BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pascakebakaran di Pasar Harum Manis Banjarmasin yang menghanguskan puluhan toko, gudang, serta ratusan karung bawang pada Senin (4/5/2026) dini hari, muncul kekhawatiran di tengah masyarakat akan melonjaknya harga bawang di Banjarmasin.
Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Noorsyahdi, menegaskan, pihaknya langsung melakukan langkah antisipasi dengan memantau harga di pasaran. Survei rutin dilakukan untuk memastikan apakah kebakaran tersebut berdampak pada kestabilan harga bawang.
"Untuk harga kita masih survey dan pantau, kita kan ada pendataan lewat aplikasi Deteksi Dini Kendali Inflasi, kita mendata setiap hari Rabu, Senin, Jumat. Kalau seandainya terjadi peningkatan kita akan monitor kembali apakah peningkatannya karena ada hari-hari besar, hari keagamaan, atau kejadian seperti kebakaran dan lainnya itu kita analisa lagi," ujarnya saat ditemui Kamis (7/5/2026) di kantor Kecamatan Banjarmasin Barat.
Baca juga: Pelaku Balap Liar di Jalan SMP 18 Kucing-kucingan, Polresta Banjarmasin Lakukan Pendekatan Humanis
Baca juga: Reklame Banner Menjamur Lagi, Satpol PP Banjarmasin Ingin Beri Sanksi Pelaku agar Jera
Baca juga: Pelajar SMPN 12 Banjarmasin Tewas Terlindas Truk Fuso, Azizah Sempat Tiga Kali Teriak Abah
Menurutnya, hingga saat ini harga bawang di pasaran masih dalam kondisi stabil. Tidak ada lonjakan signifikan yang mengkhawatirkan konsumen maupun pedagang.
"Saya baca harga bawang malah murah. Kenapa harga bawang murah, karena pedagang khawatir, itukan kena semprot air segala macam," jelas Noorsyahdi.
Ia menambahkan, kondisi stok bawang yang terkena dampak kebakaran membuat pedagang terdampak menjual dengan harga lebih rendah. Meski demikian, Disperdagin memastikan akan terus melakukan pengawasan agar harga tetap konsisten.
"Cuma untuk harga bawang ini insya Allah konsisten meskipun ada kejadian karena cuaca atau segala macam harganya tetap," tegasnya. (Banjarmasinpost.co.id/saiful rahman)