BANGKAPOS.COM - Pengalaman menegangkan dialami Candra, seorang peserta seleksi Manajer Koperasi Merah Putih di Bengkulu, yang menyaksikan jawaban ujiannya "berpindah" dari A ke D dalam sekejap mata.

Meski BKN berkukuh bahwa sistem tetap aman di bawah pengawasan BSSN dan hanya mengalami keterlambatan pembaruan layar, rasa skeptis kini menyelimuti para peserta yang meragukan validitas hasil ujian mereka.

Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan klarifikasi soal perubahan kunci jawaban saat pelaksanaan tes Computer Assisted Test (CAT) seleksi manager Koperasi Derah/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu berubah-ubah. 

Baca juga: Sosok Bos TV Diduga Selingkuhan Maia Terkuak, Pernah Gugat Ahmad Dhani Rp1,3 Triliun

Sebelumnya, seorang peserta seleksi mengungkapkan terjadinya kejanggalan saat pengisian kunci jawaban CAT koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Menurut Humas BKN, jawaban peserta yang telah dipilih sebenarnya sudah tersimpan di dalam sistem. Namun, pada kondisi tertentu, tampilan layar dapat mengalami keterlambatan pembaruan atau delay.

“Jawaban yang sudah dipilih itu sebenarnya sudah tersimpan di sistem. Memang dalam kondisi tertentu, terutama saat banyak peserta mengakses secara bersamaan, tampilan di layar kadang mengalami delay atau keterlambatan,” kata Humas BKN saat dihubungi TribunBengkulu.com, Kamis (7/5/2026).

Kondisi tersebut membuat jawaban yang telah dipilih peserta terlihat berpindah-pindah di layar, sehingga memicu kepanikan peserta saat ujian berlangsung.

“Jadi terlihatnya seperti berpindah-pindah, padahal jawaban yang dipilih itu sudah tersimpan,” katanya.

Humas BKN memastikan sistem CAT yang digunakan telah melalui proses audit keamanan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sehingga keamanan data peserta tetap terjamin.

“Sistem kami sudah diaudit oleh BSSN dan sudah digunakan berkali-kali. Jadi tidak mungkin jawaban peserta tidak tersimpan,” tegasnya.

Selain faktor delay sistem, Humas BKN menilai kepanikan peserta juga dipengaruhi waktu pengerjaan yang terbatas dengan jumlah soal yang cukup banyak.

“Mungkin karena waktunya terasa mepet dengan jumlah soal yang banyak, sehingga peserta menjadi panik dan akhirnya muncul kegaduhan seperti ini,” tutupnya.

Meski demikian, BKN memastikan seluruh jawaban peserta tetap aman tersimpan di sistem selama ujian berlangsung.

Peserta seleksi ungkap kejanggalan kunci jawaban

Seleksi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu di mulai sejak Minggu 3 Mei 2026 kemarin.

Dalam seleksi Manajer Koperasi Desa/kelurahan Merah Putih di Bengkulu menuai sorotan dari peserta.

Salah satu peserta seleksi, Candra (26) warga Kota Bengkulu, mengaku menemukan sejumlah kejanggalan saat mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) pada gelombang pertama.

Candra merupakan peserta gelombang pertama pada 3 Mei 2026 lalu. Can mengatakan, awal pelaksanaan tes berjalan seperti ujian CAT pada umumnya. Namun, dirinya mulai merasa ada hal janggal ketika mengerjakan soal.

“Awalnya biasa saja seperti tes CAT pada umumnya. Bedanya hanya materi terkait koperasi. Tapi mulai terasa janggal saat memilih jawaban,” ungkap Can saat ditemui TribunBengkulu.com, Kamis (7/5/2026).

Setiap peserta diberikan tujuh bab soal dengan durasi berbeda. Untuk enam bab pertama, peserta hanya diberi waktu tujuh menit per bab, sedangkan bab ketujuh berdurasi 20 menit dengan materi khusus tentang Koperasi Desa Merah Putih.

Menurutnya, sistem pengerjaan cukup ketat karena peserta tidak bisa berpindah bab sebelum waktu habis.

“Kalau bab pertama misalnya bahasa, tujuh menit itu tidak bisa pindah ke bab lain. Soalnya bisa lompat-lompat, tapi tetap dalam bab yang sama,” tutur Candra.

Kejanggalan mulai dirasakan ketika jawaban yang dipilih berubah sendiri setelah disimpan.

“Misalnya saya klik jawaban A, setelah disimpan dan dicek lagi malah berubah jadi D. Dicek lagi berubah lagi jadi C,” papar Candra.

Ia mengaku sempat melapor kepada pengawas ujian. Namun jawaban yang diterima dinilai tidak memuaskan.

“Pengawas hanya bilang ‘itu bisa’. Menurut saya itu tidak masuk akal dan tidak memberi solusi,” jelas Candra.

Candra menyebut, dirinya tak mengetahui apakah peserta lain merasakan kejanggalan yang sama selama ujian berlangsung.

Dirinya melihat banyak peserta disebut terus memeriksa ulang jawaban mereka karena khawatir pilihan berubah sendiri.

Meski begitu, Candra menilai materi soal sebenarnya tidak terlalu sulit. Menurutnya, tantangan terbesar justru berada pada keterbatasan waktu pengerjaan

“Kalau soal koperasi itu sebenarnya mudah. Yang susah itu waktunya,” jelas Candra.

Terkait polemik yang muncul selama tes berlangsung, Candra mengaku kini memilih bersikap skeptis terhadap hasil seleksi.

“Sekarang ya skeptis saja. Kita serahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup Candra

+Tribunnews/TribunBengkulu)

Baca Lebih Lanjut
Peserta Seleksi KDKMP di Mamuju Keluhkan Jawaban CAT Berubah Otomatis
Nurhadi Hasbi
Menkop Tinjau Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih di Lampung, Pastikan Tak Ada Titipan
Daniel Tri Hardanto
Seleksi Manajer KDMP di Lampung Pakai Sistem CAT Standar BKN, Tak Ada untuk Titipan 
Soni yuntavia
Mesyur Peserta Asal Lampung Selatan Berangkat Pagi Buta Demi Tes Calon Manager KDMP
Robertus Didik Budiawan Cahyono
Viral Pengakuan Peserta Seleksi Kopdes: Jawaban Tiba-tiba Berubah saat Disimpan, Kini Video Hilang
Nur Rohman Urip
Gerai Koperasi Merah Putih di Ayunan Papan Tapin Rampung, Tunggu Serah Terima
Irfani Rahman
Daftar Nama Peserta yang Lolos Seleksi Kompetensi Manajer Kopdes Merah Putih 2026
Faiz Iqbal Maulid
Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih 2026 Dimulai Besok, Simak Jadwal dan Kriteria Kelulusannya
Abd Rahman
Link Hasil Pengumuman Seleksi Kompetensi Manajer Kopdes Merah Putih 2026 Lengkap Jadwal
Faiz Iqbal Maulid
Polda Sumsel Awasi Ketat Seleksi CAT Penerimaan Tamtama Polri, Diikuti 164 Peserta
Refly Permana