Guru-guru yang datang melayat ke rumah duka memberikan kesaksian serupa mengenai perilaku Rappeh di sekolah. Ia dikenal sebagai siswa berprestasi yang tidak pernah membuat masalah. 

"Guru-gurunya bilang jangan khawatir, Rappeh itu anaknya baik, emang nggak ada masalah gitu di manapun dia. Di sekolah, dia yang paling baik," ungkap Farida. 

Rappeh juga dikenal sangat loyal kepada teman-temannya. Jika dimintai tolong, ia jarang menolak.

Sejak bangku TK, SD, hingga SMP, Rappeh selalu berada di daftar peringkat teratas kelasnya. Prestasi akademiknya selalu berjalan beriringan dengan talenta non-akademiknya. 

Bagi Farida, kepergian Rappeh adalah luka yang tak terbayangkan. Sosok anaknya kini pergi mendahului keluarga mereka.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Baca Lebih Lanjut
Kecelakaan Maut Atlet POPDA Belitung Timur, Keluarga Tuntut Keadilan
Ardhina Trisila Sakti
Mengenang Rappeh, Korban Kecelakaan di Beltim yang Dikenal Pantang Menyerah
Asmadi Pandapotan Siregar
Kemenhaj: Satu calon haji asal Cianjur meninggal sebelum keberangkatan
Antaranews
Penyebab 3 Calon Jemaah Haji Asal Blora Gagal Berangkat dan Jadwal Pemberangkatan
Muslimah
Status Sopir Taksi Hijau dalam Kecelakaan KA Bekasi Timur Masih Saksi, Manajemen Green SM Diperiksa
Whiesa Daniswara
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Pakar: Keluarga Korban Tewas dan Luka Berhak Tuntut Ganti Rugi
Nuryanti
Kecelakaan Pickup vs Motor di Babat Lamongan, Dua Orang Meninggal Dunia
Titis Jati Permata
Mahasiswa Asal Grobogan Tewas Kecelakaan, Pemotor Tabrak Truk Parkir di Pedurungan Semarang
Deni setiawan
Kecelakaan Maut di Gresik, Motor Oleng hingga Tabrak Truk, Pemotor Asal Lamongan Tewas
Dwi Prastika
Satu Keluarga Asal Lampung Jadi Korban Kecelakaan Bus ALS, Sempat Tertinggal Bus Lain
Yandi Triansyah